Perjuangan Novi, Bocah Depok yang Tetap Raih Ranking 10 Besar meski Kerap NgamenPerjuangan Novi, Bocah Depok yang Tetap Raih Ranking 10 Besar meski Kerap Ngamen

DEPOK - Kisah perjuangan anak-anak yang harus membagi waktu antara membantu orang tua dan menuntut ilmu kembali menyita perhatian publik. Di Depok, Jawa Barat, seorang anak perempuan berusia 12 tahun bernama Novi membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak memadamkan semangat belajarnya. Meski sering absen sekolah karena harus menemani ibunya mengamen di jalanan, Novi tetap berhasil mempertahankan posisinya di peringkat 10 besar di kelas.
Terpaksa Turun ke Jalan demi Bertahan Hidup
Novi sebelumnya sempat viral di media sosial setelah terekam menggendong adiknya yang masih kecil sembari menemani sang ibu, Siti, mengamen di area Depok. Di balik aksi tersebut, ada cerita pilu tentang kondisi finansial keluarga yang mendadak terguncang.
Siti menceritakan bahwa keputusan membawa anak-anaknya ke jalan terpaksa diambil setelah suaminya mengalami kecelakaan sekitar setahun lalu. Akibat kecelakaan tersebut, sang suami mengalami patah tulang di bagian tangan dan tidak bisa lagi bekerja mencari nafkah. Di tengah himpitan biaya sewa kontrakan dan kebutuhan pengobatan suami, Siti harus memutar otak.
Awalnya, Siti mencoba menyambung hidup dengan menjadi badut jalanan. Ia kemudian belajar bermain gitar secara otodidak agar bisa mengamen demi memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Dampak Absensi terhadap Prestasi Sekolah
Di mata sang ibu, Novi dikenal sebagai anak yang ceria, aktif, dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Guru-guru di sekolahnya pun kerap memberikan penilaian positif terhadap kemampuan akademis Novi. Namun, aktivitas mengamen yang menyita waktu membuat Novi sering kali terpaksa bolos sekolah.
Siti mengakui bahwa seringnya Novi absen di kelas berdampak langsung pada prestasinya. Sebelum kondisi ekonomi keluarga memburuk, Novi biasanya selalu masuk dalam jajaran lima besar di kelasnya. Kini, peringkatnya sedikit menurun ke posisi sepuluh besar.
Sebagai orang tua, Siti merasa bersalah karena situasi ini memaksa Novi mengorbankan waktu belajarnya. Ia menyadari sepenuhnya bahwa pendidikan anak seharusnya menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikorbankan.
Impian Sederhana untuk Kembali Fokus Belajar
Novi sendiri memendam keinginan kuat untuk bisa kembali ke bangku sekolah sepenuhnya tanpa harus memikirkan beban di jalanan. Ia berharap kondisi keluarganya segera membaik agar ia bisa fokus belajar dan mengejar cita-citanya.
Harapan senada juga diungkapkan oleh Siti. Ia sangat mendambakan adanya bantuan modal usaha atau peluang kerja alternatif yang memungkinkannya bekerja tanpa harus membawa anak-anak ke jalanan. Dengan begitu, Novi dan adiknya bisa mendapatkan hak mereka untuk tumbuh dan belajar dengan layak, sementara sang suami dapat fokus pada pemulihan kesehatannya.

Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda