Breaking
Memuat breaking news...

Kejar Ambisi AI, Intel Gaet Tesla dan Galang Dana 20 Miliar Dolar

Redaksi
Redaksi
Jumat, 21 Agustus 2026 - 7.59 AM WIB
Kejar Ambisi AI, Intel Gaet Tesla dan Galang Dana 20 Miliar Dolar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Lenovo Cetak Untung dari Boom AI, Intel Justru Pilih Jalan Berutang untuk Kejar Ketertinggalan.

Dua raksasa teknologi, Lenovo dan Intel, sama-sama menangguk berkah dari lonjakan permintaan perangkat keras berbasis kecerdasan buatan (AI). Namun cara keduanya membiayai ekspansi di tengah tren ini jauh berbeda — satu mengandalkan pertumbuhan bisnis, satu lagi memilih menggalang dana besar-besaran dari pasar modal.

Lenovo: Pendapatan Melonjak, tapi Tetap Rugi

The Wall Street Journal melaporkan pada 13 Agustus 2026 bahwa pendapatan kuartal pertama Lenovo melesat 43 persen dibanding tahun sebelumnya, mencapai 26,94 miliar dolar AS. Lonjakan ini didorong oleh permintaan perangkat keras AI yang terus meningkat. Berkat capaian itu, Lenovo kini optimistis bisa menembus target pendapatan tahunan sebesar 100 miliar dolar AS lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

Segmen infrastruktur Lenovo yang menangani perangkat keras pusat data hampir menggandakan pendapatannya berkat tingginya permintaan server AI, dengan laba operasional mencapai 777 juta dolar AS. Antrean pesanan server AI perusahaan ini pun melonjak menjadi 54 miliar dolar AS, lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. CEO Lenovo, Yuanqing Yang, menggambarkan laju bisnis ini seperti pesawat jet raksasa yang sedang melesat kencang. Laba bersih yang disesuaikan (adjusted net profit) perusahaan bahkan melonjak hampir tiga kali lipat menjadi 1,075 miliar dolar AS.

Meski pengiriman produknya sempat menurun, Lenovo masih kokoh sebagai produsen PC terbesar dunia dengan pangsa pasar 24,2 persen. Ivan Lam dari Counterpoint Research menilai narasi pertumbuhan Lenovo di sektor AI cukup meyakinkan dan masih menyimpan potensi kenaikan yang besar ke depan.

Namun di balik semua capaian itu, Lenovo justru mencatat kerugian bersih sebesar 609 juta dolar AS. Penyebabnya bukan dari kinerja inti bisnis, melainkan kerugian non-tunai akibat penyesuaian nilai wajar atas waran yang diterbitkan pada 2025.

Di sisi lain, pengiriman PC secara global turun 4,9 persen dibanding tahun sebelumnya — penurunan pertama setelah sembilan kuartal berturut-turut tumbuh — akibat kelangkaan chip memori yang terus mendorong harga naik di seluruh industri. Sepanjang tahun ini, saham Lenovo yang tercatat di Hong Kong sudah melonjak sekitar 275 persen, dengan 150 persen di antaranya terjadi hanya dalam kuartal Juni saja — membuat ekspektasi pasar terhadap kinerja berikutnya semakin tinggi.

Intel: Saham Melejit, tapi Masih Andalkan Suntikan Dana

Berbeda dengan Lenovo yang membuktikan pertumbuhannya lewat angka operasional, Intel masih mengandalkan pendanaan dari luar untuk mengejar ambisi AI-nya. Saham perusahaan ini telah melonjak hampir tiga kali lipat sepanjang tahun, mengungguli kompetitornya AMD dan Nvidia, sekaligus melampaui kenaikan indeks Philadelphia Semiconductor yang sekitar 75 persen.

Intel juga berhasil menggaet Tesla sebagai pelanggan untuk proses manufaktur chip generasi 14A miliknya. Pada Juli lalu, perusahaan ini menaikkan proyeksi belanja modal 2026 dari semula 18 miliar dolar AS menjadi 20 miliar dolar AS.

Russ Mould dari AJ Bell menyoroti bahwa selama bertahun-tahun Intel lebih sibuk mengutak-atik struktur keuangannya ketimbang benar-benar membangun kapasitas produksi fisik — merujuk pada aksi buyback saham senilai 82 miliar dolar AS sepanjang dekade 2010-an yang justru memperlemah neraca keuangan perusahaan.

Pekan lalu, Intel menggalang dana 20 miliar dolar AS lewat penawaran saham yang diperbesar untuk mendanai ekspansi manufaktur berbasis AI-nya. Penawaran itu dipatok dengan diskon 2,6 persen dari harga penutupan sebelumnya, namun sahamnya tetap anjlok lebih dari 4 persen pada hari yang sama.

Dari sisi minat investor institusional, data Insider Monkey mencatat jumlah dana lindung nilai (hedge fund) yang memegang saham Intel naik menjadi 112, dari sebelumnya 96.

Lenovo tengah membuktikan bahwa lonjakan permintaan perangkat keras AI ini nyata lewat kinerja operasionalnya sendiri. Intel, di sisi lain, masih dalam proses membuktikan hal serupa — dengan cara terus menggelontorkan dana besar terlebih dahulu.

Catatan: Artikel ini merupakan analisis pasar, bukan rekomendasi investasi. Sumber asli: Insider Monkey.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait