Breaking
Memuat breaking news...

Fairphone 6 Plus: HP Yang Bisa Dibongkar Pasang Sendiri, Ini Spesifikasi dan Harganya

Redaksi
Redaksi
Rabu, 19 Agustus 2026 - 7.47 AM WIB
Fairphone 6 Plus: HP Yang Bisa Dibongkar Pasang Sendiri, Ini Spesifikasi dan Harganya
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Di tengah tren HP flagship yang makin sulit dibongkar sendiri, produsen elektronik asal Belanda, Fairphone, menawarkan pendekatan berbeda: ponsel yang komponennya bisa diganti sendiri hanya bermodal obeng. Perangkat terbarunya, Fairphone 6 Plus, kini resmi tersedia di pasar Amerika Serikat.

Spesifikasi dan harga

Fairphone 6 Plus dijalankan dengan Android 16 dan mendukung jaringan seluler AT&T serta T-Mobile di Amerika Serikat. Ponsel ini dibanderol 650 dolar AS, dijual lewat situs resmi Fairphone maupun Amazon, dengan tiga pilihan warna: biru kobalt, hitam horizon, dan hijau hutan.

Dari sisi hardware, 6 Plus sebenarnya bukan lompatan besar dari model 6 biasa yang dirilis tahun lalu. Pembaruannya terbatas pada chipset baru Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4 dan RAM yang naik dari 8GB menjadi 12GB. Sementara itu, layar OLED 6,31 inci, kamera utama 50MP, dan kapasitas penyimpanan 256GB tetap sama seperti model sebelumnya.

Nilai jual utama: bisa dibongkar-pasang sendiri

Yang membedakan Fairphone dari kebanyakan HP flagship bukan soal kecepatan atau kamera, melainkan kemudahan reparasi dan klaim keberlanjutan lingkungan. Dengan bermodal obeng, pengguna bisa mengganti sendiri 12 komponen ponsel ini, termasuk layar, baterai, kamera, hingga slot kartu SIM. Fairphone memberi garansi lima tahun untuk perangkat ini, dan menurut situs resminya, dukungan pembaruan sistem Android dijanjikan berlangsung sampai 2033.

Soal keberlanjutan, Fairphone mengklaim produknya 100 persen "netral sampah elektronik" (e-waste neutral) — istilah yang mereka pakai untuk menyebut upaya mengimbangi jumlah limbah elektronik yang dihasilkan lewat program daur ulang atau pengelolaan sampah setara. Perusahaan ini juga menyebut separuh material yang dipakai berasal dari bahan daur ulang atau diproduksi lewat pabrik dengan standar kerja yang lebih adil (fair factory-made materials).

Ponsel flagship dari produsen besar seperti Apple dan Samsung umumnya sulit, bahkan nyaris mustahil, diperbaiki atau diganti komponennya sendiri oleh kebanyakan pengguna — dan membongkarnya sendiri biasanya membuat garansi resmi jadi hangus. Selama ini, kebutuhan reparasi biasanya ditangani toko servis pihak ketiga atau layanan resmi dari produsennya sendiri, tapi biayanya sering kali tidak murah, misalnya untuk mengganti baterai yang sudah lemah atau layar yang retak.

Ada juga sisi lingkungan dari isu ini. Kemampuan memperbaiki perangkat sendiri berpotensi memperpanjang umur pakai ponsel, sehingga tidak cepat berakhir jadi sampah elektronik. Inilah salah satu alasan kelompok advokasi konsumen di Amerika Serikat mendorong lahirnya undang-undang "hak untuk memperbaiki" (right-to-repair) di seluruh 50 negara bagian AS — aturan yang mewajibkan produsen memberi akses lebih mudah bagi konsumen atau bengkel independen untuk memperbaiki produk elektronik.

Gay Gordon-Byrne, direktur eksekutif The Repair Association — organisasi advokasi yang fokus pada isu hak reparasi ini — menyambut baik kabar masuknya Fairphone 6 Plus ke pasar AS. Ia memperkirakan langkah ini akan menarik banyak perhatian konsumen, termasuk dari komunitas yang gemar membedah dan menguji ketahanan perangkat elektronik (teardown).

Perkiraan itu bukan tanpa dasar: setahun lalu, situs pembedah gadget iFixit memberi nilai sempurna 10 dari 10 untuk kemudahan reparasi Fairphone 6, model pendahulu dari 6 Plus ini.

Ketersediaan Fairphone 6 Plus masih di pasar Amerika Serikat, lewat jaringan AT&T dan T-Mobile. Tidak ada informasi soal rencana penjualan resmi di Indonesia. Meski begitu, konsep "HP yang bisa diperbaiki sendiri" ini tetap relevan untuk diikuti, mengingat isu sampah elektronik dan daya tahan perangkat juga jadi perhatian yang makin besar di banyak negara, termasuk Indonesia.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait