Tiga Kebiasaan Sederhana untuk Jaga Kesehatan Paru-Paru, Termasuk Rawat Usus
Menjaga kesehatan paru-paru ternyata tidak melulu soal olahraga dan pernapasan saja. Dokter asal India, Kunal Sood, membagikan tiga kebiasaan sederhana yang menurutnya bisa membantu mempertahankan fungsi paru-paru tetap optimal — dan salah satunya justru berkaitan dengan kesehatan usus.
Dikutip dari Hindustan Times, Minggu (6/9/2026), Sood, yang berprofesi sebagai ahli anestesi sekaligus spesialis nyeri intervensi, membagikan tips ini lewat konten edukasi kesehatan di media sosial. Menurutnya, olahraga teratur, latihan pernapasan, dan menjaga kesehatan usus adalah tiga rutinitas yang bisa dilakukan sehari-hari, sebagai pelengkap dari langkah dasar menjaga paru-paru seperti menghindari rokok dan paparan polusi udara.
1. Kardio 20-30 Menit Sehari
Sood menekankan pentingnya aktivitas kardio harian — bukan hanya untuk jantung, tapi juga untuk paru-paru. Menurutnya, jalan kaki, bersepeda, atau jogging ringan selama 20-30 menit bisa meningkatkan kapasitas paru, memperkuat diafragma (otot utama yang berperan dalam proses bernapas), sekaligus membantu membersihkan saluran napas dari lendir maupun partikel polutan yang terhirup.
Ia menilai gerakan sederhana yang dilakukan secara konsisten memberi dampak langsung terhadap ketahanan tubuh dan efisiensi sistem pernapasan secara keseluruhan.
2. Latihan Pernapasan Rutin
Selain aktivitas fisik, Sood juga rutin melakukan teknik pernapasan tertentu. Ia menjelaskan bahwa teknik seperti bernapas perlahan lewat hidung, tarikan napas dalam, hingga teknik box breathing (pola bernapas dengan hitungan tertentu untuk menenangkan sistem saraf) bisa membantu meningkatkan volume paru, menambah toleransi tubuh terhadap kadar karbon dioksida, serta menurunkan reaktivitas saluran napas saat tubuh mengalami stres atau berolahraga.
Teknik semacam ini semakin populer karena mudah dipraktikkan tanpa membutuhkan alat khusus apa pun.
3. Menjaga "Gut-Lung Axis"
Bagian paling menarik dari tips Sood adalah soal hubungan antara kesehatan usus dan paru-paru, yang dalam istilah medis disebut gut-lung axis (poros usus-paru). Menurutnya, mikrobioma usus — kumpulan bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan — berperan besar dalam mengatur sinyal sistem imun yang memengaruhi bagaimana paru-paru merespons peradangan.
Sood menyebut usus yang lebih sehat membantu mengatur peradangan tubuh sekaligus meningkatkan ketahanan saluran napas. Ia turut merekomendasikan konsumsi probiotik yang dirancang khusus untuk menargetkan gut-lung axis sebagai dukungan tambahan bagi kesehatan paru-paru.
Tips ini merupakan pandangan dan pengalaman pribadi dr. Kunal Sood yang dibagikan lewat media sosial, bukan pedoman medis resmi dari lembaga kesehatan tertentu. Ketiga kebiasaan ini — kardio ringan, latihan pernapasan, dan menjaga kesehatan usus — tergolong aman dipraktikkan sebagai bagian gaya hidup sehat sehari-hari. Namun bagi yang memiliki keluhan pernapasan tertentu atau kondisi kesehatan khusus, tetap disarankan berkonsultasi langsung dengan dokter sebelum menerapkan rutinitas kesehatan baru.


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda