Avanza dikenal sebagai mobil sejuta umat — populasinya besar dan perawatannya relatif mudah. Daripada selalu ke bengkel, tune up ringan sebenarnya bisa dikerjakan sendiri di rumah dengan alat yang sederhana. Berikut panduan lengkapnya langkah demi langkah.

1. Bersihkan filter udara

Buka klem rumah filter udara, angkat filternya, dan bersihkan. Singkirkan dulu filternya untuk sementara.

2. Periksa, bersihkan, dan setel busi

Lepas tutup dan rumah filter udara menggunakan kunci sok 10 (ada empat baut). Setelah terangkat, akan terlihat empat koil — lepas soketnya, lalu lepas koilnya dengan kunci sok 10. Selanjutnya lepas keempat busi menggunakan kunci busi ukuran 16. Kondisinya biasanya sangat kotor.

Rendam busi dalam cairan carbon cleaner agar keraknya lenyap. Cairan ini juga bisa dipakai untuk gurah mesin — berbahan water-based sehingga aman untuk karet-karet dan tidak mudah terbakar. Awalnya transparan, cairannya akan berubah menjadi hitam pekat pertanda kotoran terangkat. Setelah direndam, bilas busi dengan air, lalu setel celah busi sekitar 0,8 mm menggunakan feeler: kalau renggang dirapatkan, kalau sempit direnggangkan. Pasang kembali businya, lalu pasang soket koil dan pastikan terdengar bunyi klik.

3. Cek sistem radiator

Buka tutup radiator saat mesin sudah dingin — jangan saat panas karena bisa menyembur. Periksa kebocoran menggunakan radiator tester: pasang adaptor, pompa sampai batas normal, dan amati apakah ada kebocoran. Kalau ada, segera perbaiki ke tukang radiator, jangan dibiarkan. Jika tidak ada kebocoran, berarti sistem cukup aman.

4. Cek tutup radiator

Periksa secara visual: karet yang getas-getas, berkarat, atau sangat kotor adalah tanda tutup sudah jelek dan perlu diganti. Untuk pengecekan tekanannya bisa menggunakan radiator cap tester.

5. Cek fan belt

Periksa permukaan belt: apakah retak-retak atau sudah aus. Untuk kekencangannya, tekan belt — rentang defleksinya sekitar 10 mm (tekan ke dalam lalu keluar).

6. Cek aki

Periksa terminal aki: kalau kotor dibersihkan, kalau berkerak bisa disiram air panas. Cek jumlah air aki — ada batas lower dan upper level, isi di antaranya dan jangan sampai melebihi. Periksa juga body aki: kalau menggembung, itu tanda aki sudah lemah.

7. Cek cairan-cairan lain

Cek minyak rem — ada batasnya, tambahkan sampai max; kalau minyaknya sudah jelek lebih baik diganti. Cek minyak power steering — kalau sudah kotor sebaiknya diganti. Terakhir, cek air wiper dan tambahkan kalau kurang.

8. Bersihkan throttle body

Hidupkan mesin, lalu semprotkan carburetor cleaner ke lubang throttle body. Kotoran karbon dan sisa-sisa pembakaran akan luntur.

9. Pasang kembali filter udara

Matikan mesin, pasang filter udara, dan pastikan seal-nya rapat — jangan sampai terlipat atau terbuka karena debu bisa masuk ke ruang mesin. Pasang covernya dan kencangkan keempat klemnya.

10. Scan sistem elektronik

Hubungkan scanner ke soket OBD, pilih tipe dan jenis kendaraan, lalu cek trouble code — apakah ada masalah pada sensor maupun aktuator. Jika tidak ada, berarti sistem elektronik beres.

Langkah terakhir: additive engine tune up

Sebagai sentuhan akhir, tuangkan cairan Top 1 Evolve Engine Tune Up ke tangki bensin, lalu isi bensin sampai penuh. Cairan ini membuat mesin terasa lebih enteng, lebih bertenaga, dan suaranya lebih halus — sekaligus membuat bahan bakar lebih irit. Idealnya digunakan setiap 5.000 km atau setiap servis/ganti oli. Sebagai info, selama masa promosi, penggantian oli menggunakan oli Top 1 mendapatkan gratis Top 1 Evolve Engine Tune Up senilai Rp160.000.

Itulah sepuluh langkah tune up yang bisa dikerjakan sendiri tanpa harus selalu ke bengkel. Dengan alat sederhana dan sedikit ketelitian, mobil kesayangan tetap prima sekaligus menghemat pengeluaran. Selamat mencoba, dan salam otomotif!