Arti 5 Layar Merah Bahaya dari Google yang Sering Diabaikan Pengguna HP AndroidArti 5 Layar Merah Bahaya dari Google yang Sering Diabaikan Pengguna HP Android

QAPLO - Google kembali mengingatkan pemilik HP Android soal satu kebiasaan yang sering dianggap sepele: mengabaikan layar peringatan berwarna merah saat browsing.
Notifikasi itu muncul dari sistem keamanan Google Safe Browsing. Fungsinya mendeteksi situs yang terindikasi mencuri data, memalsukan identitas, atau menyisipkan program jahat. Masalahnya, banyak pengguna memilih menekan opsi "lanjutkan" karena merasa situs tujuan masih bisa dibuka.
Padahal peringatan tersebut adalah pertahanan terakhir sebelum data pribadi Anda berpindah tangan.
Dalam laman bantuannya, Google menulis: "Anda akan melihat peringatan jika konten yang ingin Anda lihat berbahaya atau menipu. Situs-situs ini sering disebut situs phishing atau malware."
Risikonya bukan sekadar iklan mengganggu. Situs jenis ini dapat mencuri password, mengakses mobile banking, hingga menjual data pribadi ke pihak lain.
Merujuk pada laporan The Sun yang merangkum peringatan paling sering muncul, berikut arti dari lima notifikasi tersebut yang wajib Anda pahami:
1. The site ahead contains malware
Sistem mendeteksi situs akan memasang software jahat ke HP atau laptop. Begitu masuk, malware bisa merekam ketikan password hingga mengunci file.
2. Deceptive site ahead
Ini ciri utama situs phishing. Tampilannya dibuat mirip bank, dompet digital, atau login Instagram. Tujuannya satu, memancing Anda memasukkan username dan password asli.
3. Suspicious site
Aktivitas situs dinilai tidak wajar dan masuk daftar mencurigakan. Google belum memvonis berbahaya, tapi polanya mirip situs penipuan yang pernah dilaporkan.
4. The site ahead contains harmful programs
Anda akan dijebak untuk mengunduh program yang merusak. Contohnya aplikasi pembersih palsu yang justru memperlambat HP dan menyedot kuota.
5. This page is trying to load scripts from unauthenticated sources
Situs yang Anda buka mencoba menjalankan skrip dari sumber tidak aman. Celah ini yang kerap dimanfaatkan peretas untuk menyusup tanpa perlu Anda klik apa pun.
Ancaman tidak hanya dari situs. Kebiasaan memasang aplikasi dari luar Play Store atau sideloading APK juga jadi sorotan.
CEO Google Sundar Pichai dalam sejumlah kesempatan, termasuk saat memberi kesaksian di persidangan antimonopoli, menyebut sideloading membuat perangkat lebih rentan malware. Pasalnya, aplikasi di luar Play Store tidak melewati pemindaian Play Protect berlapis.
Berbeda dengan Apple yang menutup total sideloading di iPhone, Google memang masih mengizinkan. Namun izin tersebut datang dengan risiko yang harus ditanggung pengguna sendiri.
Kondisi ini relevan di Indonesia. Sideloading masih marak karena alasan aplikasi berbayar, game MOD, atau aplikasi streaming ilegal yang tidak ada di toko resmi. Sekali terpasang, malware bisa langsung menguras saldo e-wallet, m-banking, bahkan mencuri foto KTP yang tersimpan di galeri.
Jika layar merah itu muncul, jangan pilih "details" lalu "visit this unsafe site". Langsung tutup tab. Pastikan Google Chrome dan Google Play Protect selalu dalam versi terbaru dan aktif.
Untuk aplikasi, biasakan hanya unduh dari Play Store. Jika terpaksa harus dari luar, periksa izin yang diminta. Waspadai aplikasi pemutar video yang meminta akses SMS, kontak, dan aksesibilitas. Itu adalah tanda bahaya.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda