Mengunjungi Kalona, Kota di Iowa yang Justru Ingin Disembunyikan Warganya dari TurisMengunjungi Kalona, Kota di Iowa yang Justru Ingin Disembunyikan Warganya dari Turis

QAPLO - Sekitar 50 menit berkendara dari Cedar Rapids, ada satu kota kecil di Negara Bagian Iowa, Amerika Serikat, yang jarang masuk daftar tujuan wisata utama, padahal menyimpan sejarah permukiman tertua di wilayah itu. Namanya Kalona, rumah bagi komunitas Amish tertua di Iowa. Kelompok Amish sendiri adalah komunitas Kristen konservatif yang dikenal menjaga gaya hidup sederhana, menghindari sebagian besar teknologi modern, dan masih mengandalkan tenaga kuda untuk transportasi sehari-hari.
Desa asli Kalona baru resmi berdiri pada 1879, namun jejak permukiman Amish di kawasan ini sudah ada sejak 1840-an. Nuansa itu masih terasa kuat sampai sekarang. Di jalan-jalan kecil sekitar kota, kereta kuda masih lalu-lalang berdampingan dengan mobil, pemandangan yang jarang ditemukan di kota-kota lain di Amerika Serikat.
Menyusuri Sejarah di Kalona Historical Village
Bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung suasana masa lalu, Kalona Historical Village jadi tujuan wajib. Museum yang bisa dijelajahi dengan berjalan kaki ini menghadirkan replika akurat dari desa Kalona di abad ke-19, lengkap dengan sentuhan gaya arsitektur Jerman yang dibawa para pemukim awal.
Beberapa bangunan asli dan bangunan yang dilestarikan bisa ditemukan di sini, mulai dari kantor pos, rumah pemintalan benang (loom house), toko kelontong khas pedesaan, gereja, hingga stasiun kereta. Pengunjung juga bisa mengikuti kelas simulasi di sekolah bergaya 1800-an, menyaksikan demonstrasi cara bertani tradisional, serta berbelanja barang-barang buatan tangan.
Museum ini juga sesekali menggelar acara makan malam di rumah-rumah bersejarah yang dilanjutkan dengan tur berpemandu, serta memiliki galeri berisi koleksi artefak unik, termasuk selimut hasil tenunan tangan komunitas Amish. Menurut beberapa ulasan pengunjung di Google, museum ini dinilai berhasil menghidupkan kembali kisah kehidupan komunitas Amish dan Mennonite, bukan sekadar menyajikannya lewat foto dan teks semata.
Kalah Populer dari Amana Colonies, tapi Justru Jadi Daya Tariknya
Meski punya banyak hal untuk ditawarkan, Kalona tetap jadi destinasi yang relatif sepi peminat. Sebagian besar wisatawan yang mencari nuansa sejarah di Iowa justru lebih memilih Amana Colonies, kumpulan desa bersejarah yang jaraknya sekitar 45 menit dari Kalona dan menyedot sekitar 1,5 juta pengunjung setiap tahun.
Kalona sendiri jarang terekspos, sampai-sampai media Only In Your State pernah memasukkannya ke dalam daftar tempat yang diam-diam ingin "disembunyikan" warga lokal dari wisatawan. Justru karena itulah, kota ini terasa lebih otentik dan belum banyak berubah demi kepentingan pariwisata massal.
Kuliner Rumahan Khas Kalona
Urusan perut, Kalona punya beberapa tempat yang layak disambangi. Golden Delight Bakery, toko roti yang dikelola komunitas Amish dan hanya beberapa menit dari pusat kota, dikenal lewat roti segar, angel food cake, donat, pai, hingga aneka kue kering buatan rumahan.
Sekitar lima menit ke arah utara, ada Stringtown Grocery yang menjual produk segar, kue-kue, bahan pangan kering, sampai barang-barang khas daerah setempat. Toko ini disebut hanya menerima uang tunai, jadi wisatawan perlu menyiapkan itu sebelum berbelanja. Di forum r/IowaCity, warganet kerap merekomendasikan pilihan permen, kacang-kacangan, dan pretzel selai kacang di toko ini.
Kembali ke pusat kota, ada Kalona Coffee House yang menyajikan kopi berkualitas sambil memajang karya seniman lokal di dindingnya, serta Yotty's Ice Cream Shop yang menawarkan es krim rasa vanila, cokelat, campuran "twist", blizzard, sundae, root beer float, hingga aneka topping.
Surga Barang Antik
Salah satu daya tarik utama Kalona ada di deretan toko antiknya. Collected Treasures Antiques & Quilts menjual koleksi barang lawas seperti selimut tradisional, perabot rumah tangga, furnitur, sampai pakaian vintage. Tepat di sebelahnya berdiri The Vintage Society, toko dengan fasad warna merah muda mencolok yang sulit dilewatkan, berisi pemutar piringan hitam, karya seni, pakaian, furnitur kayu, lampu, hingga pernak-pernik porselen.
Satu lagi yang tak kalah menarik adalah Woodin Wheel Antiques, yang terkenal dengan koleksi selimut buatan komunitas Amish dan Mennonite. Toko ini juga menjual furnitur antik, barang pecah belah dari kaca, perhiasan, hingga boneka buatan tangan khas Amish. Sejumlah pelanggan yang datang berulang kali mengaku selalu terkesan dengan variasi barangnya, mulai dari selimut dan kaus kaki bayi buatan tangan sampai furnitur elegan untuk rumah baru mereka.
Cara Menuju Kalona dan Pilihan Menginap
Dari Iowa City, kota yang menyandang status sebagai satu-satunya "Kota Sastra" versi UNESCO di kawasan Midwest, Kalona bisa ditempuh sekitar 30 menit berkendara. Pilihan penginapan di kota ini terbilang terbatas. Salah satunya Dutch Country Inn yang lokasinya dekat pusat kota, dengan tarif ramah di kantong sekitar 100–130 dolar AS per malam, atau setara kurang lebih Rp1,79 juta hingga Rp2,33 juta berdasarkan kurs saat artikel ini ditulis (kurs dapat berubah sewaktu-waktu). Alternatif lain adalah Ethel's Gourmet Kitchen B&B, penginapan bernuansa hangat yang menurut salah satu tamu terasa senyaman rumah sendiri.
Bagi yang ingin melanjutkan perjalanan sejarah, kota Washington berjarak sekitar 20 menit ke arah selatan dari Kalona dan dikenal sebagai lokasi bioskop tertua di dunia yang masih beroperasi hingga sekarang.
Kalona, Iowa, adalah rumah bagi permukiman Amish tertua di negara bagian tersebut, dengan jejak sejarah sejak 1840-an dan desa resmi berdiri pada 1879.
Kalona Historical Village menghadirkan replika desa abad ke-19 lengkap dengan bangunan asli, festival, dan demonstrasi budaya Amish-Mennonite.
Kota ini kalah populer dibanding Amana Colonies yang berjarak 45 menit dan menarik sekitar 1,5 juta wisatawan per tahun, membuat Kalona terasa lebih autentik dan tidak terlalu ramai.
Kuliner rumahan seperti Golden Delight Bakery, Stringtown Grocery, Kalona Coffee House, dan Yotty's Ice Cream Shop jadi daya tarik tersendiri.
Kota ini juga terkenal dengan toko-toko antiknya yang menjual barang lawas dan kerajinan tangan khas Amish.
Akses dari Iowa City hanya sekitar 30 menit, dengan pilihan penginapan sederhana bertarif terjangkau.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda