Qaplo.com - Jetour memperkenalkan Jetour T1 i-DM sebagai SUV hybrid yang menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan baterai LFP. Model ini menyasar konsumen yang mencari SUV keluarga dengan kombinasi performa, ruang kabin, dan efisiensi
Qaplo.com - Jetour memperkenalkan Jetour T1 i-DM sebagai SUV hybrid yang menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan baterai LFP. Model ini menyasar konsumen yang mencari SUV keluarga dengan kombinasi performa, ruang kabin, dan efisiensi energi untuk penggunaan harian.
Sistem penggerak Jetour T1 i-DM terdiri dari mesin Acteco 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, transmisi Dedicated Hybrid Transmission atau DHT, dan baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh.
Jetour mengklaim kombinasi tersebut memungkinkan T1 i-DM melaju dalam mode listrik murni hingga 100 kilometer berdasarkan standar WLTC. Bagi pengguna perkotaan, jarak ini dapat membantu mengurangi penggunaan bahan bakar untuk perjalanan harian jarak pendek hingga menengah.
Mesin Hybrid dengan Motor Listrik Bertenaga
Jetour T1 i-DM menggunakan mesin ACTECO 1.5 TGDI berkapasitas 1.500 cc dengan konfigurasi empat silinder. Mesin bensin ini menghasilkan tenaga 134,14 dk dan torsi 220 Nm.
Performa mesin tersebut dipadukan dengan motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga 201,2 dk dan torsi 310 Nm. Motor listrik memberi dorongan torsi instan, terutama saat mobil mulai bergerak atau membutuhkan akselerasi cepat.
Sistem hybrid seperti ini dirancang untuk memberi keseimbangan antara performa dan efisiensi. Mesin bensin tetap tersedia untuk perjalanan jauh, sementara motor listrik dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar dalam penggunaan tertentu.
Jetour menyebut mesin ACTECO generasi terbaru ini memiliki efisiensi termal 44,5 persen. Efisiensi termal menggambarkan seberapa baik mesin mengubah energi bahan bakar menjadi tenaga. Semakin tinggi angkanya, semakin sedikit energi yang terbuang sebagai panas.
DHT Bantu Perpindahan Tenaga Lebih Halus
Tenaga dari mesin bensin dan motor listrik disalurkan melalui sistem Dedicated Hybrid Transmission atau DHT. Transmisi ini dirancang khusus untuk kendaraan hybrid agar perpindahan sumber tenaga berlangsung lebih halus.
Dalam kendaraan hybrid, mobil dapat bekerja melalui beberapa skenario. Pada kondisi tertentu, motor listrik dapat membantu penggerak utama. Pada kondisi lain, mesin bensin mengambil peran lebih besar, terutama ketika baterai menurun atau mobil melaju lebih jauh.
DHT berperan mengatur kerja kedua sumber tenaga tersebut agar pengemudi tetap merasakan respons yang natural. Bagi pengguna harian, sistem ini penting karena pengalaman berkendara hybrid seharusnya tidak terasa rumit.
Baterai LFP 18,4 kWh dan Fast Charging
Sektor penyimpanan daya Jetour T1 i-DM menggunakan baterai LFP atau Lithium Iron Phosphate berkapasitas 18,4 kWh. Baterai LFP dikenal banyak digunakan pada kendaraan elektrifikasi karena stabilitas dan daya tahannya.
Jetour menyebut baterai ini telah memiliki sertifikasi IP68. Sertifikasi tersebut menandakan komponen dirancang dengan perlindungan terhadap debu dan air dalam kondisi tertentu.
Untuk pengisian daya, Jetour T1 i-DM sudah mendukung DC fast charging. Pengisian baterai dari 30 persen hingga 80 persen diklaim membutuhkan waktu sekitar 27 menit.
Kecepatan pengisian tetap dapat dipengaruhi banyak faktor, seperti kondisi baterai, suhu, dan fasilitas charger yang digunakan. Karena itu, angka pengisian tersebut sebaiknya dipahami sebagai acuan berdasarkan kondisi pengujian tertentu.
Jarak Listrik 100 Km untuk Mobilitas Harian
Salah satu daya tarik Jetour T1 i-DM adalah kemampuan melaju dalam mode listrik murni hingga 100 kilometer berdasarkan standar WLTC. WLTC adalah standar pengujian konsumsi energi dan emisi yang digunakan untuk menggambarkan performa kendaraan dalam beberapa kondisi berkendara.
Jarak listrik tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi pengguna yang banyak beraktivitas di dalam kota. Jika akses pengisian daya tersedia di rumah atau kantor, penggunaan bahan bakar bisa lebih efisien untuk perjalanan harian.
Meski begitu, angka jarak tempuh tetap bergantung pada banyak faktor. Gaya mengemudi, kondisi lalu lintas, penggunaan AC, beban kendaraan, dan kontur jalan dapat memengaruhi konsumsi energi.
Dimensi Besar untuk SUV Keluarga
Sebagai SUV keluarga, Jetour T1 i-DM memiliki dimensi panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, dan tinggi 1.843 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.800 mm.
Jarak sumbu roda atau wheelbase adalah jarak antara roda depan dan roda belakang. Ukuran ini berpengaruh terhadap ruang kabin, terutama ruang kaki penumpang.
Dengan dimensi tersebut, Jetour T1 i-DM diarahkan untuk pengguna yang membutuhkan kabin lega dan ruang bagasi memadai. Karakter seperti ini penting bagi keluarga yang sering membawa barang bawaan, bepergian jarak jauh, atau membutuhkan mobil serbaguna.
Kabin Senyap dan Fitur Kenyamanan
Jetour membekali T1 i-DM dengan 79 titik peredam suara di berbagai bagian kendaraan. Mobil ini juga memakai double-layer acoustic glass pada area depan dan belakang untuk membantu meredam suara dari luar.
Kekedapan kabin menjadi salah satu aspek penting pada SUV keluarga. Kabin yang lebih senyap dapat membantu membuat perjalanan jauh terasa lebih nyaman, terutama bagi penumpang anak-anak atau pengguna yang sering melewati jalan ramai.
Jetour mengklaim tingkat kebisingan kabin dapat dijaga di bawah 40 dB saat mesin dalam kondisi idle. dB atau desibel adalah satuan untuk mengukur tingkat suara. Semakin kecil angkanya, semakin senyap suara yang terdengar.
Fitur kenyamanan lain yang tersedia antara lain 24 Hour Parking AC, Nap Mode, Dual Zone AC, ventilasi otomatis, dan leg rest untuk penumpang depan. Fitur-fitur ini menunjukkan bahwa Jetour tidak hanya menonjolkan teknologi mesin, tetapi juga pengalaman penumpang.
ADAS dan V2L untuk Kebutuhan Modern
Dari sisi keselamatan, Jetour T1 i-DM dibekali 13 fitur Advanced Driver Assistance Systems atau ADAS. ADAS adalah rangkaian fitur bantuan pengemudi yang dirancang untuk membantu meningkatkan keamanan dan kenyamanan saat berkendara.
Fitur ini biasanya mencakup bantuan pemantauan, peringatan, atau intervensi tertentu sesuai sistem yang tersedia pada kendaraan. Meski membantu, pengemudi tetap menjadi pihak utama yang bertanggung jawab mengendalikan mobil.
Jetour T1 i-DM juga memiliki fitur Vehicle-to-Load atau V2L dengan daya 3,3 kW. V2L memungkinkan mobil digunakan sebagai sumber listrik untuk perangkat eksternal, misalnya peralatan elektronik saat berkemah, kegiatan luar ruang, atau kondisi darurat.
Bagi konsumen yang sering bepergian, fitur V2L dapat menjadi nilai praktis. Mobil tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga sumber daya listrik portabel.
Ringkasan Spesifikasi Jetour T1 i-DM
Berikut ringkasan spesifikasi utama Jetour T1 i-DM:
- Mesin: ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine
- Tenaga mesin bensin: 134,14 dk
- Torsi mesin bensin: 220 Nm
- Tenaga motor listrik: 201,2 dk
- Torsi motor listrik: 310 Nm
- Transmisi: Dedicated Hybrid Transmission atau DHT
- Baterai: LFP 18,4 kWh
- Sertifikasi baterai: IP68
- Pengisian daya: DC fast charging 30–80 persen sekitar 27 menit
- Jarak listrik murni: hingga 100 km berdasarkan WLTC
- Dimensi: 4.705 mm x 1.967 mm x 1.843 mm
- Wheelbase: 2.800 mm
- Fitur daya eksternal: V2L 3,3 kW
- Fitur keselamatan: 13 fitur ADAS
Apa Artinya bagi Konsumen?
Kehadiran Jetour T1 i-DM menunjukkan semakin banyak pabrikan yang menawarkan SUV elektrifikasi dengan pendekatan praktis. Konsumen tidak hanya mencari mobil bertenaga, tetapi juga efisiensi, kenyamanan, dan fitur yang mendukung aktivitas harian.
Teknologi hybrid plug-in seperti ini dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin merasakan mode listrik, tetapi belum sepenuhnya siap beralih ke mobil listrik murni. Mesin bensin tetap memberi rasa aman untuk perjalanan jauh, sementara motor listrik membantu efisiensi dalam penggunaan harian.
Namun, calon pembeli tetap perlu memperhatikan kebutuhan pribadi. Akses pengisian daya, pola perjalanan harian, biaya perawatan, garansi baterai, harga resmi, dan jaringan layanan purna jual menjadi faktor penting sebelum memilih SUV hybrid.
Dengan kombinasi mesin hybrid, baterai LFP, jarak listrik yang diklaim mencapai 100 km, serta fitur keselamatan dan kenyamanan, Jetour T1 i-DM berupaya masuk ke segmen SUV keluarga yang semakin kompetitif. Tantangannya adalah bagaimana model ini bersaing dari sisi harga, kepercayaan merek, dan layanan setelah penjualan.