Breaking
Memuat breaking news...

Asus dan Gigabyte Resmi Naikkan Harga RTX 50 dan Radeon RX 9000, Ini Rincian Kenaikannya

Redaksi
Redaksi
Jumat, 7 Agustus 2026 - 6.47 AM WIB
Asus dan Gigabyte Resmi Naikkan Harga RTX 50 dan Radeon RX 9000, Ini Rincian Kenaikannya
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Rumor soal kenaikan harga kartu grafis akhirnya jadi kenyataan. Asus dan Gigabyte resmi menaikkan harga untuk seluruh lini RTX 50 series milik Nvidia, sekaligus kartu Radeon RX 9000 dari AMD. Ini bukan kenaikan pertama tahun ini—kedua produsen sempat menaikkan harga pada Januari lalu dengan alasan yang sama: kelangkaan chip memori DRAM dan NAND yang belum juga mereda.

Laporan dari VideoCardz, yang mengutip data harga di jalur distribusi (channel) pasar China, menyebut kenaikan kali ini paling terasa di kartu kelas atas. RTX 5090D V2 jadi yang paling parah terdampak, dengan kenaikan harga channel sebesar 592 dolar AS (sekitar Rp10,7 juta) dari Gigabyte dan 666 dolar AS (sekitar Rp12 juta) dari Asus.

Di kelas menengah ke atas, RTX 5080 naik antara 207 sampai 222 dolar AS (kira-kira Rp3,7 juta hingga Rp4 juta), sementara RTX 5070 Ti naik 222 sampai 252 dolar AS (sekitar Rp4 juta hingga Rp4,5 juta), tergantung mereknya. Kalau dibandingkan, pola kenaikan kedua perusahaan ini agak berbeda: Gigabyte cenderung menahan kenaikan sedikit lebih rendah, sementara Asus tampak lebih agresif meneruskan biaya komponen yang membengkak ke konsumen.

Yang menarik, kenaikan ini tidak berhenti di kartu kelas atas. RTX 5060 Ti naik 96 sampai 104 dolar AS (sekitar Rp1,7 juta hingga Rp1,9 juta) dari Gigabyte, dan 74 sampai 96 dolar AS (sekitar Rp1,3 juta hingga Rp1,7 juta) dari Asus. Kartu-kartu lawas yang sebenarnya ditujukan sebagai opsi murah di tengah krisis, seperti RTX 3050 dan RTX 3060, juga kena getahnya—masing-masing naik 44 dolar AS (sekitar Rp800 ribu) dan 141 dolar AS (sekitar Rp2,5 juta).

AMD pun tak luput. Radeon RX 9070 XT tercatat naik sekitar 170 dolar AS (sekitar Rp3 juta) di Asus, sedangkan RX 9060 XT naik antara 74 hingga 96 dolar AS (sekitar Rp1,3 juta hingga Rp1,7 juta).

Perlu digarisbawahi, angka-angka di atas adalah harga di level distributor atau channel di pasar China, bukan harga eceran final yang langsung dirasakan konsumen di toko. Meski begitu, pola kenaikan serupa sudah lebih dulu terlihat di Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat, jadi kemungkinan besar efeknya akan menjalar ke pasar ritel global, termasuk kemungkinan ke Indonesia lewat penyesuaian harga distributor lokal. Sejauh ini belum ada laporan resmi soal dampak langsung ke harga kartu grafis di Indonesia.

Salah satu contoh paling nyata datang dari seorang pengguna Reddit yang pesanan RTX 5090 miliknya dibatalkan sepihak. Kartu itu—varian Asus ROG Astral—dipesan lewat marketplace resmi Nvidia seharga 4.429 dolar AS (sekitar Rp79,7 juta) sebelum pajak. Menurut laporan VideoCardz, Nvidia membatalkan pesanan tersebut setelah Asus menolak memasok kartu dengan harga lama.

Ironisnya, kartu yang sama kini dijual kembali dengan harga jauh lebih tinggi. Sejumlah laporan menyebut angka sekitar 4.982 dolar AS (sekitar Rp89,7 juta), hampir 2,5 kali lipat harga resmi Founders Edition Nvidia yang dipatok 1.999 dolar AS (sekitar Rp36 juta). Ada juga laporan lain yang menyebut angka final mendekati 5.100 dolar AS (sekitar Rp91,8 juta) untuk pesanan pengganti—perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh waktu pemesanan yang berbeda, mengingat harga di pasar sekunder terus bergerak dalam hitungan hari.

Akar masalahnya ada di rantai pasok memori. Permintaan chip DRAM dan NAND melonjak tajam belakangan ini, sebagian besar didorong oleh kebutuhan pusat data untuk melatih model AI. Produsen memori pun mengalihkan kapasitas produksinya ke segmen yang lebih menguntungkan itu, sehingga pasokan untuk kebutuhan konsumen seperti kartu grafis dan laptop justru menyempit.

Nvidia sendiri dilaporkan menaikkan harga paket komponen (termasuk GPU dan memori GDDR7) yang dijual ke mitra papan sirkuit seperti Asus dan Gigabyte, dengan kisaran kenaikan 20 hingga 30 persen. Ini jadi penyesuaian harga ketiga tahun ini, setelah kenaikan sebelumnya pada Januari dan Mei. Dampaknya tidak berhenti di kartu grafis saja—Apple sebelumnya juga menaikkan harga MacBook dan iPad secara global dengan alasan serupa, kelangkaan memori.

Best Buy di Amerika Serikat bahkan sempat menjual varian Asus ROG Astral RTX 5080 seharga 2.099,99 dolar AS (sekitar Rp37,8 juta), lebih mahal 100 dolar (sekitar Rp1,8 juta) dibanding harga peluncuran resmi RTX 5090 Founders Edition yang notabene satu tingkat di atasnya.

Kalau melihat tren sejak awal tahun, harga sejumlah kartu grafis kelas atas sudah naik hampir 40 persen rata-rata dibanding harga peluncuran, dan sejumlah model bahkan mendekati dua kali lipat harga awal. Proyeksi harga kontrak DRAM ke depan pun disebut masih berpotensi naik hingga 18 persen pada kuartal berikutnya, sehingga belum ada tanda-tanda situasi ini akan mereda dalam waktu dekat.

Bagi yang sedang berencana merakit PC atau upgrade kartu grafis, kondisi pasar saat ini jelas bukan waktu yang ideal untuk menunggu harga turun. Jika kebutuhannya mendesak, membeli lebih awal—sebelum penyesuaian harga berikutnya sampai ke tingkat ritel—kemungkinan lebih menguntungkan dibanding menunda pembelian.

Catatan: seluruh konversi rupiah dalam artikel ini memakai kurs acuan sekitar Rp18.000 per dolar AS, sesuai pergerakan kurs awal Agustus 2026. Angka rupiah ini hanya perkiraan kasar untuk memudahkan pembaca, bukan harga resmi yang berlaku di Indonesia.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait