Breaking
Memuat breaking news...

Nilai CXMT Ditaksir Rp7.677 T di Pasar Kripto Jelang IPO Shanghai

Qaplo
Qaplo
Kamis, 23 Juli 2026 - 5.59 PM WIB
Nilai CXMT Ditaksir Rp7.677 T di Pasar Kripto Jelang IPO Shanghai
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

QAPLO - Produsen chip memori terbesar di China, ChangXin Memory Technologies (CXMT), belum resmi mencatatkan sahamnya di bursa efek, tapi nilai perusahaan ini sudah jadi bahan spekulasi hangat di pasar kripto. Lewat kontrak berjangka perpetual yang ditawarkan startup Trade.xyz di bursa derivatif terdesentralisasi Hyperliquid, investor dari seluruh dunia beramai-ramai menebak berapa sebenarnya harga saham CXMT begitu resmi melantai di Bursa Efek Shanghai, Senin (27/7/2026).

Pada Kamis (23/7/2026), kontrak yang melacak CXMT itu diperdagangkan di kisaran US$6,35 per saham, setelah sempat menyentuh puncaknya di US$8,60 beberapa hari sebelumnya. Angka ini mengimplikasikan kapitalisasi pasar CXMT sekitar US$425 miliar, atau setara 2,9 triliun yuan (Rp7.677 triliun). Nilai itu berpotensi menjadikan CXMT perusahaan tercatat paling bernilai di seluruh bursa saham China — bahkan melampaui Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), bank pelat merah yang selama ini menjadi perusahaan terbuka terbesar di China dengan kapitalisasi pasar sekitar 2,56 triliun yuan (Rp6.777 triliun). CXMT sendiri belum memberikan tanggapan atas spekulasi valuasi tersebut.

Bandingkan dengan harga penawaran resmi untuk IPO: 8,66 yuan (sekitar Rp22 ribu) per saham, yang memberi valuasi 579 miliar yuan (Rp1.532 triliun). Jauh dari angka fantastis di pasar kripto, tapi tetap cukup untuk menobatkan CXMT sebagai IPO terbesar sepanjang sejarah pasar STAR, papan bursa Shanghai yang khusus menaungi perusahaan berbasis teknologi.

Bagaimana Bisa Ada "Harga Saham" Sebelum IPO?

Instrumen yang dipakai investor untuk berspekulasi ini disebut kontrak berjangka perpetual (perpetual futures) — produk derivatif yang memungkinkan trader memasang taruhan terhadap pergerakan harga suatu aset, mulai dari kripto, komoditas, hingga saham, tanpa perlu benar-benar memiliki aset tersebut. Karena sifatnya murni spekulatif, angka yang muncul di Hyperliquid bisa jauh berbeda dari harga resmi yang nanti ditetapkan di bursa Shanghai.

Fenomena ini muncul karena IPO CXMT termasuk salah satu yang paling dinanti di dunia, sementara aksesnya sangat terbatas. Pasar STAR pada dasarnya tertutup bagi investor asing, dan bahkan investor ritel domestik pun harus memenuhi syarat berat: saldo rekening minimal 500.000 yuan dan pengalaman trading selama dua tahun. Bagi investor global yang tak bisa ikut membeli saham secara langsung, kontrak di Hyperliquid jadi jalan pintas untuk tetap mendapatkan eksposur terhadap CXMT.

"Pasar seperti ini tidak sedang menilai perusahaan tersebut. Pasar sedang memprediksi di harga berapa saham itu mungkin akan dibuka," kata Eric Chen, salah satu pendiri sekaligus CEO perusahaan keuangan Web3, Injective Labs, seperti dikutip dari CNBC International.

Menurut Chen, debut saham yang kuat sebenarnya sudah jadi ekspektasi wajar. Alasannya sederhana: pola penetapan harga IPO perusahaan China umumnya konservatif, sementara jumlah saham beredar awal (free float) terbatas. Yang membuat premi di Hyperliquid melambung jauh lebih tinggi adalah faktor lain — mayoritas investor global tak bisa mengakses saham dasarnya secara langsung, dan nyaris tidak ada instrumen likuid untuk short selling. Akibatnya, taksiran yang terbentuk cenderung hanya mencerminkan pandangan investor paling optimistis.

"Sebagian dari premi harga tersebut merupakan bentuk prediksi. Sebagian lainnya semata-mata mencerminkan harga yang bersedia dibayar pasar global untuk mendapatkan eksposur yang tidak bisa mereka peroleh secara langsung di pasar saham," ujar Chen.

Momentum di Tengah Siklus Emas Industri Chip Memori

Pencatatan saham CXMT — produsen chip DRAM terbesar keempat di dunia — berlangsung tepat saat industri memori global sedang mengalami siklus kenaikan yang disebut-sebut bersejarah. Lonjakan permintaan chip untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI), dibarengi kekurangan pasokan global, mengerek harga chip memori di seluruh industri dan membuat momentum IPO ini terasa lebih menjanjikan di mata investor.

Dari aksi korporasi ini, CXMT diperkirakan bakal menggalang dana hingga US$8,6 miliar (sekitar Rp154 triliun), menjadikannya IPO terbesar di kawasan Asia sepanjang tahun ini.

Yang perlu digarisbawahi pembaca: harga di Hyperliquid adalah hasil spekulasi pasar derivatif, bukan valuasi resmi yang disahkan otoritas bursa. Selisih tajam antara harga versi IPO resmi (Rp1.532 triliun) dan versi pasar kripto (Rp7.677 triliun) menunjukkan betapa besar jarak antara ekspektasi pasar global dan angka yang sesungguhnya berlaku di bursa.

Begitu saham CXMT resmi diperdagangkan di Shanghai pekan depan, publik akan segera tahu apakah optimisme para spekulan kripto ini terbukti benar — atau justru menjadi contoh lain bagaimana keterbatasan akses bisa memicu harga yang melambung jauh dari nilai wajar.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait