Spider-Man: Brand New Day, Resmi Pecahkan Rekor Sepanjang Sejarah Box Office

"Spider-Man: Brand New Day" garapan Sony Pictures dan Marvel, yang sempat diperkirakan hanya finis di posisi kedua sepanjang sejarah akhir pekan Hollywood, akhirnya benar-benar menggeser "Avengers: Endgame" dari takhtanya.
Menurut angka final yang dirilis Senin (3/8), film terbaru Tom Holland sebagai Spider-Man ini meraup US$360 juta di box office domestik Amerika Utara sepanjang akhir pekan pembukaannya—melampaui rekor US$357,1 juta yang sebelumnya dipegang "Avengers: Endgame" sejak 2019.
Estimasi awal yang beredar Minggu, sebesar US$355 juta, sempat membuat film ini "hanya" diperkirakan finis tipis di bawah Endgame. Namun begitu penjualan tiket hari Minggu benar-benar dihitung, angkanya justru melampaui proyeksi awal, mendorong totalnya naik menjadi US$360 juta dan resmi mencatatkan sejarah baru.
Rilis Perdana yang Memecahkan Rekor di Segala Lini
"Brand New Day" tayang hampir lima tahun sejak film Spider-Man terakhir, dan langsung disambut animo luar biasa di 4.487 layar bioskop Amerika Utara. Penjualan tiket pratayang Kamis malam saja sudah mencetak rekor senilai US$72 juta, melampaui rekor pratayang Endgame yang sebelumnya bertengger di angka US$60 juta. Hari Jumatnya pun tak kalah spektakuler, dengan raihan sekitar US$168 juta—juga melampaui rekor hari pembukaan Endgame.
Di skala global, film ini meraup US$932 juta di seluruh dunia sepanjang akhir pekan pembukaannya, menjadikannya bukaan global terbesar kedua sepanjang masa. Hanya "Avengers: Endgame" yang masih unggul jauh di depan, dengan raihan bukaan global sebesar US$1,223 miliar pada 2019 lalu. Sebagai pembanding, pendahulunya, "Spider-Man: No Way Home," dulu membuka dengan US$260 juta di pasar domestik saja.
Chris Colombo, pendiri firma analitik box office Brighter Path, menyebut pencapaian ini sebagai "badai sempurna" bagi sebuah film blockbuster. Menurutnya, film ini punya kombinasi lengkap: kekayaan intelektual yang sudah dikenal luas, karakter ikonis, rasa takut ketinggalan (fear of missing out) di kalangan penonton, ditambah ulasan kritikus yang positif—situs Rotten Tomatoes sendiri mencatat skor kritikus sebesar 90 persen untuk film ini.
Uniknya, "Brand New Day" mencetak rekor-rekor ini tanpa tayang di layar IMAX sama sekali, karena slot IMAX sepanjang akhir pekan itu sudah dikuasai lebih dulu oleh "The Odyssey" garapan Christopher Nolan. Meski begitu, format premium lain justru mencatatkan rekor tersendiri berkat film ini: Dolby Cinema mencatat akhir pekan domestik terbaik sepanjang sejarahnya dengan pendapatan US$10 juta, sementara ScreenX dan 4DX—dua format bioskop premium milik CJ4DPlex—masing-masing mencetak rekor domestik baru senilai US$7 juta dan US$5,2 juta.
"The Odyssey" sendiri, yang merupakan adaptasi epos Yunani kuno berusia berabad-abad, masih terus menarik penonton meski sudah masuk pekan tayang ketiganya. Film ini meraup US$51 juta pada akhir pekan tersebut, mendorong total pendapatan globalnya menjadi US$721 juta.
Gabungan performa kedua film inilah yang mendorong akhir pekan tersebut menjadi akhir pekan box office domestik dengan pendapatan gabungan tertinggi sepanjang sejarah, dengan total sekitar US$430 juta dari seluruh film yang tayang—melampaui rekor gabungan sebelumnya yang juga dipegang akhir pekan pembukaan "Avengers: Endgame" senilai US$402 juta.
Di luar dua film utama tersebut, sejumlah rilisan lain turut menyumbang keramaian akhir pekan itu. "Toy Story 5" milik Disney finis di posisi ketiga dengan US$6,3 juta, disusul "Minions & Monsters" dari Universal (US$5,8 juta), versi live-action "Moana" dari Disney (US$5,3 juta), serta rekaman pertunjukan panggung "Hadestown: The Musical" dari Broadway (US$2,1 juta).
Menuju Target US$10 Miliar di 2026
Kepala tren pasar Rentrak, Paul Dergarabedian, menilai momentum ini membuka jalan bagi bulan Agustus yang sangat kuat, sekaligus meningkatkan peluang box office musim panas tahun ini menembus angka US$4 miliar. Sebagai perbandingan, sepanjang periode Mei hingga Labor Day tahun lalu, box office keseluruhan justru gagal mencapai ambang US$4 miliar tersebut—menyisakan 2023 sebagai satu-satunya tahun pascapandemi yang berhasil menembus capaian itu.
Dergarabedian bahkan menilai target box office tahunan sebesar US$10 miliar bukan mustahil untuk dicapai sepanjang 2026. Sejauh tahun berjalan, box office domestik sudah mengumpulkan US$6,19 miliar—naik hampir 15 persen dibanding periode yang sama tahun 2025, menurut data Rentrak.
Bos Sony Pictures, Tom Rothman, mengaku pencapaian ini terasa sangat memuaskan bagi timnya, sementara produser Marvel, Kevin Feige, menyebut sambutan penonton di seluruh dunia sebagai bukti bahwa film ini berhasil dinikmati sebagaimana mestinya di layar lebar.
Dengan rekor baru ini di tangan, Hollywood kini menatap sisa musim panas dengan optimisme yang jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda