Islam adalah agama yang sangat scientific. Itulah keyakinan dr. Zaidul Akbar — dokter yang kini mendalami pedoman hidup sehat dalam Islam — dalam perbincangannya dengan Helmy Yahya. Menurutnya, seharusnya umat Islam menjadi umat yang paling sehat kalau mengikuti apa yang disampaikan Allah dalam Al-Qur'an dan petunjuk Nabi SAW, karena menurutnya Nabi adalah manusia yang paling sehat. Berikut rangkuman teladan Rasul dari bangun tidur sampai tidur lagi yang bisa ditiru.
Rumus mengecilkan perut dan menjaga hormon laki-laki
Kegemukan memang tidak diharamkan, tetapi Umar bin Khattab pernah memarahi orang yang berbadan gemuk di zamannya. Secara saintifik, pada laki-laki ada enzim aromatase di jaringan lemak yang mengubah testosteron menjadi estrogen ketika lemak berlebih — sehingga makin gendut, hormon laki-lakinya makin berkurang. Kondisi ini memang terdokumentasi pada laki-laki obesitas. Padahal testosteron bukan cuma soal kejantanan, tetapi juga berkaitan dengan mood, energi, dan motivasi.
Al-Qur'an membedakan dua kata untuk laki-laki: "dzukuro" (sekadar jenis kelamin) dan "rijal" — lelaki komplit dengan paket kejantanan, kepemimpinan, dan ide. Dalam surat An-Nisa, "ar-rijalu qawwamuna 'ala an-nisa": laki-laki itu pemimpin — yang memutuskan, inisiator, eksekutor, evaluator, semua dalam satu paket.
Rumus menurunkan berat badan sebenarnya sederhana: kalori in lebih kecil dari kalori out, berat badan turun. Masalahnya, sarapan kebanyakan orang Indonesia adalah gula semua: nasi uduk atau nasi goreng plus kerupuk, bakwan, dan teh manis. Padahal Al-Qur'an berpesan, "fal-yanzhuril insanu ila tha'amih" — perhatikan apa yang kalian makan.
Kelebihan gula yang terus-menerus memicu insulin resistance — yang disebut sebagai epidemik berikutnya — yang berkaitan erat dengan risiko stroke, kencing manis, dan darah tinggi. Solusinya: batasi kalori, masukkan protein dan sayur, kurangi karbo untuk memperkuat massa otot, ditambah resistance training seperti barbel, push up, dan squat. Yang paling susah justru mengontrol nafsu makan — karena dalam makanan dan minuman ada setan yang bercokol, dan salah satu penyebab lemahnya iman adalah banyak makan.
Adab tidur ala Nabi
Tidur adalah rahmat Allah yang luar biasa: saat tidur — terutama tidur dalam (deep sleep) — terjadi lonjakan hormon pertumbuhan (growth hormone), sistem perbaikan tubuh berjalan, dan metabolisme diperbaiki. Ia menyebut beberapa sumber menganjurkan tidur 6–8 jam; adapun Nabi tidur habis Isya, lalu bangun tengah malam untuk tahajud dan berkarya, seperti para ulama zaman dulu yang kebanyakan berkarya di malam hari.
Nabi beradab luar biasa dengan tidur: membaca banyak doa sebelum tidur — beberapa ayat terakhir Al-Baqarah, Ali Imron, dan Al-Ikhlas. Tidur dengan lampu dimatikan pun disebut memberi efek berbeda dibanding lampu menyala. Ia juga menyarankan mematikan wifi dan perangkat elektronik saat tidur — namun perlu dicatat, WHO menyatakan belum ada bukti meyakinkan bahwa sinyal wifi merugikan kesehatan, jadi saran ini lebih tepat dipahami sebagai upaya mengurangi distraksi, bukan karena bahaya radiasinya terbukti.
Posisi tidur yang dianjurkan: miring ke kanan — menurutnya agar jantung di atas sehingga bebannya ringan. Yang dilarang adalah tengkurap (sesuai hadis). Adapun klaim bahwa posisi kaki bersilangan bisa menghilangkan kebiasaan ngorok ia sampaikan dari pengalamannya; belum ada bukti ilmiah yang mendukungnya.
Sebelum tidur, ia pribadi menyarankan konsumsi habbatussauda (2–3 kapsul) — ini saran personalnya, bukan dosis medis umum; konsultasikan ke tenaga kesehatan bila memiliki kondisi tertentu. Dan ingat: malam bukan waktu untuk banyak makan — Nabi tidur habis Isya bila tidak ada urusan, karena Allah menjadikan malam untuk istirahat.
Adab bangun tidur dan bersiwak
Bangun tidur, Nabi membaca doa "Alhamdulillah... wa ilaihin nusyur" — dan kepada Allah kami akan dikembalikan. Artinya, mukmin sejak bangun tidur sudah punya motivasi: akan bertemu Allah, harus mempersiapkan amal kebaikan. Lalu membaca beberapa ayat terakhir Ali Imron ("Rabbana ma khalaqta hadza bathila") dan bersiwak.
Siwak sangat diperhatikan Nabi — saat menjelang wafat pun yang diminta beliau adalah air dan siwak. Semua kandungan pasta gigi ada di siwak, dan kesehatan mulut berkaitan dengan jantung serta otak. Ada penyakit jantung bernama endokarditis infektif yang risikonya meningkat bila oral hygiene buruk — bakteri dari mulut bisa masuk ke aliran darah. Bau mulut pun disebutnya kerap berkaitan dengan masalah pencernaan, meski ini perlu pemeriksaan lebih lanjut dan bukan diagnosis pasti.
Bagi waktu jadi empat
Ulama Wahab bin Munabbih membagi waktu hidup menjadi empat: pertama, bermunajat kepada Allah — ngobrol dengan manja seperti doa Nabi Zakaria, bukan sekadar ritual tanpa feel; kedua, bermuhasabah — bertanya pada diri sendiri, umur sudah sekian, karya dan amal saleh apa yang sudah dikerjakan; ketiga, berkumpul dengan teman — dengan syarat mencari sahabat yang berani mencari celah kita untuk menasihati, bukan cuma memuji; keempat, menikmati diri dan jiwa — dengan syarat halal, sehat/lezat/nikmat, dan tidak berlebihan. Waktu keempat ini justru mengoptimalkan tiga waktu sebelumnya.
Dzikir pagi pun sudah paket komplit: "Allahumma inni as'aluka 'ilman nafi'an" — memohon ilmu yang bermanfaat. Saat subuh, lihatlah cahaya matahari (bukan menatapnya) agar terjadi switching sistem tubuh dari parasimpatik (malam, rileks) menjadi simpatik (siang, working). Nabi juga punya doa saat melihat langit, serta doa perlindungan dari membodohi dan dibodohi, menyesatkan dan disesatkan, menggelincirkan dan digelincirkan, menzalimi dan dizalimi.
Doa adalah obat
Ibnu Qayyim menyebut doa itu obat. Ada tiga doa yang tidak dikabulkan: doa meminta keburukan, doa memutus silaturahim, dan doa orang yang tergesa-gesa lalu berkata, "Ya Allah, kenapa tidak Kau kabulkan?" Kita harus tahu diri: kita ini makhluk dan hamba.
Allah menciptakan tubuh, jiwa, dan hati kita — kita sebenarnya tidak punya modal. Allah "membeli" jiwa kita dengan surga. Tugas kita cuma dua: beribadah (menjadi Abdullah) dan menjadi khalifah di muka bumi mengajak pada kebaikan. Reward-nya: surga.
Penyakit hati adalah panglima penyakit
Nabi bersabda: dalam tubuh ada segumpal daging — kalau baik, baik semuanya; kalau rusak, rusak semuanya — yaitu kalbu. Contohnya: si Budi dihidangkan makanan seenak apa pun tidak akan bisa menikmatinya saat dikabari rumahnya kebakaran. Hati adalah panglima: kalau dia tidak nyaman, seluruh tubuh merasakannya.
Penyakit hati seperti dengki, hasad, riya, benci, dan dendam adalah sumber penyakit — Nabi menyebut hasad seperti api yang membakar kayu bakar. Tetangga beli mobil baru, dia yang sakit. Lawan dari stres adalah ketenangan — dan dalam surat Al-Fath, Allah memakai kalimat "menurunkan ketenangan". Ketenangan itu diturunkan, bukan didapat; tidak bisa ditemukan di bumi. Healing dan liburan tanpa mengakses langit hanya memberi ketenangan semu.
Salah satu indikator iman yang baik: tidak ikut campur urusan orang lain. Semakin tidak tahu urusan orang lain, semakin damai hidup. Manusia punya tiga level: langit (spiritual), jiwa/hati, dan raga yang paling rendah — nutrisi terutama harus diberikan pada pikiran.
Bekam: pengobatan yang paling utama
Nabi bersabda kesembuhan itu ada tiga: minum madu, berbekam, dan kay (besi panas — yang tidak disukai Nabi). Dalam hadis lain: "pengobatan yang paling utama adalah hijamah." Saat Isra Mi'raj, para malaikat berpesan, "Ya Muhammad, perintahkanlah umatmu untuk berbekam." Nabi pun menyebutkan titik-titik bekam, dan menganjurkan berbekam pada tanggal 17 dan 19 setiap bulan.
Ia mengklaim membaca penelitian dengan hasil yang menurutnya spektakuler: saat dibekam, sel-sel imun yang keluar disebutnya bukan pasukan level bawah, melainkan yang paling top. Namun perlu dicatat: tinjauan sistematis atas puluhan uji coba menilai bukti manfaat bekam masih berkualitas rendah, sehingga klaim mekanisme sel imun tersebut belum terbukti secara ilmiah. Yang ia tekankan dari bekam bukan darahnya, melainkan reaksi tubuh setelah pembekaman — ia menyebutnya CPS (causative pathological substances), istilah dari kalangan peneliti yang ia ikuti, bukan istilah medis baku.
Paket komplitnya: puasa tengah bulan tanggal 13, 14, 15 sebagai detox internal, istirahat tanggal 16, lalu bekam tanggal 17 — yang tersisa dikeluarkan secara mekanik sekaligus menimbulkan reaksi peradangan. Bekam sudah dikenal sejak Mesir kuno, lalu disempurnakan Islam dengan titik-titik dari Nabi. Ini tidak bertentangan dengan dunia medis: untuk hipertensi, rujukan JNC (Joint National Committee) memang menempatkan modifikasi gaya hidup sebagai langkah awal penanganan — karena jam biologis atau sunatullah yang tidak dipatuhi pasti membuat orang sakit.
Soal makan: kunyah, jangan nge-jus, jalan setelah makan
Soal mandi: guyur air hangat lalu kejutkan dengan air dingin — menurut beberapa ilmuwan yang ia kutip bisa meningkatkan daya pikir (klaim ini belum terverifikasi independen). Minum air es tidak terbukti bikin gendut, tetapi minum saat makan kurang disarankan karena enzim sedang bekerja — meski bukti ilmiahnya tidak kuat. Temannya yang muslim dari Chechnya makan tanpa minum sama sekali — selesai makan, baru minum. Nabi pun mengajarkan mengunyah makanan dengan baik (ia menyebut angka 30 kali).
Jus kurang disarankan dibanding makan buah utuh. Perlu diluruskan di sini: kalori dua jeruk yang diblender tidak bertambah karena "molekulnya pecah" — buah yang sama tetap mengandung kalori yang sama. Yang berubah adalah porsi yang mudah dikonsumsi sekaligus, rasa kenyang, dan respons gula darah; fungsi mengunyah pun tidak bermain. Bubur pun kurang baik dibanding nasi menurutnya karena langsung tertelan. Buah sebaiknya dimakan di awal (seperti kimchi di Korea yang dimakan dulu sebagai enzim).
Tempe disebut the best food di negeri ini — makanan fermentasi terbaik: kalsium naik, magnesium naik, bahkan muncul vitamin yang biasanya hanya ada di protein hewani berkat kerja bakteri tempe. Ada pula penelitian yang ia kutip: minum cuka apel (satu sendok teh hingga satu sendok makan dicampur air) sebelum makan disebut dapat membantu menahan lonjakan glukosa — bukti ilmiahnya menunjukkan efek yang kecil (penurunan modest), bukan mencegah sepenuhnya, dan tidak menggantikan obat maupun pengaturan pola makan.
Nabi melarang tidur setelah makan: berjalanlah 40 langkah atau 10–15 menit setelah makan — penelitian memang menunjukkan jalan kaki setelah makan dapat menurunkan puncak dan respons glukosa darah. Lonjakan gula bikin ngantuk dan tidak produktif. Tips untuk yang gulanya tinggi: minum cuka sebelum makan makanan tinggi gula, atau makan sayur dulu sebelum makan. Beli nasi padang? Minta sayur yang fresh, bukan olahan. Orang Padang zaman dulu habis makan pergi ke ladang — karbonya terbakar lagi; sekarang tidak.
Iblis pun, dalam sebuah hadis, saat masuk ke tubuh Nabi Adam menyimpulkan tujuh hal — di antaranya manusia itu ringkih, banyak urusan dengan perut, dan banyak urusan dengan emosi/syahwat. Nabi Adam diturunkan dari surga karena dosa yang berkaitan dengan makanan. Ibnu Qayyim menyebut lima penyebab lemahnya iman, di antaranya banyak makan, banyak ngomong, dan banyak bergaul yang tidak penting.
Soal babi haram: pertama karena Allah perintahkan — itu dasar utamanya. Adapun penjelasan soal "gen babi yang tidak bisa di-flushing dan melekat pada buah yang dipupuk kotoran babi" adalah cerita dari gurunya dan tidak memiliki dasar ilmiah: tidak ada mekanisme gen babi berpindah ke jaringan buah lewat pupuk, apalagi mengubah perilaku manusia.
Khamar dilarang karena mudaratnya besar; adapun tape atau buah seperti nanas dan durian matang yang mengandung alkohol alami dalam jumlah kecil — itu satu paket buahnya, dimakan bukan untuk mabuk. Makan apa pun kalau berlebihan bisa memabukkan.
Penutup
Allah menciptakan kita untuk beribadah dan menjadi khalifah — tidak mungkin sakit-sakitan untuk mengerjakan dua peran itu. Fasilitasnya sudah disediakan di bumi: air, sayur, buah. Tinggal kita mengikuti teladan Rasul dari bangun tidur sampai tidur lagi — yang menurut dr. Zaidul Akbar jauh lebih powerful dari buku kebiasaan mana pun.
Catatan redaksi: Artikel ini adalah rangkuman wawancara dr. Zaidul Akbar dengan Helmy Yahya; pandangan medis di dalamnya adalah pendapat narasumber. Beberapa klaim telah dicek ke sumber ilmiah (aromatase-testosteron, growth hormone saat tidur, kaitan insulin resistance dengan diabetes/penyakit jantung, jalan kaki setelah makan, endokarditis dan kebersihan mulut, pedoman JNC), sebagian dinyatakan dengan kualifikasi, dan sebagian ditandai belum terverifikasi/tidak berdasar (klaim gen babi, mekanisme sel imun bekam, bahaya wifi, dosis habbatussauda).


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda