Snapdragon 8 Elite Gen 6 Meluncur, Ini Cara Chip Baru Qualcomm Coba Kejar iPhone 18 Pro

Persaingan chip flagship musim ini bukan cuma soal Apple. Di ajang tahunan Snapdragon Summit, Qualcomm memperkenalkan dua chip baru sekaligus: Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Yang terakhir istimewa, karena ini pertama kalinya Qualcomm membuat varian "Extreme" untuk ponsel.

Kedua chip dibuat dengan proses manufaktur 2nm terbaru dan memakai prosesor Oryon generasi terkini. Qualcomm mengeklaim ini menjadi CPU ponsel pertama yang menembus kecepatan 5GHz. Varian Extreme dilengkapi grafis Adreno paling canggih milik Qualcomm, dengan klaim performa naik 44 persen dan efisiensi daya naik 40 persen dibanding generasi sebelumnya. Perlu dicatat, semua angka ini adalah klaim Qualcomm sendiri, belum diuji pihak independen.

Xiaomi dan Motorola jadi yang pertama pakai

Xiaomi memamerkan Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max, sebagian ponsel pertama yang memakai chip baru ini. Seperti seri 17 Pro tahun lalu, keduanya punya layar kecil di bagian belakang yang menyatu dengan lubang kamera — kini makin bisa disesuaikan, mendukung kartu aplikasi dan notifikasi buatan AI, bahkan bisa dipakai untuk swafoto dengan kualitas kamera utama, bukan kamera depan beresolusi lebih rendah.

Ada juga layar privasi ala Samsung Galaxy S26 Ultra yang mencegah orang di sebelah Anda mengintip layar. Kamera depan bahkan bisa mendeteksi jika ada yang mengintip dari samping dan otomatis menyalakan mode privasi.

Soal kamera, kedua ponsel memakai sistem Leica dengan dua kamera 200MP (utama dan telefoto periskop) plus ultrawide 50MP. Xiaomi 18 Pro memakai chip Elite Gen 6, sedangkan 18 Pro Max yang lebih besar memakai Elite Extreme Gen 6. Xiaomi mengeklaim bekerja sama dengan Qualcomm untuk mengoptimalkan efisiensi, dengan peningkatan efisiensi energi saat bermain gim disebut mencapai dua digit persen. Untuk pertama kalinya, kedua ponsel Pro ini akan dijual secara global, tidak lagi terbatas di China.

Motorola juga menunjukkan Signature 27 yang memakai chip Extreme Gen 6 yang sama. Ponsel ini punya kamera telefoto periskop 200MP dan kamera utama 50MP, serta mesin peningkatan video berbasis AI yang menganalisis adegan secara real-time untuk mengatur warna, detail, dan kejernihan gambar.

AI yang "menebak" keinginan pengguna

Chip Elite Gen 6 dirancang khusus untuk mendukung apa yang disebut agentic AI — sederhananya, AI yang mencoba menebak apa yang Anda inginkan tanpa harus diberi perintah rinci. Salah satu contoh dari Qualcomm: alih-alih mengetik instruksi panjang untuk mengedit foto, ponsel nantinya diharapkan bisa mempelajari gaya edit favorit Anda dan menyarankan perubahan yang tinggal disetujui.

Menurut penulis artikel ini, di titik inilah Android berpotensi mengungguli iPhone. Apple memang membuat Siri lebih personal dan mampu memahami informasi dari seluruh isi ponsel, tetapi perangkat keras Qualcomm dirancang untuk melacak lebih banyak konteks dan memungkinkan AI benar-benar mengambil tindakan atas nama pengguna. Namun ini catatan penting: Qualcomm hanya menyediakan teknologinya. Produsen seperti Samsung, Xiaomi, Motorola, dan Honor masih harus mengimplementasikan sendiri fitur-fitur ini agar benar-benar terwujud di ponsel mereka.

Video dan gim: unggul di atas kertas

Chip baru ini memungkinkan ponsel Android tercanggih merekam video 8K pada 60fps dan slow-motion 4K pada 240fps — jauh di atas iPhone 18 Pro yang maksimal di 4K 120fps. Tapi penulis artikel mengingatkan, Apple tetap punya ProRes RAW, Apple Log 2, serta kualitas warna, stabilisasi, dan performa cahaya rendah yang bisa dibilang lebih penting dari sekadar resolusi tinggi.

Untuk gim, chip Extreme Gen 6 memakai AI untuk menghasilkan detail dan frame tambahan, sehingga gim berat tampak lebih tajam dan berjalan mulus tanpa ponsel harus merender semuanya sendiri. Apple pun tak tinggal diam: A20 Pro di iPhone 18 Pro punya GPU tujuh inti baru, dengan klaim performa grafis naik hingga 40 persen dari iPhone 17 Pro. Namun pendekatan berbasis AI dari Qualcomm dinilai penulis bisa membantu produsen Android memeras kualitas grafis gim lebih jauh.

Satu pengingat penting dari penulis: A20 Pro milik Apple juga memakai proses manufaktur 2nm yang sama, jadi kecepatan 5GHz Snapdragon bukan bukti otomatis lebih cepat dari chip Apple. Membandingkan angka GHz lintas merek, tulisnya, mirip menilai mobil tercepat hanya dari seberapa tinggi RPM mesinnya bisa berputar.

Soal pendinginan, Motorola mengeklaim memakai gel termal berlapis diamond, logam cair, jaring tembaga, dan ruang uap yang 40 persen lebih besar dari ponsel sebelumnya — diklaim menjaga performa tetap stabil saat dipakai untuk tugas berat.

Apakah sebaiknya menunggu ponsel Android generasi baru ketimbang membeli iPhone 18 Pro sekarang? Menurut penulis, masih terlalu dini untuk menjawabnya. Qualcomm sudah menyediakan teknologinya, tetapi produsen yang menentukan fitur mana yang benar-benar dipakai. Yang jelas, ponsel yang memanfaatkan chip baru ini berpotensi mengungguli iPhone 18 Pro dari sisi resolusi dan frame rate video, serta membuka kemungkinan baru di ranah agentic AI dan performa gim.