Breaking
Memuat breaking news...

XPENG Bawa Robot Humanoid dan Mobil Terbang ke GIIAS 2026, Pamer Ekosistem Physical AI

Redaksi
Redaksi
Jumat, 31 Juli 2026 - 2.28 PM WIB
XPENG Bawa Robot Humanoid dan Mobil Terbang ke GIIAS 2026, Pamer Ekosistem Physical AI
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Booth XPENG di GIIAS 2026 tidak seperti booth mobil listrik pada umumnya.

Di ICE BSD City, 30 Juli sampai 9 Agustus 2026, merek asal China ini memajang robot humanoid. Ada juga kendaraan terbang. Lengkap dengan konsep mobilitas dan dua model yang langsung dijual di Indonesia.

Ini cara XPENG Indonesia menjelaskan visi mereka tahun ini. Bukan cuma jualan mobil baterai, tapi ekosistem.

Robot, mobil terbang, dan konsep mobilitas

Temanya: "Physical AI for All".

CEO Erajaya Active Lifestyle Djohan Sutanto mengatakan tema itu mencerminkan arah XPENG. Kecerdasan buatan tidak berhenti di dalam mobil.

“Kami ingin memperlihatkan bagaimana teknologi berbasis kecerdasan buatan tidak hanya diterapkan pada kendaraan listrik pintar, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem mobilitas masa depan yang lebih terhubung, aman, dan mudah diakses," ujar Djohan melalui rilis pers, Jumat.

Apa yang dipajang mewakili ekosistem tersebut. Ada Next-Gen IRON, robot humanoid generasi terbaru XPENG. Ada XPENG X2, kendaraan terbang yang selama ini jadi ikon riset mereka. Lalu ada XPENG GX sebagai konsep mobilitas generasi berikutnya, dan The Next P7 sebagai sport sedan pintar.

Menurut XPENG, keempatnya saling terhubung. Kendaraan pintar, robotika, mobilitas otonom, dan kendaraan terbang berada dalam satu payung Physical AI Ecosystem. Jadi AI tidak hanya memproses data, tapi punya wujud fisik yang bergerak di dunia nyata.

The Next P7 dengan otak 2.250 TOPS

Sorotan teknis paling kencang ada di The Next P7.

XPENG menyebut mobil ini sebagai yang pertama di dunia yang mengadopsi Visual Language Action (VLA) dan Visual Language Model (VLM) dengan pemrosesan langsung di dalam kendaraan. Sederhananya, mobil bisa memahami apa yang dilihat kamera, menerjemahkannya seperti bahasa, lalu mengambil keputusan tanpa harus lempar data ke cloud.

Untuk itu butuh komputasi besar. Klaim XPENG, P7 punya kemampuan hingga 2.250 TOPS. TOPS adalah ukuran seberapa cepat chip mengolah operasi AI.

Di atas kertas, spesifikasinya memang sportcar. Platform 800V dengan baterai 5C, suspensi udara dual-chamber, kaliper rem Brembo, dan akselerasi 0-100 km/jam sekitar tiga detik.

Model ini masih berstatus showcase global untuk GIIAS. Belum dijual.

Yang langsung bisa dibeli: New X9 dan G6 Pro AWD

Beda dengan dua model yang langsung diperkenalkan untuk pasar Indonesia.

Pertama, New X9. MPV premium andalan XPENG di sini. Pembaruannya menyentuh desain, kenyamanan, performa, dan teknologi berkendara. Basisnya platform 800V Silicon Carbide dengan baterai 5C.

Angka yang diklaim cukup agresif. Pengisian 10-80 persen sekitar 12 menit, dan jarak tempuh hingga 715 kilometer berdasarkan standar NEDC untuk varian Long Range.

Kedua, G6 Pro All-Wheel Drive. SUV listrik ini juga pakai platform 800V Silicon Carbide, tapi dengan motor ganda. Tenaga maksimum 358 kW dengan torsi 660 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam 4,13 detik, jarak tempuh hingga 575 kilometer metode NEDC.

Dua mobil ini yang akan jadi tulang punggung jualan XPENG di Indonesia lewat jaringan Erajaya Active Lifestyle. Selama GIIAS 2026, XPENG menyiapkan program penjualan khusus untuk keduanya, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di lokasi pameran.

Langkah XPENG cukup jelas. Di saat banyak merek fokus adu jarak tempuh dan harga, mereka coba jual cerita ekosistem. Robot dan mobil terbang mungkin belum relevan untuk pembeli hari ini. Tapi untuk panggung sebesar GIIAS, itu cara paling cepat menunjukkan di mana mereka ingin berada beberapa tahun ke depan.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait