Mau Beli Mobil Listrik Bekas? Ini Bocoran Proses dan Biaya InspeksinyaMau Beli Mobil Listrik Bekas? Ini Bocoran Proses dan Biaya Inspeksinya

QAPLO - Tren adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia kini mulai merambah ke pasar mobil bekas. Bagi calon pembeli, melakukan inspeksi sebelum bertransaksi adalah langkah krusial untuk memastikan unit yang dibeli dalam kondisi prima. Menariknya, proses pemeriksaan mobil listrik bekas ternyata jauh lebih sederhana dibandingkan mobil bermesin konvensional.
Sundoro Edi Pranoto, pemilik jasa pemeriksaan independen Inspector Mobil, mengungkapkan bahwa perbedaan utama terletak pada minimnya komponen mekanis kompleks pada EV. Pemeriksaan mobil listrik lebih banyak mengandalkan sistem pemindaian elektronik atau scanning.
"Mobil listrik justru tidak terlalu detail secara mekanis. Sistemnya lebih ke arah elektronik, jadi metode utamanya tinggal di-scan saja," ujar Sundoro. Proses pemindaian ini bertujuan untuk membaca kesehatan sistem kendaraan secara menyeluruh, terutama kondisi baterai dan modul elektronik utama.
Fokus pada Pemindaian Baterai dan Sistem Elektronik
Karena tidak memiliki mesin berbahan bakar bensin, inspektor tidak perlu memeriksa komponen rumit seperti oli mesin, busi, radiator, atau transmisi kompleks. Hal ini membuat durasi inspeksi menjadi lebih efisien.
Pemeriksaan langsung diarahkan pada kesehatan baterai (state of health) yang merupakan komponen paling vital sekaligus termahal pada sebuah mobil listrik. Melalui alat pemindai khusus, kondisi degradasi baterai dapat diketahui secara akurat sebelum transaksi dilakukan.
Pemeriksaan Fisik dan Kaki-Kaki Tetap Jadi Kunci
Meski sistem kelistrikan mendominasi proses pengecekan, pemeriksaan fisik konvensional tidak boleh dilewatkan begitu saja. Sundoro menjelaskan bahwa pengecekan bodi dan area kaki-kaki atau suspensi tetap dilakukan secara ketat.
Langkah ini sangat penting untuk memastikan mobil tidak pernah mengalami kecelakaan besar yang dapat merusak struktur sasis. Kerusakan struktural pada area bawah mobil berpotensi membahayakan kompartemen baterai yang biasanya diletakkan di bawah lantai kendaraan.
Model Populer dan Rincian Biaya Inspeksi
Permintaan untuk inspeksi EV bekas dilaporkan mulai meningkat signifikan sejak tahun 2024 seiring dengan meningkatnya populasi kendaraan ramah lingkungan ini. Beberapa model yang paling sering masuk dalam daftar pemeriksaan antara lain Wuling Air ev, BYD M6, hingga BYD Seal.
Terkait biaya, konsumen tidak perlu khawatir harus merogoh kocek lebih dalam. Tarif jasa inspeksi mobil listrik disamakan dengan mobil konvensional, tergantung pada segmen dan ukuran kendaraan.
Untuk kelas LCGC atau mobil kecil dikenakan tarif sekitar Rp350 ribu, kelas medium Rp400 ribu, sedangkan untuk kategori mobil besar berkisar antara Rp450 ribu hingga Rp550 ribu. Dengan biaya yang terjangkau, pemeriksaan ini sangat disarankan agar calon pembeli terhindar dari risiko kerugian besar akibat kerusakan baterai di kemudian hari.

Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda