Breaking
Memuat breaking news...

Kenapa Banyak Gamer PC Masih Setia dengan Monitor 1080p Daripada 4K

Redaksi
Redaksi
Selasa, 11 Agustus 2026 - 6.49 AM WIB
Kenapa Banyak Gamer PC Masih Setia dengan Monitor 1080p Daripada 4K
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Monitor 4K sebenarnya sudah beredar di pasaran cukup lama. Tapi kalau melihat data terbaru, resolusi 1080p atau HD justru masih mendominasi kalangan gamer PC. Steam Hardware Survey edisi Juni 2025 — survei yang mendata perangkat keras dan periferal dari pengguna aplikasi Steam — mencatat bahwa lebih dari separuh pengguna masih memakai layar beresolusi 1080p. Angka ini cukup mengejutkan, apalagi mengingat 4K sudah jadi standar untuk banyak perangkat hiburan lain, dari televisi sampai smartphone kelas atas.

Pertanyaannya sederhana: apakah gamer memang lebih suka HD, atau ada alasan lain yang membuat mereka enggan pindah ke resolusi yang lebih tinggi?

Produsen monitor memang gemar menonjolkan angka resolusi di kemasan dan materi promosi mereka. Tapi bagi gamer yang paham betul kebutuhannya, resolusi cuma satu dari sekian banyak faktor yang dipertimbangkan sebelum membeli. Frame rate, misalnya, sering kali jauh lebih penting — terutama buat pemilik kartu grafis kelas entry sampai menengah. Belum lagi soal jenis panel, waktu respons, dan spesifikasi lain yang justru lebih terasa pengaruhnya saat bermain dibanding sekadar jumlah piksel di layar.

Ada juga faktor harga. Monitor 1080p, dengan spesifikasi yang setara, umumnya jauh lebih murah dibanding monitor 4K. Jadi wajar kalau banyak gamer akhirnya memilih untuk tetap di resolusi HD.

Ini bagian yang menarik dari data Steam Hardware Survey. Dari daftar kartu grafis paling banyak dipakai, delapan dari sepuluh posisi teratas diisi oleh berbagai varian Nvidia GeForce RTX 3050, 3060, 4050, dan 4060 — semuanya GPU kelas menengah ke bawah. Yang lebih menarik lagi, GTX 1060 yang sudah diluncurkan sejak 2016 masih bertengger di posisi keempat. Kartu grafis yang usianya hampir satu dekade itu ternyata masih jadi andalan banyak orang.

Memasangkan GPU-GPU semacam itu dengan monitor 4K kurang lebih seperti mengendarai mobil balap Formula 1 di tengah kemacetan kota — tenaganya ada, tapi tidak bisa dimanfaatkan sepenuhnya. Dengan kata lain, para gamer sebenarnya sudah cukup rasional. Mereka memilih monitor yang memang sesuai dengan kemampuan komputer dan bujet yang dimiliki, bukan sekadar ikut tren resolusi tinggi.

Kalau semua orang punya dana tak terbatas, ceritanya mungkin beda. Banyak yang pasti akan langsung berburu GPU kelas atas dan monitor 4K sekaligus. Tapi di dunia nyata, komputer gratis itu jarang ada. Gamer harus pintar-pintar menyeimbangkan bujet dengan kebutuhan performa.

Bagi pemilik GPU yang bukan kelas atas, pilihannya biasanya dua: main di 1080p dengan setting grafis tinggi dan frame rate mulus, atau main di 4K tapi frame rate tersendat dan setting harus diturunkan. Ditambah lagi, ada spesifikasi lain yang perlu diperhatikan saat memilih monitor — waktu respons, akurasi warna, kontras, tingkat kecerahan, sampai dukungan G-Sync atau FreeSync untuk mengurangi screen tearing.

Teknologi panel premium seperti OLED pun harganya masih lebih mahal dibanding panel LCD biasa. Jadi kalau bujet terbatas, lebih baik pilih monitor 1080p dengan spesifikasi bagus daripada memaksakan monitor 4K yang justru banyak kompromi di sisi lain.

Meski 1080p masih jadi pilihan masuk akal untuk banyak setup, bukan berarti semua gamer harus terus bertahan di resolusi itu. Ada momen di mana upgrade ke 1440p (2K) atau bahkan 4K memang layak dipertimbangkan.

Salah satu tandanya: kalau game berat seperti Cyberpunk 2077 atau Black Myth: Wukong bisa dijalankan di 1080p dengan frame rate tinggi dan setting grafis maksimal tanpa masalah, artinya GPU yang dipakai masih punya sisa tenaga. Nah, sisa tenaga itu bisa dialihkan untuk mendorong resolusi lebih tinggi.

Untuk yang belum punya GPU kelas atas — sebut saja Nvidia GeForce RTX 4080, 4090, 5080, 5090, atau AMD Radeon RX 9070 XT — lompatan langsung ke 4K biasanya kurang ideal, kecuali menemukan monitor bagus dengan harga diskon.

Pilihan yang lebih realistis adalah resolusi 1440p. Sama seperti sebelumnya, spesifikasi lain di luar resolusi tetap perlu jadi pertimbangan utama, karena dampaknya ke pengalaman bermain jauh lebih terasa. Untungnya, monitor 2K umumnya juga lebih terjangkau dibanding 4K, sehingga lebih mudah mendapatkan monitor bagus tanpa menguras dompet.

Kalau memang sudah waktunya pakai monitor 4K, biasanya gamer sudah tahu sendiri — dan sudah siap dari sisi bujet. Mereka yang sudah mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk GPU tercepat, prosesor kencang, dan komponen lain kelas atas, wajar kalau ingin melengkapi setupnya dengan monitor 4K terbaik yang tersedia di pasaran.

Popularitas 1080p di kalangan gamer PC bukan soal selera semata, melainkan cerminan dari realita: mayoritas orang memakai GPU kelas menengah, punya bujet terbatas, dan lebih mengutamakan frame rate serta kenyamanan bermain dibanding sekadar jumlah piksel di layar. Buat yang sedang bingung menentukan resolusi monitor berikutnya, patokan paling sederhana adalah menyesuaikan dengan kemampuan GPU yang dimiliki — bukan mengejar tren.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait