WN Rusia yang Kabur dari Myanmar Ditetapkan Sebagai Korban TPPO

Lolos dari Sindikat Penipuan di Myanmar, Wanita Rusia Resmi Diakui Sebagai Korban TPPO
Seorang wanita asal Rusia yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi terluka di kota perbatasan Thailand setelah melarikan diri dari kawasan sindikat penipuan di Myanmar, kini telah keluar dari rumah sakit dan resmi ditangani sebagai korban perdagangan orang.
Kepala Bagian Konsuler Kedutaan Besar Rusia di Thailand, Ilya Ilyin, menyampaikan pada Senin bahwa Komisi Khusus Bidang Sosial Thailand sehari sebelumnya secara resmi mengakui status korban perdagangan manusia untuk warga negara Rusia yang diidentifikasi sebagai Maria Ts. Menurut Ilyin, Maria sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan selanjutnya dibawa ke pusat bantuan korban — sebuah prosedur standar yang berlaku untuk kasus semacam ini.
Ilyin menjelaskan, agar bisa meninggalkan Thailand secara sah, Maria terlebih dahulu harus mendapat pengakuan resmi sebagai korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Proses pengakuan status ini pula yang mengharuskannya untuk sementara waktu tinggal di pusat bantuan korban sebelum benar-benar bisa dipulangkan.
Selama proses ini, Maria mendapat pendampingan dari staf konsulat kehormatan Rusia di Kota Chiang Mai serta sejumlah relawan setempat. Menurut Ilyin, Maria dijadwalkan segera kembali ke Rusia dalam waktu dekat.
Maria pertama kali ditemukan dalam kondisi babak belur di Kota Mae Sai, Thailand, pada 9 Agustus lalu, diduga akibat penganiayaan yang dialaminya. Para relawan yang membantunya sejak awal menyampaikan kepada RIA Novosti bahwa kondisi Maria saat ini sudah baik, dan ia mengaku sangat ingin segera kembali ke tanah airnya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda