Breaking
Memuat breaking news...

Jaket Kulit Ikonik Jensen Huang Laku Rp17,2 Miliar di Lelang Sotheby's

Qaplo
Qaplo
Selasa, 21 Juli 2026 - 9.07 AM WIB
Jaket Kulit Ikonik Jensen Huang Laku Rp17,2 Miliar di Lelang Sotheby's
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

QAPLO - Sebuah jaket kulit hitam bermerek Tom Ford terjual di rumah lelang Sotheby's dengan harga yang jauh melampaui perkiraan siapa pun: US$960 ribu, setara Rp17,2 miliar. Jaket ini bukan sembarang jaket — inilah gaya berpakaian khas CEO Nvidia, Jensen Huang, sosok yang kini memiliki kekayaan sekitar US$175 miliar atau setara Rp3.100 triliun.

Jaket yang dilelang adalah yang dipakai Huang saat berada di Taipei, Taiwan, pada 2023. Dalam prosesnya, jaket ini mendapat 65 kali penawaran dari peserta lelang, angka yang cukup tinggi untuk barang koleksi berupa pakaian bekas pakai figur publik.

Yang membuat hasil lelang ini mencolok bukan cuma nominal akhirnya, melainkan seberapa jauh angka itu melampaui perkiraan. Sebelum lelang digelar, Sotheby's memperkirakan jaket ini akan laku di kisaran US$40 ribu hingga US$60 ribu, atau sekitar Rp717,6 juta hingga Rp1 miliar. Harga jual sesungguhnya ternyata belasan kali lipat lebih tinggi dari estimasi tertinggi tersebut — dan jauh di atas harga eceran resmi jaket sejenis, yang bahkan tidak sampai US$10 ribu atau Rp179,4 juta.

"Respons pada penjualan ini melampaui ekspektasi tertinggi kami," kata kepala koleksi modern Sotheby's, Brahm Wachter, dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (20/7/2026).

Berbeda dari lelang barang koleksi pada umumnya yang hasilnya masuk ke kantong penjual atau kolektor, dana dari penjualan jaket ini justru disalurkan Sotheby's melalui program filantropinya untuk mendukung Edge Institute, organisasi nirlaba yang berfokus mendorong inovasi. Dana tersebut rencananya digunakan untuk membiayai beasiswa, hibah, dan program residensi.

Sisi filantropis inilah yang turut membedakan lelang ini dari sekadar transaksi barang mewah biasa — pembeli tidak hanya membayar untuk kepemilikan jaket ikonik, tapi juga ikut mendanai program pengembangan talenta di bidang inovasi.

Jaket kulit hitam bukan gaya berpakaian yang muncul tiba-tiba bagi Huang. Pria berusia 62 tahun itu bahkan pernah menjuluki dirinya sendiri "pria berjaket kulit" dalam sebuah sesi tanya jawab di Reddit pada 2016, jauh sebelum Nvidia menjadi salah satu perusahaan paling berpengaruh di industri kecerdasan buatan seperti sekarang.

Huang juga dikenal kerap bercanda soal gaya berpakaiannya sendiri. Pada 2023, ia pernah mengatakan bahwa istri dan putrinyalah yang sebenarnya mendandaninya — sebuah pengakuan santai yang menambah kesan bahwa gaya khasnya ini bukan strategi citra yang dirancang serius, melainkan bagian dari kepribadiannya sehari-hari.

Ketenaran gaya berpakaian Huang ternyata sampai juga ke telinga sesama bos teknologi. CEO Meta, Mark Zuckerberg, pernah menerima jaket serupa langsung dari Huang, dan mengenakannya dalam satu kesempatan pada 2024. Menanggapi tingginya harga jaket bekas Huang di lelang, muncul komentar berkelakar, "Ini lebih mahal karena bekas pakai" — sindiran ringan yang menyiratkan bahwa nilai sebuah barang bisa melonjak justru karena riwayat siapa yang pernah memakainya.

Lelang jaket bekas seorang eksekutif teknologi yang tembus belasan miliar rupiah bukan sekadar cerita ringan soal fesyen. Ini juga cerminan bagaimana figur-figur di balik lonjakan bisnis kecerdasan buatan kini punya daya tarik budaya pop yang setara selebritas, sampai barang pribadi mereka pun jadi incaran kolektor — sejalan dengan pola umum di pasar lelang barang koleksi selebritas, di mana nilai simbolis dan cerita di balik suatu barang kerap mendorong harga jauh di atas nilai fungsionalnya.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait