Breaking
Memuat breaking news...

Bocoran Lenovo Googlebook 15 Beredar, Ini Wujud Laptop Penerus Chromebook dari Google

Redaksi
Redaksi
Rabu, 5 Agustus 2026 - 4.18 PM WIB
Bocoran Lenovo Googlebook 15 Beredar, Ini Wujud Laptop Penerus Chromebook dari Google
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Wujud pertama laptop Googlebook akhirnya terlihat ke publik. Gambar-gambar bocoran yang diduga merupakan foto resmi produk memperlihatkan Lenovo Googlebook 15 — perangkat pertama dari lini laptop baru Google yang digadang-gadang bakal menggantikan posisi Chromebook.

Google pertama kali mengumumkan keberadaan Googlebook pada gelaran Android Show: I/O Edition, 12 Mei 2026 lalu. Lini ini merupakan gabungan dari Android, ChromeOS, dan Gemini AI dalam satu sistem operasi baru yang secara internal disebut dengan nama kode "Aluminium OS" — meski Google sendiri belum mengonfirmasi nama itu sebagai nama resmi produk final.

Berbeda dari Chromebook yang selama ini identik dengan perangkat kelas bawah dan berbasis web, Googlebook dirancang sebagai platform laptop kelas premium dengan kecerdasan buatan Gemini yang tertanam langsung di level sistem operasi, bukan sekadar fitur tambahan. Lima produsen sudah dikonfirmasi menjadi mitra awal peluncuran lini ini: Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo.

Gambar bocoran Lenovo Googlebook 15 pertama kali dipublikasikan situs Digital Citizen, kemudian dikonfirmasi secara independen oleh sejumlah media teknologi lain termasuk Android Authority dan 9to5Google.

Beberapa detail menarik yang terlihat dari bocoran ini antara lain:

- Alih-alih logo Lenovo, tulisan "Googlebook" justru yang terpampang di bagian palm rest sebelah kiri touchpad — menandakan kontrol ketat Google atas identitas merek lini produk ini.

- Tombol Windows yang biasa ada di keyboard digantikan tombol khusus berlogo "G" untuk mengakses Gemini, terletak di antara tombol Function dan Alt.

- Tombol Caps Lock membawa ikon baru yang berfungsi sebagai pengganti launcher, warisan dari era Chromebook. Fungsi persisnya belum dikonfirmasi resmi, meski sejumlah laporan mencatat tombol serupa di Chromebook dulu berfungsi untuk pencarian.

- Tombol navigasi khas Android — yang selama ini identik dengan smartphone — kembali hadir dalam tiga slot di sebelah tombol Escape.

- Baris tombol Function memuat 14 tombol yang mencakup berbagai pintasan sistem operasi, termasuk tombol aksesibilitas dan tombol ganti akun atau profil pengguna secara cepat.

- Dari sisi konektivitas, laptop ini dilengkapi port HDMI, dua port USB-C, satu port USB-A, dan jack headphone 3,5 mm — beberapa laporan turut menyebutkan adanya slot pembaca kartu SD.

- Sistem audio memakai konfigurasi empat speaker dengan sertifikasi Dolby Atmos, lengkap dengan kamera yang punya penutup privasi fisik di bagian notch layar.

Belum ada bocoran yang mengungkap spesifikasi teknis mendetail seperti prosesor, kapasitas RAM, resolusi layar, maupun kisaran harga. Semua informasi tersebut masih perlu ditunggu hingga peluncuran resmi.

Bukan Cuma Laptop, Ada Juga Versi Tablet

Selain Lenovo Googlebook 15, Lenovo dikabarkan turut menyiapkan varian 2-in-1 berbentuk tablet dengan dukungan input stylus. Bocoran gambar produk ini pertama kali dipublikasikan Android Headlines.

Berdasarkan sejumlah laporan, Lenovo juga tampak menyiapkan aksesori pelengkap berupa mouse dengan fitur AI untuk lini Googlebook ini.

Menurut laporan Cnet, Googlebook berbeda dari Chromebook dalam hal akses ke aplikasi Android — pengguna diklaim bisa mengakses seluruh ekosistem aplikasi Android dengan fitur Gemini AI yang sudah terintegrasi bawaan.

Sementara itu, Digital Citizen menyebutkan Googlebook kemungkinan bisa mengakses file yang tersimpan di perangkat Android milik pengguna, dan aplikasi Android disebut bisa tersedia secara bawaan tanpa perlu diunduh manual dari Google Play Store.

Perlu dicatat, klaim-klaim ini berasal dari analisis media terhadap bocoran gambar dan belum dikonfirmasi resmi oleh Google. Yang sudah jelas dari sisi arsitektur adalah Googlebook berjalan di atas sistem operasi berbasis Android secara native, berbeda dari Chromebook yang selama ini menjalankan aplikasi Android lewat lapisan virtualisasi terpisah — pendekatan yang menurut sejumlah laporan sering membuat pengalaman aplikasi Android di Chromebook terasa kurang mulus, karena tidak bisa mengakses sistem berkas maupun fitur perangkat keras secara langsung.

Meski media banyak menyebut Googlebook sebagai "pengganti" Chromebook, penting dipahami bahwa transisi ini tidak berlangsung instan. Google sebelumnya menyatakan kepada The Verge bahwa Chromebook akan tetap terus diluncurkan meski Googlebook sudah tersedia, dan perangkat Chromebook yang sudah beredar tetap mendapat komitmen pembaruan otomatis hingga 10 tahun sesuai kebijakan yang berlaku.

Sejumlah laporan berdasarkan dokumen pengadilan AS bahkan menyebutkan Google kemungkinan baru benar-benar menghentikan dukungan ChromeOS sekitar 2033-2034, mengingat tidak semua Chromebook yang sudah beredar bisa dimutakhirkan ke sistem operasi baru karena keterbatasan perangkat keras. Dengan kata lain, Googlebook dan Chromebook akan berdampingan untuk beberapa waktu ke depan, sebelum transisi penuh — jika memang terjadi — benar-benar rampung.

Google menargetkan gelombang pertama perangkat Googlebook mulai dijual musim gugur tahun ini. Sejumlah laporan memperkirakan Lenovo baru akan mengumumkan lini Googlebook-nya secara resmi pada ajang pameran teknologi IFA di Berlin, September mendatang, bersamaan dengan produsen lain seperti Acer, Asus, Dell, dan HP.

Perkembangan ini relevan untuk diperhatikan pembaca di Indonesia, mengingat penjualan Chromebook terbesar di dalam negeri selama ini justru berasal dari proyek digitalisasi pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019-2022, lewat fasilitas perakitan dengan merek lokal seperti Zyrex, SPC, dan Dell.

Di luar proyek pengadaan pemerintah tersebut, pasar laptop komersial Indonesia masih didominasi perangkat bersistem operasi Windows.

Dengan Googlebook yang diposisikan sebagai lini premium — berbeda dari Chromebook yang selama ini identik dengan harga terjangkau — besar kemungkinan produk ini awalnya menyasar segmen pasar yang berbeda dari basis pengguna Chromebook di Indonesia selama ini, setidaknya dalam tahap peluncuran awal.

Lenovo sendiri merupakan perusahaan asal China yang berbasis di Hong Kong. Perusahaan ini melakukan merger dengan divisi laptop milik IBM, ThinkPad, pada 2005 — akuisisi yang kemudian menjadikan Lenovo salah satu produsen laptop terbesar dunia. Selain memproduksi laptop, Lenovo juga merupakan pemilik brand ponsel Motorola sejak mengakuisisinya dari Google pada 2014.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait