Breaking
Memuat breaking news...

Sering Nyeri Lutut dan Punggung? Terapi Stem Cell Kini Jadi Pilihan Regenerasi Tulang

Qaplo
Qaplo
Minggu, 21 Juni 2026 - 10.09 AM WIB
Sering Nyeri Lutut dan Punggung? Terapi Stem Cell Kini Jadi Pilihan Regenerasi Tulang
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

QAPLO - Seiring bertambahnya usia, tidak sedikit orang tua yang mulai mengeluhkan rasa nyeri pada lutut, pinggang, hingga punggung. Rasa tidak nyaman ini sering kali dianggap sebagai konsekuensi wajar dari penuaan. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, gangguan kesehatan tulang dan sendi ini dapat menurunkan kualitas hidup serta membatasi aktivitas bersama keluarga.

Tantangan Osteoporosis yang Kerap Mengintai Tanpa Disadari

Salah satu pemicu utama nyeri tubuh pada usia dewasa adalah osteoporosis, yaitu kondisi penurunan kepadatan yang membuat tulang menjadi lebih rapuh dan rentan patah. Gejala penurunan fungsi tulang ini sering kali sulit dideteksi sejak awal karena rasa sakitnya tidak terpusat pada satu titik saja.

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, dr. Auliya Akbar, Sp.OT, menjelaskan bahwa keluhan akibat osteoporosis bisa menyebar ke berbagai area tubuh. Pasien kerap merasakan nyeri di punggung, panggul, bahkan hingga ke seluruh badan, sehingga sumber nyeri utamanya sering kali sulit dipastikan tanpa pemeriksaan medis.

Untuk mencegah kondisi ini memburuk, langkah pencegahan sejak dini sangat dianjurkan. Selain menjaga pola makan sehat yang kaya kalsium dan vitamin D, olahraga rutin serta menjaga berat badan ideal tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kekuatan tulang.

Terapi Stem Cell sebagai Solusi Regeneratif Modern

Seiring dengan perkembangan teknologi medis, kini hadir pilihan terapi regeneratif berbasis sel punca atau stem cell untuk membantu memulihkan jaringan tubuh yang rusak. Di bidang ortopedi, terapi ini dirancang untuk merangsang proses perbaikan alami pada jaringan seperti tulang rawan, tendon, ligamen, hingga struktur tulang itu sendiri.

Dalam acara peluncuran layanan stem cell di Brawijaya Hospital beberapa waktu lalu, dr. Auliya memaparkan bahwa pendekatan medis modern ini diharapkan dapat berjalan beriringan dengan terapi konvensional yang sudah ada.

Melalui metode ini, penanganan dilakukan secara sinergis. Terapi dari luar diberikan sesuai kebutuhan spesifik pasien, sementara stimulasi dari dalam tubuh dipicu melalui regenerasi sel guna mempercepat pemulihan jaringan yang rusak.

Bukan Solusi Instan, Tetap Butuh Pemeriksaan Medis

Meskipun menawarkan potensi pemulihan yang menjanjikan, terapi stem cell bukanlah sebuah jalan pintas yang instan. Setiap pasien wajib menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kelayakan kondisi fisik mereka sebelum menjalani prosedur ini.

Keberhasilan terapi regeneratif ini sangat bergantung pada diagnosis yang akurat dan penyesuaian dengan kondisi medis masing-masing individu. Oleh karena itu, konsultasi mendalam dengan dokter spesialis tetap menjadi langkah wajib yang harus ditempuh.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan tulang dan sendi bukan sekadar tentang bebas dari rasa sakit, melainkan upaya agar orang tua tetap dapat mendampingi tumbuh kembang anak secara aktif tanpa terhalang oleh keterbatasan gerak fisik.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait