Breaking
Memuat breaking news...

Dokter Anak Ingatkan Bahaya Maltodekstrin dalam Susu Formula, Ini Dampaknya bagi Tumbuh Kembang

Qaplo
Qaplo
Minggu, 7 Juni 2026 - 8.22 PM WIB
Dokter Anak Ingatkan Bahaya Maltodekstrin dalam Susu Formula, Ini Dampaknya bagi Tumbuh Kembang
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Qaplo.com - Susu formula sering kali menjadi andalan para orang tua untuk melengkapi kebutuhan nutrisi anak. Namun, belakangan ini, kandungan bahan tambahan seperti maltodekstrin dalam produk susu anak mulai memicu kekhawatiran di kalangan praktisi kesehatan.

Mengenal Maltodekstrin dan Karakteristiknya

Maltodekstrin merupakan jenis karbohidrat hasil olahan pati yang umum digunakan sebagai bahan pengisi atau pengental dalam industri makanan dan minuman. Menurut Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A K, Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Tumbuh Kembang, zat ini pada dasarnya adalah rantai glukosa yang dirancang agar mudah diserap oleh sistem pencernaan anak.

Dalam dunia medis, maltodekstrin biasanya digunakan pada formula khusus, seperti susu bebas laktosa atau rendah laktosa. Tujuannya adalah membantu bayi dengan kondisi medis tertentu agar tetap mendapatkan asupan energi yang cukup.

Dampak Jangka Panjang bagi Kesehatan dan Kognitif Anak

Meski memiliki fungsi teknis, konsumsi maltodekstrin dalam jangka panjang perlu diwaspadai. Bahan ini memiliki Indeks Glikemik (GI) yang sangat tinggi, mencapai angka 110, yang berarti dapat memicu lonjakan kadar gula darah secara cepat setelah dikonsumsi.

Konsumsi pemanis buatan atau bahan tambahan berlebih pada anak dikhawatirkan dapat memicu sejumlah risiko kesehatan. Beberapa di antaranya meliputi potensi penurunan kemampuan kognitif saat anak menginjak usia tiga tahun, serta hambatan pada perkembangan bahasa dan motorik.

Selain itu, lonjakan gula darah yang sering terjadi berisiko memicu resistensi insulin sejak dini, yang dapat memengaruhi fungsi kerja otak. Efek samping lain yang kerap luput dari perhatian adalah rasa kenyang semu. Anak yang terbiasa mengonsumsi susu tinggi maltodekstrin cenderung cepat kenyang, sehingga enggan mengonsumsi makanan utama yang kaya akan nutrisi alami.

Sorotan Terhadap Kualitas Bahan Baku Susu Formula

Kondisi pasar susu formula di Indonesia juga menarik perhatian pelaku industri global. Leng Youbin, Chairman & Founder FEIHE International, mengamati bahwa sebagian besar produk susu formula di pasar lokal masih mengandalkan susu bubuk yang diproses dengan pemanasan suhu tinggi berulang, yang berisiko mengurangi kandungan nutrisi aktif alami.

Banyak produk juga masih mencampurkan perisa sintetik, gula tambahan, hingga maltodekstrin. Hal ini mendorong pentingnya transparansi informasi nilai gizi agar orang tua dapat memilih produk yang lebih alami dan minim bahan tambahan sintetis.

Inovasi Susu Segar Tanpa Bahan Tambahan

Merespons kebutuhan akan nutrisi yang lebih bersih, FEIHE International berkolaborasi dengan MAKUKU meluncurkan AceKid di Indonesia. Produk ini diperkenalkan sebagai susu formula yang menggunakan susu segar (natural whole milk) sebagai bahan dasar utama, tanpa tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, maupun perisa buatan.

Langkah ini didukung oleh riset mendalam dari FEIHE Research Institute yang bekerja sama dengan institusi global seperti Harvard Medical School. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi orang tua yang menginginkan asupan nutrisi yang lebih murni dan aman untuk tumbuh kembang anak mereka.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait