Ada satu "dosa besar" yang sering dilakukan orang yang baru membeli mobil bekas: langsung memakainya tanpa mengecek dan merawat ulang. Padahal, kita tidak tahu bagaimana pemilik sebelumnya merawat mobil itu. Prinsipnya sederhana — reset ke nol. Ganti semua yang perlu diganti, dan jangan berasumsi semuanya sudah diganti. Kalau asumsi itu salah, ujung-ujungnya mesin jebol dan urusannya panjang. Berikut tiga hal yang wajib dilakukan.
1. Ganti semua cairan (chemical)
Cairan adalah nyawa mobil bekas. Yang pertama tentu saja oli mesin — kalau tidak percaya dengan oli yang diisi penjual, ganti dengan oli kesukaanmu.
Oli transmisi tak kalah penting, terutama untuk matic: ganti oli sekaligus filternya (beberapa mobil seperti Honda punya dua filter, minimal satu). Ganti tiap 20.000 km — jangan percaya klaim "long life" sampai 50.000 km, apalagi klaim lifetime 150.000 km untuk mobil Eropa. Turun transmisi biayanya lebih mahal daripada turun mesin, jadi jangan main-main. Pastikan juga olinya sesuai jenis: CVT wajib pakai oli CVT, ATF pakai oli ATF sesuai jumlah giginya — salah isi, mobil tidak jalan.
Untuk mobil manual, ganti oli gearbox (oli 90, relatif murah). Untuk penggerak belakang, ganti oli gardan. Keduanya bisa dianggarkan bertahap.
Minyak rem wajib diganti setahun sekali. Minyak rem menyerap kelembaban udara sehingga titik didihnya turun — setelah diganti dan di-flushing, rem terasa lebih pakem dan injakannya lebih nyaman. Sekalian flushing, cek juga kampas rem.
Oli power steering (untuk yang masih hidrolik; EPS tidak perlu) sebaiknya diganti kalau sudah hitam — kalau dibiarkan, seal cepat rusak. Biayanya murah, sekitar Rp100.000-an. Terakhir, oli kompresor AC dan coolant — kuras coolant dan kerok radiatornya agar kondisinya benar-benar baru.
Tidak harus sekaligus. Prioritasnya: oli mesin, oli transmisi, dan minyak rem dulu, lalu radiator. Satu paket lengkap untuk mobil kecil berkisar Rp2–3 juta — bisa dicicil bulan per bulan. Oh ya, filter oli wajib diganti setiap ganti oli (jangan ikut kebiasaan dua kali ganti oli baru ganti filter), dan filter oli transmisi diganti sekalian saat ganti oli matic. Filter udara? Kalau masih bagus, tidak perlu diganti.
2. Ganti busi
Untuk mobil bensin, busi tetap diganti — karena kita tidak tahu busi yang terpasang itu standar atau iridium, masih bagus atau sudah jelek. Toh busi iridium berumur panjang: iridium biasa sekitar 70.000 km, laser iridium lebih dari 100.000 km. Sekali ganti, dua tahun ke depan belum tentu ganti lagi.
Waspadai juga busi palsu: busi yang memakai merek orang lain dengan harga murah banget (misalnya Rp20.000 — harga pabriknya di China cuma Rp7.000). Busi palsu tetap busi, tetapi kualitasnya tidak bisa diandalkan.
Kondisi busi lama sebenarnya bisa "dibaca": hitam bersih berarti pembakaran oke; kemerahan berarti rich (kebanyakan bensin); ada bercak karbon berarti injektor kotor, bensin kotor, atau busi tidak menyala dengan baik; hitam pekat berlebihan berarti ada oli yang bocor; dan jangan sampai basah. Perhatikan juga gap busi — jarak elektrodanya harus pas, karena selisih 0,1 detik pada ignition timing saja sudah berpengaruh ke tenaga. Sebagai gambaran, pada sebuah Yaris yang di-remap, ganti busi iridium plus koil racing menaikkan tenaga 5–8 HP.
Satu catatan saat memasang: kencangkan secukupnya dengan kunci torsi — yang penting rapat. Terlalu kencang bisa mematahkan sambungan antara drat dan keramiknya, dan kalau patah di dalam, urusannya bisa sampai turun head silinder.
3. Budgeting: cicil sesuai prioritas
Banyak pembeli yang budget-nya habis untuk membeli mobilnya. Tidak masalah — perawatan ini bisa dicicil. Urutan prioritasnya: oli mesin dan transmisi dulu, kemudian minyak rem, lalu radiator dan sisanya. Yang penting semuanya tercatat dan terjadwal, bukan diabaikan.
Intinya: mobil bekas yang baru keluar dari dealer atau penjual jangan langsung dipakai harian dengan asumsi semuanya beres. Lakukan reset perawatan — terutama untuk mesin — agar tidak merasa ketipu di kemudian hari. Sedikit repot di awal jauh lebih murah daripada jebol di tengah jalan.


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda