Breaking
Memuat breaking news...

Biaya Komponen iPhone 18 Meroket, TrendForce: Apple Rela Pangkas Margin Demi Harga Tetap Terjangkau

Redaksi
Redaksi
Rabu, 12 Agustus 2026 - 7.30 AM WIB
Biaya Komponen iPhone 18 Meroket, TrendForce: Apple Rela Pangkas Margin Demi Harga Tetap Terjangkau
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Firma riset TrendForce mengungkap bahwa Apple tengah menghadapi lonjakan biaya komponen yang berdampak langsung ke ongkos produksi iPhone 18. Meski begitu, perusahaan disebut berupaya keras agar kenaikan biaya itu tidak dibebankan ke harga jual konsumen.

Menurut catatan TrendForce, Bill of Materials (BOM) — istilah yang merujuk pada total biaya seluruh komponen untuk merakit satu perangkat — untuk iPhone 18 varian penyimpanan 256 GB berpotensi melonjak hingga 38% dibanding tahun lalu (year-on-year/YoY).

"Apple mungkin akan mengimbangi sebagian biaya dengan mengurangi margin laba kotor demi mencegah melemahnya permintaan konsumen. Tujuannya adalah menjaga harga tetap terjangkau, mempertahankan volume pengiriman, dan meningkatkan pangsa pasar," tulis TrendForce di laman resminya, dikutip Selasa (11/8/2026).

Tren kenaikan BOM ini sebenarnya sudah terlihat sejak setahun terakhir, khususnya pada varian iPhone Pro 256 GB. TrendForce mencatat kenaikannya baru sekitar 10% setahun lalu, lalu melonjak ke 34% pada kuartal III 2026, dan diperkirakan bakal menembus lebih dari 40% pada semester pertama tahun depan.

Untuk meredam dampaknya ke konsumen, Apple diperkirakan bakal mengulang strategi yang mereka pakai saat meluncurkan MacBook terbaru: mengorbankan sebagian margin kotor demi menjaga harga jual tetap stabil, sekaligus mempertahankan volume pengiriman perangkat.

Opsi lain yang mungkin ditempuh Apple adalah menaikkan harga model iPhone lama justru bersamaan dengan peluncuran seri terbaru. Cara ini bisa membantu menutup sebagian kenaikan biaya komponen memori tanpa harus menaikkan harga iPhone 18 itu sendiri.

Yang menarik, TrendForce menyebut tekanan biaya ini justru lebih ringan dirasakan Apple dibanding produsen ponsel Android. Sebagai perusahaan dengan tingkat profitabilitas tertinggi di industri, Apple punya ruang lebih besar untuk menyerap kenaikan biaya lewat pengurangan margin. Produsen Android, sebaliknya, cenderung meneruskan sebagian besar kenaikan biaya komponen ke harga jual konsumen demi menjaga keuntungan mereka sendiri.

Dampaknya akan paling terasa di segmen ponsel kelas bawah dan menengah (entry-level dan mid-range), yang selama ini memang beroperasi dengan margin sangat tipis. Ruang untuk menyerap lonjakan biaya produksi di segmen ini nyaris tidak ada.

TrendForce menyimpulkan, kenaikan harga komponen memori belakangan ini pada akhirnya memaksa para produsen ponsel mengambil salah satu dari dua pilihan: menaikkan harga jual ke pasar, atau menghentikan lini produk yang margin kotornya sudah negatif.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait