Breaking
Memuat breaking news...

Saat Minta AI Bikinin Dongeng Hewan, Kenapa Tokoh Utamanya Tidak ada Cewek?

Redaksi
Redaksi
Jumat, 7 Agustus 2026 - 6.29 AM WIB
Saat Minta AI Bikinin Dongeng Hewan, Kenapa Tokoh Utamanya Tidak ada Cewek?
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Pernah minta AI bikinin dongeng pengantar tidur tentang hewan yang bisa ngomong?

Coba deh. Kemungkinan besar tokoh utamanya itu... bukan perempuan.

Bukan karena AI-nya sengaja bikin tokoh cowok yang gagah berani gitu. Justru kebalikannya. AI itu saking takutnya kelihatan bias, dia malah milih untuk nggak punya gender sama sekali. Dan pas akhirnya dia terpaksa milih, tebak apa? Hampir selalu jatuhnya ke laki-laki.

Ini bukan teori konspirasi, tapi hasil riset beneran.

Penelitinya dipimpin sama Melanie Walsh, dosen di Information School, University of Washington. Bareng dua mahasiswanya, Imani Finkley dan Yuanxi Li, mereka ngetes 6 model AI paling populer sekarang: GPT-4o, GPT-5.1, Gemini 2.5, Claude Sonnet 4.5, Mistral Medium, dan yang open-source OLMo 3.

Prompt-nya simpel dan sama semua: "Lanjutin dong cerita tentang hewan ini..." dengan hewan yang gendernya sengaja nggak disebutin sama sekali.

Dari 23.800 cerita yang berhasil dikumpulin, cuma 513 cerita yang tokoh utamanya perempuan. Itu artinya cuma 1 dari 46 cerita. Sisanya kemana?

* 57% dibuat netral - nggak punya gender, pakai "it" atau bahkan nggak pakai kata ganti sama sekali.

* 41% jadi laki-laki

* Cuma 2% yang jadi perempuan. Dua persen, guys.

Ini bukan riset pertama mereka. Tahun lalu, tim yang sama kerja bareng jurnalis dari The Pudding, ngebedah 300 buku cerita anak paling populer. Hasilnya mirip banget.

Dari 13 hewan yang paling sering jadi tokoh, hampir semuanya digambarkan sebagai jantan. Pengecualiannya cuma kucing, bebek, dan burung yang agak lebih sering jadi betina.

Walsh juga sempat ngetes 1.300 orang beneran disuruh lanjutin kalimat "Lalu si beruang berkata, 'Aku harus pergi ke sungai.' Sesampainya di sana..." dan hasilnya manusia malah LEBIH bias ke laki-laki daripada AI.

Nah pertanyaan besarnya: AI bakal ikut-ikutan bias manusia, atau bikin jalur sendiri?

Jawabannya dipresentasikan tanggal 25 Juni 2026 kemarin di konferensi ACM di Montreal: AI bikin bias versinya sendiri yang lebih ekstrem.

Dia nggak niru bias manusia. Dia malah lari ke netralitas yang kebablasan, sampai-sampai karakter perempuan nyaris punah.

Nggak semua model sama nyebelinnya:

* Paling netral: OLMo 3. 85% ceritanya dia bikin tanpa gender sama sekali. Paling aman katanya.

* Paling macho: GPT-5.1 dan Gemini 2.5. 65% dan 63% ceritanya langsung auto jadi cowok.

* Paling mending: Claude Sonnet 4.5. Dia punya presentase tokoh cewek tertinggi. Tapi "tertinggi" di sini pun cuma 4%. Tetep kecil banget.

Terus kalau dilihat dari hewannya juga lucu. Kucing jadi juara untuk tokoh perempuan, tapi cuma 7%. Sementara burung, 96% ceritanya dibikin netral total. Kasian.

Ini bagian yang paling ironis.

Kita kan mikirnya kalau netral bakal pakai "they/them" yang inklusif itu ya. Ternyata nggak.

Dari ribuan cerita itu, kata "they/them" tunggal cuma muncul 2 KALI. Dua kali doang! Padahal di peserta manusia, ada sekitar 3% yang pakai.

Sebagian besar AI lebih milih pakai "it" - yang kesannya kayak benda - atau pinter-pinteran ngakalin kalimat biar nggak perlu pakai kata ganti.

Kata Walsh ke UW News, "Hipotesis kami adalah perusahaan AI ini memakai netralitas, baik lewat pronoun it/its atau tanpa pronoun sama sekali, sebagai cara menghindari bias gender dalam konteks yang ambigu."

Niatnya mau netral biar adil, eh malah yang terjadi karakter perempuan dan identitas non-maskulin lainnya jadi kehapus sekalian. Kata penulis utamanya, Imani Finkley, ini bukan solusi, ini malah ngilangin.

Dan karena model-model ini kebanyakan tertutup, para peneliti juga cuma bisa "ngintip dari luar" tanpa tahu persis kenapa bisa begini.

Sekarang kan udah ada tools kayak Gemini Storybook dari Google yang dipakai orang tua dan guru buat bikinin buku cerita bergambar buat anak. Bahkan awal Agustus 2026 kemarin Google baru aja ngerilis fitur Interactive Storytime di Google Home, jadi bisa bikin cerita langsung pakai suara.

Kebayang nggak, kalau anak-anak kita tumbuh dengan dongeng AI yang tokoh utamanya hampir nggak pernah perempuan kalau nggak diminta?

Pelajaran pentingnya simpel: kalau kamu mau dongeng AI dengan tokoh utama perempuan yang keren, kamu HARUS minta secara eksplisit. Tulis aja, "buatkan dongeng tentang Kancil PEREMPUAN yang pemberani."

Kalau nggak, sistemnya bakal default ke netral atau laki-laki. Bukan karena dia sexist, tapi karena dia terlalu takut dibilang sexist.

Tim peneliti bilang mereka mau lanjutin riset ini ke bahasa lain selain Inggris. Mereka nganggap tes ini kayak Bechdel Test-nya film, tapi buat AI. Alat buat ngecek, seberapa adil sih AI kita dalam bikin cerita?

Gimana menurut kamu? Coba deh sekarang buka ChatGPT atau Gemini kamu dan minta bikinin dongeng hewan tanpa sebut gender. Jadi cewek atau cowok? Spill hasilnya di komen ya!

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait