Review Suzuki Across: Praktis buat Harian, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Tidak semua mobil butuh waktu lama untuk dikenali. Suzuki Across termasuk salah satu yang begitu — setelah dijajal berkendara di wilayah KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, mobil ini terbukti mudah dipahami tanpa perlu belajar berbagai tombol atau menu rumit lebih dulu.
Catatan penting: uji coba ini dilakukan di pasar Afrika Selatan, sehingga spesifikasi dan ketersediaan model bisa berbeda dari yang beredar di Indonesia.
Dari segi desain, Suzuki Across tampil bersih dan modern. Bodinya halus dengan sedikit lekukan di bagian samping supaya tidak terlihat polos. Bagian depan memakai lampu utama LED tipis dengan proyektor serta lampu harian (daytime running light) yang menyatu lewat garis krom di gril. Ada juga intake udara lebar di bagian bawah dan pelindung bawah (underguard) bergaya aluminium yang menambah kesan tangguh.
Bagian bawah bodi dan sekitar spakbor dilapisi cladding hitam — semacam pelindung tambahan agar cat mobil tidak gampang tergores kerikil atau kotoran jalan. Pelek alloy 17 inci yang digunakan pun dinilai pas dengan proporsi bodi mobil.
Di dalam kabin, desainnya juga tidak ramai. Dasbor bertingkat tiga, jahitan halus, dan sentuhan krom jadi ciri utamanya. Yang menarik, tombol-tombol pengaturan diletakkan di tempat yang mudah ditebak — sesuatu yang makin jarang ditemui karena banyak mobil sekarang memasukkan hampir semua fungsi ke layar sentuh. Satu catatan minus: Suzuki Across ini belum mendukung Android Auto nirkabel (wireless).
Fitur teknologi lain yang disematkan meliputi:
- Panel instrumen digital 10,25 inci dan layar hiburan (infotainment) sentuh 10,1 inci yang disebut mudah dioperasikan
- Kamera mundur dan sensor parkir belakang
- Cruise control
- Empat port USB-C
- Bantalan pengisian daya nirkabel (wireless charging)
Untuk kepraktisan sehari-hari, tersedia tempat cangkir dan botol minum di depan maupun belakang, konsol tengah yang lega, serta jok belakang yang bisa dilipat terpisah dengan rasio 60:40 untuk menambah ruang bagasi. Ada pula sarung tangan (glovebox) yang dilengkapi lampu dan soket 12V di bagasi — detail kecil yang terdengar sepele tapi terasa berguna dalam pemakaian nyata.
Varian tertinggi, GLX, menambahkan sentuhan yang lebih premium: jok berbahan kulit sintetis dengan jahitan warna tembaga, kursi depan berventilasi, head-up display (tampilan informasi di kaca depan), sistem audio Harman Infinity, kamera 360 derajat, dan lampu ambient 64 warna. Ada juga sunroof kaca panoramik yang membuat kabin terasa lebih lapang.
Dari sisi keselamatan, GLX dibekali cukup lengkap — enam airbag, sistem stabilitas standar, plus rangkaian fitur bantuan berkendara seperti cruise control adaptif, pengereman darurat otomatis (autonomous emergency braking), lane keep assist (penjaga jalur), pemantau titik buta (blind spot monitoring), dan peringatan lalu lintas silang saat mundur (rear cross traffic alert).
Untuk urusan berkendara, tenaga disalurkan lewat transmisi otomatis enam percepatan yang menurut hasil uji coba bisa terasa agak lamban ketika mobil membawa banyak muatan. Di jalan, Across dinilai nyaman dan mudah dikendalikan — pengemudi tidak perlu banyak usaha selain fokus menyetir.
Hasil uji coba menyebutkan konsumsi bahan bakar Suzuki Across GLX ini lebih boros dibanding model Suzuki lain, dengan angka 8,1 liter per 100 kilometer yang disebut sendiri sebagai "kejutan" oleh penguji.
Secara keseluruhan, Suzuki Across digambarkan sebagai SUV yang tidak macam-macam: praktis, nyaman, cukup lengkap fiturnya, dan dirancang untuk kebutuhan harian tanpa banyak "teater" atau kejutan berlebihan dari sisi teknologi. Yang perlu dicermati pembaca adalah klaim soal efisiensi bahan bakarnya, karena data konsumsi BBM yang disebutkan justru berlawanan dengan label "ekonomis" yang diberikan di akhir ulasan.
Perlu diingat pula, ulasan ini berbasis uji coba di Afrika Selatan, sehingga pembaca di Indonesia sebaiknya mengecek langsung ketersediaan dan spesifikasi resmi Suzuki Across di pasar lokal sebelum menjadikan tulisan ini sebagai acuan membeli.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda