Malware Darksword Incar iPhone, 220 Juta Perangkat Masih Rentan dan Bisa Curi Data Lewat Situs

Serangan malware berbahaya dilaporkan menargetkan pengguna iPhone di berbagai belahan dunia. Skalanya tidak kecil. Malware tersebut disebut mampu mencuri informasi dari ratusan juta perangkat.
Perusahaan keamanan siber Lookout, perusahaan keamanan seluler iVerify, dan Google Threat Intelligence telah menerbitkan analisis bersama mengenai malware bernama Darksword. Selain itu, Google dan iVerify juga mengungkap keberadaan spyware lain yang dijuluki Coruna.
"Sekarang ada jalur eksploitasi terbaru yang terverifikasi, jatuh ke tangan entitas yang berpotensi kriminal dengan fokus keamanan," kata peneliti utama di Lookout, Justin Albrecht, dikutip Reuters, Minggu (2/8/2026).
Google menyebut Darksword memiliki target di Arab Saudi, Turki, Malaysia, dan Ukraina. Khusus untuk Malaysia dan Turki terkait vendor pengawasan komersial asal Turki, PARS Defense. Perusahaan tersebut tidak menanggapi permintaan komentar.
Yang bikin khawatir adalah cara penyebarannya. Bukan lewat file APK atau link phising yang harus di-klik manual. Peneliti Lookout dan iVerify menemukan malware ini dikirim ke iPhone yang menjalankan iOS 18.4 hingga 18.6.2 ketika pengguna mengunjungi salah satu dari puluhan situs web Ukraina yang sudah dikompromikan. Teknik ini disebut watering hole. Korban tidak perlu instal apa-apa, cukup buka situs yang tampak normal.
Google menandai aktor yang memakai Darksword sebagai UNC6353 yang diduga terkait Rusia. Kelompok yang sama sebelumnya juga memakai Coruna.
Secara teknis, Darksword adalah rangkaian exploit lengkap dengan 6 kerentanan yang dilacak sebagai CVE-2025-31277 dan lainnya. Sekali masuk, ia bisa mencuri informasi sensitif dari iPhone.
Belum diketahui pasti berapa banyak iPhone yang sudah jadi korban. Tapi jumlah yang rentan sangat besar.
iVerify dan Lookout menyebutkan 220 juta hingga 270 juta iPhone masih menjalankan iOS yang rentan tersebut. Banyak pengguna menunda update karena alasan baterai, storage penuh, atau tidak suka tampilan baru.
Juru bicara Apple mengatakan eksploitasi terkait software yang sudah usang. Kerentanan itu juga bisa diatasi dengan melakukan update. Bahkan pada April 2026 Apple memperluas ketersediaan iOS 18.7.7 untuk lebih banyak perangkat agar pengguna yang belum mau ke iOS 26 tetap terlindungi.
"Memperbarui perangkat lunak tetap jadi yang terpenting yang bisa dilakukan pengguna menjaga keamanan tinggi perangkat Apple," kata juru bicara Apple.
Jika iPhone kamu masih di iOS 18.4 sampai 18.6.2, segera perbarui ke iOS 18.7.7 atau langsung ke iOS 26. Aktifkan auto-update dan hindari membuka situs asing dari sumber tidak jelas sampai pembaruan selesai.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda