Samsung PHK Ratusan Karyawan di AS Bersamaan dengan Pemindahan Kantor Pusat ke TexasSamsung PHK Ratusan Karyawan di AS Bersamaan dengan Pemindahan Kantor Pusat ke Texas

JAKARTA - Samsung Electronics memangkas ratusan pekerjaan di Amerika Serikat, bertepatan dengan rencana perusahaan memindahkan kantor pusat divisi elektronik konsumennya dari Englewood Cliffs, New Jersey, ke Plano, Texas. Kabar ini dikonfirmasi Samsung dalam pernyataan kepada Reuters pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat, atau Senin (20/7/2026) WIB.
Menurut dokumen perusahaan, sebanyak 739 posisi di kantor Samsung Electronics America (SEA) di New Jersey terdampak langsung oleh rencana relokasi tersebut. Sebagian besar karyawan yang terdampak ditawari paket pemindahan ke Texas, tetapi tidak sedikit pula yang harus kehilangan pekerjaan tanpa opsi tersebut.
Di Texas sendiri, sekitar 100 karyawan di kantor SEA Plano ikut terkena PHK, termasuk staf dari divisi mobile. Samsung menyebut langkah ini sebagai "pengurangan tenaga kerja di seluruh perusahaan" yang berdampak signifikan, tanpa merinci angka pastinya.
SEA sendiri merupakan unit yang mengurus bisnis elektronik konsumen Samsung, terpisah dari divisi semikonduktor atau chip. Artinya, PHK ini tidak menyentuh bisnis chip Samsung yang justru sedang berada di puncak performanya — kontras yang menjadi sorotan utama dari kasus ini.
Kabar PHK ini muncul bersamaan dengan proyeksi lonjakan laba divisi semikonduktor Samsung hingga 19 kali lipat pada kuartal II 2026, didorong permintaan chip untuk kecerdasan buatan (AI) yang meroket. Samsung bahkan telah mengumumkan rencana investasi ratusan miliar dolar AS untuk membangun pabrik chip baru demi mengejar permintaan tersebut.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan divisi mobile Samsung, yang diperkirakan mencatat kerugian untuk pertama kalinya, menurut laporan Reuters. Tekanan datang dari dua arah: persaingan yang semakin ketat dengan Apple di pasar ponsel pintar, serta gempuran produsen China seperti TCL dan Hisense yang terus menggerus pangsa pasar televisi dan peralatan rumah tangga Samsung secara global.
Di sisi lain, lonjakan harga chip akibat boom AI justru menjadi beban tambahan bagi lini bisnis elektronik konsumen Samsung, yang membutuhkan komponen tersebut untuk memproduksi perangkatnya sendiri.
Keputusan memindahkan kantor pusat ini terbilang mengejutkan, mengingat kantor SEA di Englewood Cliffs baru saja diresmikan dengan acara seremonial kurang dari setahun lalu. Total ada sekitar 1.200 karyawan yang bekerja di kantor New Jersey tersebut sebelum PHK diumumkan.
Dalam pernyataannya, Samsung menyebut pemindahan kantor pusat ini "dapat menyebabkan perubahan dalam struktur tenaga kerja kami, seperti karyawan yang tidak dapat pindah, atau fungsi tertentu yang dioptimalkan untuk memastikan peran kami selaras dengan prioritas bisnis utama."
Secara total, Samsung Electronics tercatat memiliki 11.770 karyawan di Amerika Serikat hingga akhir 2025, termasuk pekerja di divisi chip yang tidak terdampak PHK kali ini.
Gelombang PHK ini memicu kekhawatiran di internal karyawan bahwa langkah pengurangan tenaga kerja akan berlanjut, terutama menyasar divisi peralatan rumah tangga, hiburan rumah, dan mobile yang tengah tertekan. Namun, Samsung membantah bahwa perusahaan sedang menjalankan restrukturisasi besar-besaran secara global di lini bisnis produk konsumennya.
PHK juga merambat ke afiliasi Samsung di bidang teknologi informasi, Samsung SDS America, yang sebelumnya telah memberi tahu adanya potensi pemangkasan 179 posisi di Ridgefield Park, New Jersey. Samsung menjelaskan bahwa perubahan di SDS America berkaitan dengan pemindahan kantor pusat regional Amerika Utara, dan disebut tidak berhubungan dengan PHK maupun restrukturisasi.
PHK Samsung ini menjadi salah satu contoh paling nyata bagaimana ledakan bisnis chip AI justru menciptakan dua wajah berbeda dalam satu perusahaan yang sama: divisi chip menikmati laba berlipat-lipat, sementara divisi yang memproduksi barang untuk konsumen sehari-hari harus memangkas karyawan demi bertahan.
Pekerja teknologi di Amerika Serikat bisa membaca kasus ini sebagai sinyal bahwa transformasi bisnis menuju AI tidak selalu berarti penambahan lapangan kerja secara merata — sejumlah divisi mendapat keuntungan besar, sementara divisi lain justru mengorbankan tenaga kerjanya.
Sementara itu, konsumen perlu memperhatikan bahwa tekanan pada divisi elektronik konsumen Samsung berpotensi memengaruhi strategi harga maupun lini produk perusahaan ke depan, terutama di kategori ponsel, televisi, dan peralatan rumah tangga yang persaingannya kian ketat.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda