Breaking
Memuat breaking news...

Investor Bitcoin Rugi karena Harga Turun? BlackRock Tawarkan Cara Baru Tetap Dapat Untung Bulanan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 6 Agustus 2026 - 6.41 AM WIB
Investor Bitcoin Rugi karena Harga Turun? BlackRock Tawarkan Cara Baru Tetap Dapat Untung Bulanan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Harga Bitcoin sedang berada di salah satu fase paling suram sejak mencetak rekor tertinggi Oktober 2025 lalu. Di tengah situasi itu, raksasa manajer aset BlackRock justru meluncurkan produk investasi baru yang menawarkan sesuatu yang selama ini tidak pernah dimiliki Bitcoin: penghasilan rutin bulanan.

Perlu digarisbawahi dulu, ada beberapa angka penurunan Bitcoin yang beredar dan kerap tertukar satu sama lain karena mengacu ke periode berbeda. Berdasarkan data awal Agustus 2026, Bitcoin diperdagangkan di kisaran 62 ribuan dolar AS, turun sekitar 44 persen dibanding setahun sebelumnya.

Namun jika dihitung sejak awal tahun 2026 saja, penurunannya sekitar 27 persen. Sementara jika dibandingkan dengan level tertinggi sepanjang masa di angka sekitar 126 ribu dolar AS pada Oktober 2025, koreksinya lebih dalam lagi, mendekati separuh dari puncaknya.

Bitcoin sempat menyentuh titik terendah di kisaran 57 ribuan dolar AS pada awal Juli, sebelum berangsur pulih ke kisaran 63 ribuan dolar AS. Faktor yang disebut sejumlah analis memperberat tekanan jual antara lain sikap bank sentral AS yang cenderung menahan suku bunga tinggi, derasnya dana keluar dari ETF Bitcoin di pasar AS, serta ketegangan geopolitik yang mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman.

Dampaknya ikut terasa pada iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT), produk ETF Bitcoin spot terbesar milik BlackRock yang melacak harga Bitcoin secara langsung. Sejak diluncurkan Januari 2024 dengan biaya pengelolaan tahunan 0,25 persen, IBIT dirancang sesederhana mungkin: naik ketika Bitcoin naik, turun ketika Bitcoin turun, tanpa ada mekanisme lain yang menahan penurunan atau memberi hasil tambahan saat harga stagnan.

Di titik itulah BlackRock memperkenalkan produk pelengkap bernama iShares Bitcoin Premium Income ETF dengan kode saham BITA, yang mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq pada 16 Juni 2026. Berbeda dari IBIT, BITA dirancang khusus untuk menghasilkan pendapatan bulanan lewat strategi opsi yang dikenal sebagai covered call.

Cara kerjanya cukup teknis, tapi intinya bisa disederhanakan begini: BITA memegang kombinasi Bitcoin secara langsung dan saham IBIT, lalu menjual opsi beli (call option) atas sekitar 25 hingga 35 persen dari portofolionya setiap bulan. Pembeli opsi itu membayar semacam "premi" di muka kepada BITA, dan premi inilah yang kemudian dibagikan ke pemegang saham BITA sebagai distribusi bulanan.

BlackRock menargetkan tingkat distribusi tahunan di kisaran 15 hingga 25 persen, meski tidak ada jaminan angka itu akan selalu tercapai karena bergantung pada tingkat volatilitas pasar Bitcoin.

Skema ini serupa dengan produk-produk covered call di pasar saham konvensional, seperti dana berbasis indeks S&P 500 yang juga menjual opsi untuk menghasilkan pendapatan tambahan. Biaya pengelolaan BITA dipatok 0,65 persen per tahun, lebih tinggi dari IBIT, tapi menurut sejumlah laporan industri, angka ini masih lebih rendah dibanding kompetitor sejenis yang sudah lebih dulu ada di pasar, seperti BTCI milik NEOS atau YBTC milik Roundhill, yang mematok biaya mendekati 0,95–0,99 persen.

Menurut laporan 24/7 Wall Street awal Agustus 2026, BITA sudah menghimpun dana kelolaan sekitar 558 juta dolar AS sejak diluncurkan, dengan distribusi bulan Juli sekitar 0,52 dolar AS per saham dan distribusi Agustus naik menjadi sekitar 0,80 dolar AS per saham. Jika disetahunkan, angka ini setara sekitar 9,59 dolar AS per saham—cukup besar dibandingkan harga saham BITA yang berkisar di angka 50-an dolar AS.

Skema seperti ini bukan tanpa harga. Konsekuensi utama dari strategi covered call adalah potensi keuntungan yang terpangkas saat Bitcoin melonjak tajam. Karena BITA sudah "menjual" sebagian kenaikan harganya lewat opsi yang diterbitkan, ketika Bitcoin melesat kencang, kenaikan harga BITA biasanya tidak akan setinggi kenaikan Bitcoin itu sendiri atau IBIT.

Sebaliknya, saat pasar bergerak datar atau justru turun, premi dari opsi yang terjual bisa membantu menahan kerugian sekaligus tetap memberi arus kas ke investor—sesuatu yang tidak didapat pemegang IBIT maupun Bitcoin secara langsung.

Ada juga aspek teknis lain yang layak diperhatikan calon investor: BITA tidak terdaftar sebagai perusahaan investasi di bawah Investment Company Act 1940 seperti reksa dana atau ETF pada umumnya di AS, melainkan berstruktur trust dengan pelaporan pajak model Schedule K-1—hal yang bisa berdampak pada cara pajaknya dihitung dan berpotensi lebih rumit dibanding ETF konvensional.

BITA juga bukan satu-satunya produk sejenis di pasar. Beberapa ETF Bitcoin berbasis covered call lain sudah lebih dulu eksis, seperti BTCI, YBTC, dan BAGY, dengan tingkat distribusi yang dilaporkan bahkan lebih tinggi—berkisar 27 hingga 42 persen per tahun tergantung produk dan periode.

Namun performa harga ketiganya, menurut sejumlah laporan pasar, tercatat kalah dibanding harga spot Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir—konsekuensi wajar dari strategi yang memang menukar potensi kenaikan harga dengan pendapatan rutin.

Kehadiran BITA pada dasarnya menawarkan pilihan baru bagi investor yang sudah mantap dengan keyakinan jangka panjang terhadap Bitcoin, tapi ingin mendapat sesuatu selama menunggu harga pulih, alih-alih hanya menyaksikan nilai portofolionya naik-turun tanpa hasil apa pun di tengah jalan.

Meski begitu, produk ini tetap membawa risiko yang sama seperti aset kripto pada umumnya: harganya tetap mengikuti pergerakan Bitcoin, termasuk saat harga itu jatuh.

Artikel ini disusun berdasarkan informasi produk yang tersedia secara publik dan bukan merupakan nasihat keuangan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Sebelum memutuskan berinvestasi pada produk seperti IBIT, BITA, atau ETF Bitcoin lainnya, calon investor disarankan mempelajari prospektus resmi masing-masing produk dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang memahami profil risiko serta kondisi keuangan pribadi mereka.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait