Breaking
Memuat breaking news...

Kiamat Mobil Bensin Makin Dekat, VW Ramalkan Peminat ICE Sisa 3 Persen di 2035

Qaplo
Qaplo
Sabtu, 20 Juni 2026 - 11.50 AM WIB
Kiamat Mobil Bensin Makin Dekat, VW Ramalkan Peminat ICE Sisa 3 Persen di 2035
Reading Comfort
adjust the font size

Qaplo.com - Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen (VW), memproyeksikan kemunduran drastis bagi era kendaraan bermotor dengan mesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE). Pada tahun 2035, pangsa pasar mobil berbahan bakar fosil baru ini diperkirakan akan menyusut hingga tersisa 3 sampai 5 persen saja secara global.

Analogi Kereta Kuda dan Mobil Listrik

Anggota Dewan Penjualan dan Pemasaran VW, Martin Sander, mengibaratkan transisi teknologi ini seperti masa peralihan dari kereta kuda ke mobil bertenaga mesin di masa lalu. Menurutnya, kendaraan konvensional nantinya akan dipandang sebagai moda transportasi yang usang dan tertinggal zaman oleh mayoritas konsumen. Transisi menuju kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) dinilai bukan lagi sekadar tren sementara, melainkan arah pasti industri otomotif dunia.

Tantangan Infrastruktur dan Edukasi Konsumen

Meski optimistis, VW menekankan bahwa regulasi atau larangan pemerintah saja tidak cukup untuk mengubah kebiasaan masyarakat. Kunci utama percepatan transisi ini terletak pada edukasi mengenai keunggulan nyata mobil listrik serta penyediaan infrastruktur pendukung. VW mendesak para pembuat kebijakan untuk segera memperbanyak stasiun pengisian daya (charging station) yang merata dan menetapkan harga energi yang kompetitif agar masyarakat lebih tertarik beralih dari mobil bensin.

Strategi Global dan Belajar dari Pasar China

Untuk menekan biaya produksi dan mencapai efisiensi, VW aktif mengadopsi dinamika pasar kendaraan listrik di China yang dikenal sangat agresif. Pengalaman dari Negeri Tirai Bambu tersebut akan diterapkan untuk pasar Eropa dan kawasan lainnya dengan penyesuaian lokal. Sebagai contoh, VW memilih untuk tidak memboyong varian Extended Range Electric Vehicle (EREV)—mobil listrik dengan mesin bensin tambahan sebagai generator—ke pasar Eropa. Langkah taktis ini diambil agar VW tetap kompetitif menghadapi dominasi produsen EV asal China di panggung global.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait