Breaking
Memuat breaking news...

Persaingan Ketat Beasiswa YES: Hanya Puluhan Siswa Terpilih dari Ribuan Pendaftar ke Amerika Serikat

Qaplo
Qaplo
Senin, 8 Juni 2026 - 8.46 PM WIB
Persaingan Ketat Beasiswa YES: Hanya Puluhan Siswa Terpilih dari Ribuan Pendaftar ke Amerika Serikat
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Qaplo.com - Sebanyak 48 pelajar Indonesia yang tergabung dalam program pertukaran Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) periode 2025-2026 telah resmi kembali ke tanah air. Kepulangan mereka menandai keberhasilan program tahunan yang dikenal sangat kompetitif ini, di mana ribuan siswa dari seluruh penjuru nusantara bersaing ketat untuk mendapatkan kesempatan belajar di Amerika Serikat.

Program beasiswa YES merupakan inisiatif prestisius yang didanai langsung oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri AS. Di Indonesia, program ini dikelola oleh Yayasan Bina Antarbudaya. Program ini memberikan kesempatan langka bagi siswa sekolah menengah untuk merasakan sistem pendidikan dan kehidupan budaya di Amerika Serikat secara gratis selama hampir satu tahun penuh.

Peluang Emas yang Diperebutkan Ribuan Siswa

Menjadi bagian dari program YES bukanlah perkara mudah. Setiap tahunnya, program ini menarik minat sekitar 7.000 pendaftar dari berbagai wilayah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, proses seleksi nasional yang ketat hanya menyaring sekitar 100 finalis, hingga akhirnya terpilih antara 50 sampai 80 siswa saja yang berhak berangkat.

Sari Tjakrawiralaksana, Program Manager Bina Antarbudaya, menjelaskan bahwa proses rekrutmen dilakukan secara transparan dan menjangkau berbagai pelosok daerah melalui jaringan 20 kantor cabang atau chapter yang tersebar dari wilayah Indonesia barat hingga timur. Sosialisasi program juga dilakukan secara masif, mulai dari kunjungan langsung ke sekolah-sekolah, kampanye media sosial, hingga pemanfaatan jaringan alumni yang kini jumlahnya mencapai hampir 2.000 orang.

Menjangkau Pelosok dan Santri Pesantren

Salah satu keunggulan program YES adalah komitmennya terhadap inklusivitas. Beasiswa ini tidak hanya ditujukan bagi siswa berprestasi di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau pelajar di daerah pelosok dengan latar belakang pendidikan yang sangat beragam.

Penerima beasiswa ini mencakup siswa dari SMA, SMK, madrasah aliyah, hingga santri dari berbagai pondok pesantren di seluruh Indonesia. Keberagaman ini diharapkan dapat mempresentasikan wajah Indonesia yang majemuk di mata masyarakat internasional.

Ketua Dewan Yayasan Bina Antarbudaya, Asmir Agoes, menekankan pentingnya peran program ini dalam mempertemukan pelajar Indonesia dengan warga dunia. Interaksi ini tidak hanya memperluas wawasan global para siswa, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan antardaerah saat mereka kembali ke tanah air.

Pengalaman Hidup 10 Bulan di Amerika Serikat

Selama 10 bulan di Amerika Serikat, para peserta mendapatkan fasilitas penuh untuk tinggal bersama keluarga angkat (host family) setempat. Mereka juga bersekolah di sekolah menengah negeri (public school) setempat, yang memberikan pengalaman langsung mengenai sistem pendidikan dan budaya sehari-hari di sana.

Setelah menyelesaikan program dan kembali ke Indonesia, para alumni didorong untuk aktif membagikan ilmu dan pengalaman mereka. Mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar, membantu memperluas wawasan global masyarakat di daerah asal masing-masing, serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan edukasi.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait