Breaking
Memuat breaking news...

Agenda Lengkap Perayaan 1 Suro Keraton Yogyakarta: Dari Wayangan hingga Mubeng Beteng

Qaplo
Qaplo
Sabtu, 13 Juni 2026 - 7.35 PM WIB
Agenda Lengkap Perayaan 1 Suro Keraton Yogyakarta: Dari Wayangan hingga Mubeng Beteng
Reading Comfort
adjust the font size

Qaplo.com - Menyambut Tahun Baru Jawa atau 1 Suro Warsa Enggal Be 1960, Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat bersiap menggelar serangkaian acara adat. Perayaan kali ini terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu Hajad Dalem yang diselenggarakan langsung oleh pihak Keraton, serta Hajad Kawula Dalem yang diinisiasi oleh masyarakat Yogyakarta.

Pentas Wayang Kulit di Kamandungan Kidul

Bagi masyarakat umum yang ingin menikmati kesenian tradisional, Keraton Yogyakarta menyajikan Pergelaran Ringgit Wacucal Gedhog. Pertunjukan ini akan membawakan lakon Cariyos Panji Lampahan "Jaya Berdangga" yang dibawakan oleh dalang MB. Cermo Wignyoutomo.

Agenda seni ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa (16/6) mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB. Lokasi pementasan berada di Kagungan Dalem Bangsal Kamandungan Kidul, kawasan Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Acara ini terbuka lebar untuk masyarakat umum yang ingin menyaksikan langsung keindahan seni wayang gedhog.

Ritual Mubeng Beteng: Berjalan Sunyi Mengitari Benteng

Acara yang paling dinanti oleh ribuan warga dan wisatawan adalah Lampah Budaya Mubeng Beteng. Sebagai bagian dari Hajad Kawula Dalem, ritual berjalan kaki mengitari benteng keraton ini akan dilaksanakan pada Selasa (16/6) malam hingga Rabu (17/6) dini hari.

Prosesi akan diawali dengan pembacaan tembang macapat di Kagungan Dalem Bangsal Pancaniti, kompleks Keraton Yogyakarta, pada pukul 21.00 WIB. Setelah itu, peserta akan berjalan bersama dalam keheningan (laku bisu) sebagai simbol refleksi diri dan doa menyambut tahun yang baru. Ritual ini selalu menarik antusiasme tinggi dari masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya setiap tahun.

Jamasan Pusaka yang Sakral dan Tertutup

Selain acara yang melibatkan massa, Keraton Yogyakarta juga menggelar ritual internal yang bersifat sakral, yaitu Jamasan Pusaka. Prosesi pembersihan benda-benda pusaka milik kerajaan ini terbagi dalam dua tahap.

Tahap pertama, Jamasan Pusaka I & Rata, akan dilaksanakan pada Selasa (7/7). Sementara itu, tahap kedua atau Jamasan Pusaka II dijadwalkan pada Rabu (8/7). Berbeda dengan pementasan wayang dan Mubeng Beteng, kedua ritual pembersihan pusaka ini berlangsung secara tertutup dan tidak dibuka untuk masyarakat umum demi menjaga kesakralan prosesi.

Bagi masyarakat yang berniat mengikuti jalannya acara terbuka seperti Mubeng Beteng, diimbau untuk tetap menjaga ketertiban, kesopanan, dan menghormati aturan adat yang berlaku di lingkungan Keraton Yogyakarta.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait