Latihan Beban Tak Cukup Pakai Dumbell yang Sama, Dokter Jelaskan Cara Aman Menaikkannya
Dokter mengingatkan bahwa otot membutuhkan tantangan yang terus meningkat agar dapat berkembang. Simak penjelasannya! #momsupdate #moms #update #text
Qaplo.com - Latihan beban semakin banyak dipilih untuk menjaga kekuatan otot dan fungsi tubuh, terutama saat usia bertambah. Namun, latihan ini tidak cukup dilakukan dengan beban yang sama terus-menerus karena otot membutuhkan tantangan bertahap agar tetap berkembang. Dokter Bedah Tulang Subspesialis Orthopaedic Sports Injury, dr. Henry Suhendra, Sp.OT, Subsp.CO, menjelaskan bahwa latihan kekuatan otot memiliki prinsip dasar yang disebut progressive overload . Dengan prinsip ini, tubuh diberi tantangan sedikit demi sedikit agar otot tidak berhenti beradaptasi. Penjelasan itu disampaikan dr. Henry dalam Press Conference Symposium Orthovolution Siloam Hospitals 2026 di Jakarta Pusat, Sabtu, 6 Juni 2026. Bagi pemula, latihan beban tidak harus dimulai dari beban berat. Menurut Henry, seseorang boleh memulai dari dumbell ringan, termasuk 1 kilogram, selama beban tersebut sesuai dengan kemampuan tubuh. “Jadi kalau bilang satu kilo, boleh mulai. Prinsipnya, Anda harus bisa ngangkat sampai 15 kali repetisinya, diulang 15 kali. Kalau tidak bisa ngangkat 15 kali, keberatan, turun. Jadi mulainya terserah,” ucap dr. Henry. Repetisi adalah jumlah pengulangan gerakan dalam satu rangkaian latihan. Misalnya, mengangkat dumbell sebanyak 15 kali berarti melakukan 15 repetisi. Jika seseorang tidak mampu menyelesaikan jumlah tersebut dengan teknik yang baik, beban yang digunakan kemungkinan masih terlalu berat. Menurut Henry, sebagian orang bahkan bisa memulai dari beban setengah kilogram. Hal itu tidak menjadi masalah, terutama bagi pemula, orang yang baru kembali berolahraga, atau mereka yang memiliki kondisi fisik tertentu. Yang perlu dihindari adalah memakai beban yang sama terlalu lama tanpa penyesuaian. Henry mengingatkan, dumbell ringan boleh menjadi titik awal, tetapi tidak