Breaking
Memuat breaking news...

Chip Baru Nvidia Groq 3 LPX: Senjata Baru Nvidia untuk Era Inferensi AI

Redaksi
Redaksi
Selasa, 25 Agustus 2026 - 7.01 AM WIB
Chip Baru Nvidia Groq 3 LPX: Senjata Baru Nvidia untuk Era Inferensi AI
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Delapan Bulan Usai Akuisisi Rp320 Triliun, Chip Groq Nvidia Resmi Masuk Produksi Massal

Nvidia resmi memasuki tahap produksi penuh untuk rak chip inferensi Groq 3 LPX, hanya delapan bulan setelah perusahaan ini menuntaskan kesepakatan senilai 20 miliar dolar AS untuk melisensi teknologi Groq pada akhir 2025. Perusahaan neocloud Nebius disebut akan menjadi pelanggan pertama yang mengoperasikan chip ini lewat layanan Nebius Token Factory sebelum tahun 2026 berakhir.

Kilas Balik Kesepakatan Nvidia-Groq

Kesepakatan antara Nvidia dan Groq Inc, perusahaan rintisan neocloud dan desainer semikonduktor yang berfokus pada chip AI berlatensi rendah, resmi diteken pada 24 Desember 2025. Dalam perjanjian lisensi non-eksklusif ini, Nvidia dilaporkan membayar tunai sebesar 20 miliar dolar AS untuk aset teknologi Groq.

Bersamaan dengan itu, Nvidia juga merekrut pendiri sekaligus CEO Groq, Jonathan Ross, presiden perusahaan Sunny Madra, beserta sebagian besar staf teknik Groq. Meski begitu, Nvidia tidak sepenuhnya mengakuisisi Groq sebagai perusahaan — Groq tetap berstatus sebagai entitas independen hingga saat ini.

Spesifikasi dan Keunggulan Groq 3 LPX

Chip Groq 3 LPX pertama kali diperkenalkan dalam konferensi GTC milik Nvidia. Setiap rak berpendingin cairan ini memuat 256 unit pemrosesan bahasa (language processing unit/LPU) dan menjadi bagian dari platform Vera Rubin milik Nvidia.

Pembagian tugasnya jelas: GPU Nvidia menangani proses pelatihan model AI serta pekerjaan "prefill" konteks besar, sementara LPX berperan mempercepat proses inferensi — tahap ketika model AI yang sudah dilatih digunakan untuk menghasilkan jawaban atau prediksi secara langsung.

Desain Groq mengandalkan memori pada chip (on-chip memory) beserta sejumlah trade-off desain lain yang membuatnya sangat cocok untuk tugas inferensi, meski kurang ideal untuk tugas pelatihan model. Karena itu, Nvidia memposisikan LPX sebagai pendamping rak GPU, bukan sebagai pengganti mandiri.

Salah satu keunggulan utama LPX adalah kompatibilitasnya dengan chip Vera Rubin terbaru Nvidia, tanpa mengharuskan pelanggan mengubah alur kerja CUDA — perangkat lunak yang selama ini menjadi standar dasar di seluruh industri AI dan menjadi salah satu faktor kunci dominasi Nvidia di pasar.

Menurut klaim perusahaan, sistem gabungan LPX dan Vera Rubin dapat memproses beban kerja inferensi dengan throughput hingga 35 kali lebih tinggi untuk setiap megawatt daya yang digunakan — sebuah keunggulan penting mengingat keterbatasan pasokan listrik menjadi salah satu kendala paling mendesak di industri chip AI saat ini.

Analisis: Kenapa Kecepatan Peluncuran Ini Penting

Dari sisi analisis pasar, Motley Fool menilai langkah Nvidia tergolong sangat cepat — hanya butuh kurang dari tiga kuartal dari penandatanganan kesepakatan hingga pengumuman produksi penuh. Dalam rentang waktu tersebut, Nvidia dinilai berhasil mengintegrasikan perangkat keras baru ini ke dalam ekosistemnya yang kompleks, mengubah apa yang berpotensi menjadi ancaman bagi dominasinya menjadi justru aset tambahan.

Menurut analisis tersebut, meski pelatihan model AI tetap akan terus membutuhkan jumlah chip yang sangat besar, fokus industri secara bertahap diperkirakan akan bergeser lebih ke arah inferensi dalam beberapa tahun ke depan. Analis Motley Fool menilai langkah Nvidia mengembangkan LPX sebagai antisipasi pergeseran ini merupakan strategi yang cerdas — meski ini tetap merupakan opini analis, bukan kepastian arah pasar di masa depan.

Data Keuangan Terkait

Berdasarkan riset Motley Fool, unit bisnis Data Center Nvidia membukukan pendapatan 75,2 miliar dolar AS pada kuartal pertama tahun ini. Angka tersebut diproyeksikan naik mendekati 92 miliar dolar AS saat Nvidia merilis laporan keuangan pada Rabu, 26 Agustus mendatang.

Analis yang sama memperkirakan kontribusi pendapatan dari LPX belum akan terlihat signifikan dalam waktu dekat. Namun, dalam beberapa tahun ke depan, langkah ini diperkirakan berpotensi menjadi momentum penting bagi Nvidia — proyeksi yang tetap perlu dipandang sebagai pandangan analis, bukan jaminan hasil di masa mendatang.

Catatan: Artikel ini merupakan analisis pasar dan opini dari platform investasi Motley Fool, bukan rekomendasi atau nasihat investasi.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait