Breaking
Memuat breaking news...

Strategi Donald Trump Dekati CEO Nvidia Jensen Huang demi Ambisi Teknologi Amerika

Qaplo
Qaplo
Jumat, 19 Juni 2026 - 6.22 AM WIB
Strategi Donald Trump Dekati CEO Nvidia Jensen Huang demi Ambisi Teknologi Amerika
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA — Hubungan antara penguasa politik dan raksasa teknologi global kini semakin cair. CEO Nvidia, Jensen Huang, baru-baru ini mengungkap kedekatan hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Huang membeberkan bahwa Trump kerap menghubunginya langsung pada tengah malam untuk mendiskusikan berbagai isu strategis nasional.

Percakapan larut malam tersebut bukan sekadar obrolan biasa. Menurut Huang, topik yang dibahas selalu berkisar pada penguatan industri domestik, penciptaan lapangan kerja, keamanan nasional, hingga ambisi Amerika Serikat untuk memenangkan persaingan teknologi global.

"Dia menelepon saya di tengah malam dan ingin berbicara tentang salah satu topik itu," ujar Huang dalam wawancara bersama Associated Press, seperti dikutip dari Fortune, Kamis (18/6/2026).

Berawal dari Makan Malam di Mar-a-Lago

Hubungan intensif kedua tokoh ini bermula tahun lalu. Saat itu, Huang sedang berada di Florida untuk menerima penghargaan Edison Achievement Award atas kontribusinya dalam pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Trump kemudian mengundangnya untuk makan malam di Mar-a-Lago, resor sekaligus kediaman pribadi Trump di Florida.

Huang memenuhi undangan tersebut bersama istrinya, Lori. Pertemuan pertama itu langsung meninggalkan kesan kuat bagi bos perusahaan cip bernilai miliaran dolar tersebut. Huang menilai Trump sebagai sosok yang karismatik dan memiliki ketertarikan besar pada perkembangan industri.

Sejak pertemuan di Mar-a-Lago, komunikasi keduanya berlanjut ke tingkat yang lebih intens. Trump bahkan beberapa kali melibatkan Huang dalam agenda penting, termasuk mengajaknya dalam kunjungan luar negeri. Dalam laporan terbaru, Trump bahkan meminta pesawat kepresidenan Air Force One untuk menjemput Huang di Alaska saat dalam perjalanan menuju kunjungan kenegaraan ke China.

Menuai Kritik Politik dari Senat

Langkah Trump merangkul bos Nvidia ini tidak lepas dari sorotan tajam di dalam negeri. Kedekatan tersebut memicu kritik dari kubu oposisi, salah satunya Senator dari Partai Demokrat, Elizabeth Warren.

Warren mempertanyakan prioritas Huang yang dinilai menghindari sidang komite Senat, namun memiliki waktu untuk menghadiri jamuan makan malam eksklusif di Mar-a-Lago. Acara makan malam di kediaman Trump tersebut diklaim oleh kritikus memiliki nilai penggalangan dana yang fantastis, mencapai US$1 juta atau sekitar Rp16,4 miliar per kursi. Hingga kini, pihak panitia maupun perwakilan Trump belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rincian angka tersebut.

Posisi Nvidia di Tengah Polarisasi Global

Nvidia saat ini berada di posisi krusial dalam geopolitik global. Sebagai produsen utama cip dan kartu grafis (GPU) yang menjadi otak dari teknologi kecerdasan buatan modern, kebijakan Nvidia sangat memengaruhi peta persaingan teknologi antara Barat dan Asia, khususnya China.

Bagi Amerika Serikat, mengamankan kendali atas teknologi Nvidia adalah bagian dari strategi keamanan nasional demi mencegah kebocoran teknologi mutakhir ke negara rival.

Menanggapi dinamika politik yang menyeret namanya, Jensen Huang bersikap pragmatis. Ia menegaskan bahwa dukungannya didasarkan pada kepentingan nasional negara, bukan pada figur politik tertentu.

"Kita mungkin berbeda dalam pandangan politik, tetapi kita harus ingin dia (Presiden) berhasil. Sebab ketika Presiden Trump berhasil, negara kita juga berhasil," pungkas Huang.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait