Breaking
Memuat breaking news...

ChatGPT Gratis Kini Bisa Chat Teks Tanpa Batas, OpenAI Jadikan GPT-5.6 Luna sebagai Model Default

Redaksi
Redaksi
Jumat, 7 Agustus 2026 - 6.05 AM WIB
ChatGPT Gratis Kini Bisa Chat Teks Tanpa Batas, OpenAI Jadikan GPT-5.6 Luna sebagai Model Default
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

OpenAI resmi menghapus batas jumlah percakapan teks bagi pengguna gratis ChatGPT. Pengumuman ini disampaikan pada Kamis, 6 Agustus 2026, dan menjadi salah satu perubahan paling signifikan yang diberikan kepada pengguna non-berbayar sejak ChatGPT diluncurkan.

Mulai pekan ini, model default untuk akun Free dan Go akan berpindah ke GPT-5.6 Luna, menggantikan GPT-5.5 Instant yang selama ini dipakai. Pekan depan, giliran fitur chat tanpa batas dan tombol "Think" yang mulai digulirkan secara bertahap, dengan sejumlah pengaman untuk mencegah penyalahgunaan.

Meski begitu, tidak semua batasan hilang. OpenAI menegaskan bahwa limit untuk mengunggah berkas, membuat gambar, dan fitur lain di luar chat berbasis teks tetap berlaku seperti biasa. Yang dibebaskan dari batas hanyalah percakapan teks murni.

Tombol Think yang baru memungkinkan pengguna gratis mengaktifkan mode penalaran lebih dalam untuk pertanyaan yang butuh riset atau logika berlapis, sesuatu yang sebelumnya hanya bisa dinikmati pengguna berbayar.

Dengan model Luna sebagai basisnya, ChatGPT versi gratis kini punya jendela konteks sekitar 1,05 juta token dan output maksimal 128 ribu token, jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya.

Luna mendukung input teks dan gambar, tapi belum bisa memproses audio atau video secara langsung. Basis pengetahuannya terpotong pada 16 Februari 2026, sehingga untuk informasi setelah tanggal tersebut model tetap mengandalkan pencarian web sebagai sumber tambahan.

Bagi yang mengikuti nomenklatur OpenAI sebelumnya, Luna kurang lebih setara dengan tingkatan "nano" pada keluarga GPT-5 lama—model paling ringan dan murah untuk dioperasikan, namun kini dengan kemampuan yang jauh lebih baik.

Bukan cuma pengguna gratis yang kebagian pembaruan. Pelanggan Plus dan Pro mendapat versi GPT-5.6 Sol yang telah disempurnakan, lengkap dengan slider baru untuk mengatur seberapa dalam model bernalar sebelum menjawab. Slider ini menggantikan pemisahan mode Instant dan Thinking yang selama ini terpisah, sehingga satu model kini menangani kedua kebutuhan tersebut secara konsisten.

OpenAI menyebut versi baru Sol memberi jawaban yang lebih terfokus, menyesuaikan tingkat detail dengan jenis pertanyaan, tidak lagi memakai format berlebihan, dan berani mengoreksi pengguna ketika sekadar menyetujui tidak akan membantu. Perusahaan mengklaim, dalam evaluasi internal yang mencakup topik finansial, medis, dan hukum, jawaban yang mengandung kesalahan faktual berkurang 68 persen dibanding GPT-5.5 Instant untuk Sol, dan 62 persen untuk Luna.

Angka-angka ini berasal dari pengujian internal OpenAI sendiri dan belum bisa diverifikasi oleh pihak independen.

Perlu dicatat, versi Sol yang diperbarui ini khusus untuk pengalaman chat biasa. Model Sol yang menjalankan ChatGPT Work dan Codex tidak mengalami perubahan lewat pembaruan ini.

Pembaruan ini melanjutkan peluncuran keluarga model GPT-5.6 yang pertama kali dirilis OpenAI pada 9 Juli 2026, terdiri dari tiga tingkatan: Sol sebagai model andalan untuk penalaran kompleks dan tugas coding, Terra sebagai opsi menengah untuk penggunaan sehari-hari, dan Luna sebagai varian tercepat serta paling hemat biaya. Ketiganya berbagi spesifikasi dasar yang sama soal jendela konteks dan batas output, hanya berbeda pada kemampuan penalaran dan kecepatan pemrosesan.

OpenAI mengklaim jumlah pengguna ChatGPT kini mencapai satu miliar orang tiap minggunya, mencakup segala hal mulai dari pertanyaan sederhana, pencarian web, hingga perencanaan dan pengambilan keputusan yang lebih rumit. Angka inilah yang disebut perusahaan sebagai alasan mengapa mereka perlu memastikan model gratis maupun berbayar sama-sama bisa diandalkan.

Di pekan yang sama, Adobe juga meluncurkan plugin terpadu untuk ChatGPT yang menggabungkan lebih dari 70 alat dari Photoshop, Premiere, Lightroom, Illustrator, InDesign, Acrobat, Express, hingga Firefly ke dalam satu pengalaman percakapan.

Pengguna cukup mengetik "@Adobe" lalu mendeskripsikan hasil yang diinginkan, dan sistem akan memilih sendiri alat Adobe mana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permintaan tersebut—mulai dari mengedit foto kampanye secara massal, memotong video jadi cuplikan pendek untuk media sosial, hingga membuat dokumen PDF.

OpenAI juga tengah menutup ChatGPT Atlas, browser mandiri berbasis AI yang mereka luncurkan tahun lalu, dan dijadwalkan berhenti beroperasi pada 9 Agustus 2026. Sebagai gantinya, kemampuan penjelajahan web milik Atlas—termasuk membuka banyak tab, mengunduh berkas, dan berinteraksi dengan halaman situs—akan dipindahkan ke aplikasi desktop ChatGPT serta ekstensi Chrome baru yang memberi ChatGPT akses ke konteks halaman yang sedang dibuka pengguna.

Langkah ini menempatkan ekstensi tersebut berhadapan langsung dengan Gemini Side Panel milik Google, yang menawarkan fungsi serupa di peramban Chrome.

Rangkaian pembaruan ini menunjukkan strategi OpenAI yang semakin agresif memperluas jangkauan ChatGPT: memperkuat versi gratis agar tetap kompetitif, memperdalam kerja sama dengan mitra seperti Adobe, sekaligus merampingkan lini produk dengan menutup eksperimen yang kurang berhasil seperti Atlas.

Bagi pengguna di Indonesia, dampak paling langsung adalah akses percakapan teks yang lebih leluasa tanpa harus membayar langganan, meski fitur unggah berkas dan pembuatan gambar tetap dibatasi seperti sebelumnya.

Belum ada kepastian kapan seluruh fitur ini akan tersedia merata di semua wilayah, termasuk Indonesia, karena OpenAI umumnya menggulirkan pembaruan secara bertahap berdasarkan wilayah dan platform.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait