Stigma "mobil murah pasti mengorbankan keselamatan" baru saja dipatahkan. Mobil listrik mungil Geely EX2 — yang dibanderol mulai Rp239,9 juta (OTR Jakarta) — berhasil meraih rating keselamatan bintang lima dari Australasian New Car Assessment Program (ANCAP). Model ini menjadi salah satu kendaraan pertama yang diuji menggunakan kriteria penilaian terbaru ANCAP melalui program Stages of Safety.
CEO ANCAP Carla Hoorweg menilai hasil pengujian EX2 menunjukkan konsumen tidak harus mengorbankan faktor keselamatan ketika memilih kendaraan listrik dengan harga lebih terjangkau. Saat ini Geely telah memiliki tiga model dengan rating keselamatan ANCAP, yakni EX2, EX5, dan Starray EM-i.
Pada kategori berkendara aman (Safe Driving), EX2 mencatat skor 79%. Sistem pemantauan penumpangnya mampu mendeteksi penggunaan sabuk pengaman yang tidak tepat — misalnya pengemudi yang hanya memakai bagian pangkuan sabuk — serta dapat menyesuaikan sistem penahan berdasarkan ukuran tubuh penumpang depan.
Kemampuan pencegahan kecelakaannya (Crash Avoidance) juga dinilai baik. Teknologi pengereman darurat otomatis (AEB) dan sistem bantuan menjaga jalur bekerja efektif dalam sebagian besar skenario pengujian, termasuk membantu mencegah tabrakan dengan kendaraan maupun sepeda motor dari arah berlawanan atau saat menyalip.
Namun ANCAP tidak memberi rapor sempurna — dan justru di situlah nilai beritanya. Meski meraih bintang lima, EX2 tercatat masih punya pekerjaan rumah pada skenario kecepatan rendah terbaru: saat kendaraan berbelok melintasi jalur kendaraan lain atau sepeda motor, mundur menuju pejalan kaki, serta risiko salah menginjak pedal. Area tersebut dinilai masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut.
Pada aspek perlindungan benturan (Crash Protection), EX2 memberikan perlindungan yang secara umum baik dalam uji tabrakan depan dan samping. Catatannya: terdapat peningkatan risiko cedera pada bagian kaki pengemudi dalam uji benturan depan dengan tumpuan tidak sejajar (frontal offset test), sehingga Geely didorong melakukan penyempurnaan pada pembaruan model berikutnya.
Sebagai kendaraan listrik, EX2 juga mencatat hasil positif pada aspek keselamatan pascakecelakaan (Post Crash). Sistem isolasi tegangan baterainya terbukti efektif, pengelolaan risiko kebakaran setelah benturan dinilai baik, sementara pintu, pengunci sabuk pengaman, dan pintu bagasi tetap dapat dioperasikan setelah pengujian tabrakan.
Pesan untuk pasar: harga terjangkau bukan lagi alasan untuk berkompromi soal keselamatan — setidaknya menurut standar ANCAP terbaru.


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda