Breaking
Memuat breaking news...

Mobil Listrik vs Mobil Bensin, Mana yang Lebih Menguntungkan dalam Jangka Panjang?

Qaplo
Qaplo
Senin, 29 Juni 2026 - 8.59 AM WIB
Mobil Listrik vs Mobil Bensin, Mana yang Lebih Menguntungkan dalam Jangka Panjang?
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Mobil listrik semakin sering terlihat di jalan raya Indonesia. Dukungan pemerintah, bertambahnya pilihan model, serta meningkatnya kesadaran terhadap efisiensi energi membuat kendaraan listrik mulai menjadi alternatif bagi masyarakat yang sebelumnya bergantung pada mobil berbahan bakar bensin atau diesel.

Meski demikian, satu pertanyaan masih kerap muncul di kalangan calon pembeli: apakah mobil listrik benar-benar lebih hemat?

Pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab hanya dengan melihat biaya pengisian daya atau harga kendaraan semata. Untuk mengetahui tingkat kehematannya, konsumen perlu melihat seluruh biaya kepemilikan kendaraan, mulai dari harga beli, konsumsi energi, biaya perawatan, hingga nilai jual kembali.

Mengukur Kehematan Tidak Hanya dari Harga Energi

Banyak orang langsung membandingkan biaya mengisi baterai dengan biaya membeli bahan bakar. Padahal, kehematan kendaraan seharusnya dihitung menggunakan pendekatan Total Cost of Ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan.

Konsep ini mencakup seluruh pengeluaran selama kendaraan digunakan, antara lain:

  • Harga pembelian kendaraan.

  • Biaya energi atau bahan bakar.

  • Servis dan perawatan rutin.

  • Pajak kendaraan.

  • Potensi penggantian komponen utama.

  • Nilai jual kembali.

Dengan pendekatan tersebut, gambaran biaya penggunaan kendaraan menjadi lebih objektif.

Biaya Energi: Keunggulan Utama Mobil Listrik

Salah satu alasan terbesar masyarakat mulai melirik mobil listrik adalah biaya operasional harian yang lebih rendah.

Mobil listrik umumnya membutuhkan energi sekitar 12 hingga 18 kWh untuk menempuh jarak 100 kilometer. Jika pengisian daya dilakukan di rumah dengan tarif listrik rumah tangga, biaya perjalanan per 100 kilometer dapat jauh lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar bensin.

Sebagai ilustrasi sederhana, kendaraan listrik dapat menghabiskan biaya sekitar Rp30.000 untuk menempuh 100 kilometer, sementara mobil bensin dengan konsumsi rata-rata 10 liter per 100 kilometer dapat membutuhkan biaya sekitar Rp120.000, tergantung harga bahan bakar yang berlaku.

Artinya, dari sisi energi, mobil listrik berpotensi menawarkan biaya perjalanan yang beberapa kali lebih rendah dibanding kendaraan konvensional.

Namun efisiensi tersebut biasanya paling optimal jika pengisian daya dilakukan di rumah. Penggunaan stasiun pengisian cepat berbayar dapat meningkatkan biaya operasional meskipun dalam banyak kasus masih lebih rendah dibanding penggunaan bensin.

Perawatan Lebih Sederhana karena Komponen Lebih Sedikit

Faktor lain yang membuat mobil listrik dinilai lebih ekonomis adalah biaya perawatan.

Berbeda dengan mobil bermesin pembakaran internal, kendaraan listrik tidak memerlukan banyak komponen yang secara rutin membutuhkan penggantian.

Beberapa komponen yang tidak digunakan pada mobil listrik antara lain:

  • Oli mesin.

  • Filter oli.

  • Busi.

  • Timing belt.

  • Knalpot.

  • Kopling manual.

  • Alternator.

Karena jumlah komponen bergerak lebih sedikit, potensi keausan juga cenderung lebih rendah.

Perawatan rutin mobil listrik umumnya berfokus pada pemeriksaan sistem kelistrikan, kondisi baterai, rem, ban, dan filter kabin. Dalam berbagai studi industri otomotif, biaya servis kendaraan listrik sering kali lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil.

Baterai Masih Menjadi Pertimbangan Utama

Di balik berbagai keunggulannya, baterai tetap menjadi faktor yang paling sering dipertanyakan calon pembeli.

Harga baterai memang relatif mahal karena merupakan komponen utama kendaraan listrik. Namun perkembangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah banyak persepsi yang sebelumnya berkembang di masyarakat.

Produsen kendaraan listrik kini umumnya memberikan garansi baterai hingga delapan tahun atau jarak tempuh tertentu sesuai kebijakan masing-masing merek.

Selain itu, teknologi baterai modern dirancang agar kapasitasnya menurun secara bertahap, bukan rusak secara mendadak. Dalam kondisi penggunaan normal, banyak baterai kendaraan listrik masih mampu mempertahankan sebagian besar kapasitasnya setelah bertahun-tahun digunakan.

Meski biaya penggantian baterai tetap perlu diperhitungkan dalam jangka sangat panjang, faktor tersebut tidak selalu menjadi beban yang langsung muncul selama masa kepemilikan awal.

Harga Beli Masih Menjadi Tantangan

Salah satu kendala terbesar adopsi mobil listrik saat ini adalah harga pembelian yang umumnya lebih tinggi dibanding mobil bensin di kelas yang setara.

Tingginya harga tersebut dipengaruhi oleh biaya produksi baterai, teknologi elektronik, serta skala produksi yang masih berkembang.

Bagi sebagian konsumen, selisih harga awal menjadi pertimbangan penting karena penghematan biaya operasional baru akan terasa setelah kendaraan digunakan dalam beberapa tahun.

Karena itu, keputusan membeli mobil listrik tidak hanya bergantung pada harga saat transaksi, tetapi juga pada rencana penggunaan jangka panjang.

Infrastruktur Pengisian Daya Ikut Menentukan Kehematan

Aspek lain yang sering luput dari perhatian adalah ketersediaan fasilitas pengisian daya.

Pemilik yang memiliki akses pengisian daya di rumah biasanya memperoleh keuntungan terbesar karena biaya listrik lebih rendah dan proses pengisian lebih fleksibel.

Sebaliknya, pengguna yang bergantung pada stasiun pengisian cepat umum dapat menghadapi biaya operasional yang lebih tinggi dibanding pengguna rumahan.

Selain faktor biaya, ketersediaan infrastruktur juga memengaruhi kenyamanan penggunaan kendaraan, terutama bagi pengemudi yang sering melakukan perjalanan jarak jauh.

Siapa yang Paling Diuntungkan Menggunakan Mobil Listrik?

Keuntungan finansial mobil listrik tidak selalu sama bagi setiap pengguna.

Kendaraan listrik cenderung lebih menguntungkan bagi:

  • Pengguna harian di wilayah perkotaan.

  • Pemilik rumah yang dapat memasang fasilitas pengisian daya.

  • Pengemudi dengan jarak tempuh rutin yang cukup tinggi.

  • Konsumen yang ingin menekan biaya servis berkala.

Sementara itu, manfaat ekonominya bisa berkurang bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan antarkota jarak jauh atau tinggal di daerah dengan infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas.

Faktor yang Tidak Tercermin dalam Angka

Selain aspek biaya, banyak pemilik kendaraan listrik menilai kenyamanan berkendara sebagai nilai tambah yang signifikan.

Motor listrik menghasilkan suara yang lebih senyap, getaran yang minim, serta respons akselerasi yang instan. Faktor-faktor tersebut memang sulit dihitung secara finansial, tetapi menjadi alasan mengapa sebagian pengguna memilih beralih ke kendaraan listrik.

Dalam konteks perkotaan, pengalaman berkendara yang lebih tenang juga sering dianggap meningkatkan kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Jadi, Apakah Mobil Listrik Benar-Benar Lebih Hemat?

Berdasarkan berbagai faktor biaya operasional, konsumsi energi, dan kebutuhan perawatan, mobil listrik pada umumnya memang menawarkan potensi penghematan yang lebih besar dibanding mobil bensin.

Namun keunggulan tersebut tidak berlaku mutlak untuk semua kondisi.

Tingkat kehematan sangat dipengaruhi oleh pola penggunaan kendaraan, akses terhadap pengisian daya, jarak tempuh harian, serta jangka waktu kepemilikan kendaraan.

Bagi pengguna perkotaan yang memiliki fasilitas pengisian daya di rumah dan menggunakan kendaraan secara rutin, mobil listrik berpotensi memberikan penghematan yang signifikan dalam jangka panjang.

Sebaliknya, bagi pengguna yang masih bergantung pada pengisian cepat publik atau sering melakukan perjalanan jarak jauh ke wilayah dengan infrastruktur terbatas, perhitungan ekonominya perlu dilakukan secara lebih cermat.

Penutup

Mobil listrik bukan sekadar tren teknologi, tetapi mulai menjadi bagian dari perubahan pola transportasi modern. Dari sisi biaya energi dan perawatan, kendaraan listrik memiliki sejumlah keunggulan yang sulit diabaikan.

Meski harga belinya masih relatif tinggi, banyak perhitungan menunjukkan bahwa selisih tersebut dapat terkompensasi melalui biaya operasional yang lebih rendah selama masa penggunaan.

Karena itu, sebelum memutuskan membeli kendaraan listrik, konsumen sebaiknya tidak hanya membandingkan harga di showroom. Menghitung total biaya kepemilikan secara menyeluruh akan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai manfaat ekonomis yang bisa diperoleh dalam jangka panjang.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait