Breaking
Memuat breaking news...

Sentimen Investor Berubah: Apple Geser Nvidia Jadi Korporasi Paling Berharga di Dunia

Qaplo
Qaplo
Senin, 20 Juli 2026 - 8.29 PM WIB
Sentimen Investor Berubah: Apple Geser Nvidia Jadi Korporasi Paling Berharga di Dunia
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA - Peta persaingan raksasa teknologi dunia kembali bergeser secara dramatis. Apple berhasil merebut kembali posisinya sebagai perusahaan paling bernilai di dunia setelah mendepak produsen chip kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Nvidia. Pergeseran ini terjadi menyusul melemahnya harga saham Nvidia sebesar 3,5 persen pada perdagangan Jumat (17/7) pekan lalu, yang dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran para pelaku pasar Wall Street terhadap fenomena "gelembung" (bubble) industri AI.

Berdasarkan data perdagangan terakhir, kapitalisasi pasar Apple kokoh berdiri di angka US$4,88 triliun berkat pergerakan saham yang stabil. Sementara itu, valuasi Nvidia tergelincir ke angka US$4,86 triliun. Kembalinya posisi puncak ke tangan Apple ini merupakan momen pertama bagi produsen iPhone tersebut sejak April tahun lalu, sekaligus menandakan perubahan peta investasi global yang mulai menghindari volatilitas tinggi dari emiten penyedia infrastruktur AI.

Para investor kini dilaporkan mulai realistis dan selektif. Selama hampir setahun terakhir, Nvidia menikmati lonjakan valuasi luar biasa berkat permintaan masif atas cip canggih penggerak teknologi AI. Namun, kecemasan mulai muncul karena biaya pengembangan ekosistem AI terlampau mahal, sedangkan keuntungan riil atau imbal balik komersial dari teknologi tersebut bagi sebagian besar perusahaan teknologi dinilai belum terlalu jelas dan cenderung spekulatif.

Menariknya, Apple yang awalnya sempat dinilai lambat dan tertinggal dalam perlombaan AI justru kini memetik keuntungan strategis. Pendekatan Apple yang tidak jor-joran membakar uang demi membangun model bahasa besar (Large Language Model) dari nol kini dinilai sebagai keputusan yang tepat oleh pasar finansial.

"Apple tidak terlalu terekspos dengan belanja pengembangan model yang intens, serta memiliki posisi yang lebih baik dalam memonetisasi AI melalui layanan, pengembangan ekosistem, dan pembaruan perangkat keras (hardware)," ungkap Toni Meadows, Kepala Investasi di BRI Wealth Management, seperti dikutip dari Reuters, Senin (20/7/2026).

Meadows menambahkan bahwa perubahan peringkat ini mencerminkan optimisme investor pada bisnis yang mampu meraup pendapatan nyata, bukan sekadar bertumpu pada euforia tren yang spekulatif.

Pencapaian ini sekaligus menjadi catatan manis bagi masa-masa akhir kepemimpinan CEO Apple, Tim Cook. Seperti diketahui, Cook dijadwalkan melepaskan jabatannya sebagai nakhoda Apple pada September mendatang dan akan digantikan oleh John Ternus. Langkah strategis Cook sebelum lengser salah satunya ditunjukkan lewat peluncuran versi terbaru asisten pintar Siri bulan lalu. Pembaruan fitur Siri ini dirancang khusus untuk memangkas jarak kemampuan dengan para kompetitor besar (Big Tech) serta startup AI generasi baru.

Para analis menilai Apple sebenarnya duduk di atas "tambang emas" data personal pengguna yang tersimpan di ratusan juta perangkat iPhone di seluruh dunia. Data historis ini diyakini mampu membuat performa Siri jauh lebih kontekstual dan mumpuni dibanding robot AI lainnya. Tantangan utama bagi Apple ke depan adalah bagaimana mengolah potensi data raksasa tersebut tanpa melanggar komitmen ketat terkait privasi keamanan pengguna yang selama ini menjadi nilai jual utama sistem operasi mereka.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait