Breaking
Memuat breaking news...

Microsoft Uji AI di Windows Performance Analyzer, Copilot Kini Bisa Bantu Cari Penyebab PC Lambat

Redaksi
Redaksi
Jumat, 7 Agustus 2026 - 6.10 AM WIB
Microsoft Uji AI di Windows Performance Analyzer, Copilot Kini Bisa Bantu Cari Penyebab PC Lambat
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Microsoft sedang menguji integrasi kecerdasan buatan ke dalam Windows Performance Analyzer (WPA), alat analisis performa kelas berat yang selama ini dipakai insinyur, mitra perangkat keras, dan developer untuk menyelidiki masalah kinerja di sistem Windows. Lewat fitur baru bernama WPA MCP, GitHub Copilot bisa "membaca" data hasil rekaman performa dan menjawab pertanyaan dalam bahasa natural, alih-alih insinyur harus menelusuri sendiri grafik dan tabel yang padat data satu per satu.

Cara kerjanya sederhana secara konsep, meski rumit di baliknya. Insinyur bisa bertanya apa penyebab lonjakan CPU tiba-tiba, apakah aktivitas disk yang memperlambat sistem, atau adakah proses lain yang menjadi biang kerok bottleneck. AI kemudian merangkum temuannya dan mengarahkan pengguna ke bukti yang relevan di dalam trace, lengkap dengan grafik dan tabel yang mendasarinya.

Fitur ini diumumkan tim performa Microsoft lewat blog resmi perusahaan sebagai fitur early preview. WPA memang selama ini dikenal sebagai salah satu tool paling lengkap untuk membedah performa Windows, mencakup CPU, memori, disk, jaringan, penjadwalan proses, sampai input.

Tapi kelengkapan itu punya harga: satu file trace saja bisa memuat data dalam jumlah sangat besar, dan menemukan sinyal yang tepat biasanya menuntut pengetahuan spesifik. Insinyur perlu tahu tabel mana yang harus dibuka, kolom mana yang relevan, cara memfilter rentang waktu yang pas, sampai bagaimana merangkai berbagai potongan bukti menjadi satu kesimpulan yang masuk akal.

Di sinilah Model Context Protocol, atau MCP, berperan. Secara sederhana, MCP adalah semacam jembatan komunikasi yang memungkinkan asisten AI seperti GitHub Copilot terhubung dengan aplikasi lain dan mengambil data langsung dari dalamnya, mirip cara add-in bekerja di Excel tapi dengan cakupan yang jauh lebih luas. Microsoft menyebut integrasi WPA ini sebagai pendamping visual bagi AI, karena setiap kesimpulan yang dihasilkan Copilot langsung terhubung ke grafik dan tabel di dalam aplikasi analyzer itu sendiri.

WPA MCP ternyata bukan satu-satunya proyek serupa yang sedang dikerjakan Microsoft. Sepekan sebelumnya, perusahaan lebih dulu merilis ETW MCP, sebuah server MCP terpisah yang berjalan lokal di perangkat pengguna. Bedanya, ETW MCP memberi AI akses ke data trace secara terstruktur dan hanya bersifat baca, tanpa mengirim event mentah langsung ke model AI — sehingga developer bisa langsung bertanya soal isi file trace tanpa perlu membuka aplikasi WPA sama sekali. Alat ini diperkenalkan oleh Tristan Gibeau, salah satu pemimpin tim engineering performa di Microsoft.

Kedua tool ini memang dirancang untuk saling melengkapi, bukan bersaing. Developer yang lebih nyaman menelusuri trace secara visual bisa memakai WPA MCP, sementara sistem otomatis atau skrip pengujian bisa mengandalkan ETW MCP yang lebih ringan dan tanpa antarmuka grafis.

Penting digarisbawahi, fitur ini tidak dirancang untuk pengguna rumahan yang sekadar ingin tahu kenapa laptopnya terasa lemot. Sasaran utamanya adalah developer Windows, termasuk tim internal Microsoft sendiri, serta mitra perangkat keras seperti Intel. Ini jelas berbeda dari fitur PC Insights yang tengah diuji coba di Copilot untuk pengguna biasa, yang dirancang membaca informasi hardware secara sederhana untuk membantu memahami masalah storage, CPU, RAM, atau baterai tanpa perlu latar belakang teknis.

Untuk memakai WPA MCP, pengguna perlu mengaktifkan GitHub Copilot CLI di dalam alur kerja WPA. Setelah aktif, sejumlah pengaturan baru muncul lewat menu File atau layar peluncuran awal aplikasi, mulai dari status server sampai opsi apakah WPA MCP otomatis berjalan tiap kali Copilot dibuka. Menurut laporan Windows Latest, fitur ini saat ini mensyaratkan langganan GitHub Copilot yang aktif, jadi bukan sesuatu yang bisa dipakai gratis begitu saja.

Microsoft sendiri cukup terbuka soal batasan teknologi ini. Perusahaan mengingatkan bahwa jawaban yang dihasilkan model bahasa besar bisa berubah-ubah setiap kali dijalankan, dan berpotensi tidak lengkap atau bahkan keliru. Pengguna diminta memperlakukan output Copilot sekadar sebagai titik awal, bukan diagnosis final, dan tetap harus memverifikasi temuan itu terhadap data trace yang sebenarnya — mengecek ulang tabel, grafik, rentang waktu, proses, thread, sampai call stack yang dirujuk sebelum mengambil keputusan apa pun.

Baik WPA MCP maupun ETW MCP sampai saat ini belum punya tanggal rilis resmi untuk publik luas. Microsoft masih mengumpulkan masukan soal kualitas jawaban AI, jenis alur kerja yang paling terbantu, hingga performa saat menangani trace berukuran sangat besar. Ke depan, perusahaan berencana mengintegrasikan kedua tool ini lebih erat dengan Windows Performance Toolkit secara keseluruhan.

Selama ini, upaya Microsoft menyisipkan AI ke berbagai sudut Windows 11 kerap menuai respons beragam — tidak sedikit pengguna yang menilainya kurang berguna atau terasa dipaksakan ke antarmuka yang sudah cukup padat. WPA MCP terasa seperti pendekatan yang lebih terarah. Alih-alih menambah satu tombol Copilot lagi di layar, Microsoft justru menyasar pekerjaan teknis yang memang memakan waktu lama jika dikerjakan manual: menelusuri trace performa untuk menemukan akar masalah sebelum sebuah driver atau software bermasalah sempat menyebar ke jutaan perangkat pengguna.

Belum jelas apakah pendekatan semacam ini akan berkembang lebih jauh atau tetap menjadi tool khusus kalangan developer. Yang pasti, kedua fitur ini masih berstatus early preview, sehingga bentuk akhirnya sangat mungkin berubah sebelum benar-benar dirilis ke publik.

Catatan: Belum ada informasi resmi mengenai kapan WPA MCP dan ETW MCP akan tersedia secara umum. Artikel ini disusun berdasarkan pengumuman resmi Microsoft Dev Blogs serta laporan sejumlah media teknologi per awal Agustus 2026.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait