Wartawan Senior Belawan Minta Perlindungan Hukum Usai Dugaan Intimidasi di Warung Kopi
Belawan - Seorang wartawan senior di Belawan, Nelson Siregar, mengadukan dugaan intimidasi yang melibatkan benda mirip senjata api ke Polda Sumatera Utara. Pengaduan itu berkaitan dengan pertemuan klarifikasi setelah muncul polemik
Belawan - Seorang wartawan senior di Belawan, Nelson Siregar, mengadukan dugaan intimidasi yang melibatkan benda mirip senjata api ke Polda Sumatera Utara. Pengaduan itu berkaitan dengan pertemuan klarifikasi setelah muncul polemik pemberitaan dugaan perjudian jenis tembak ikan di wilayah Belawan. Nelson menyebut pengaduan masyarakat atau Dumas tersebut dibuat untuk meminta perlindungan hukum dan meminta kepolisian menelusuri peristiwa yang menurutnya telah menimbulkan tekanan psikologis. Ia berharap perkara itu diperiksa secara objektif, terutama karena menyangkut keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugas peliputan. Peristiwa ini bermula dari pemberitaan mengenai dugaan praktik perjudian tembak ikan yang beredar di media online dan ramai di media sosial, termasuk TikTok. Menurut Nelson, seorang warga sipil berinisial N diduga tidak terima dengan pemberitaan tersebut. Setelah pemberitaan itu ramai, Nelson mengaku menerima telepon bernada ancaman. Ia kemudian memenuhi undangan klarifikasi untuk menjelaskan bahwa dirinya bukan penulis berita yang dipersoalkan. Pertemuan itu berlangsung di Star Kopi pada Jumat, 29 Mei 2026. Di hadapan N dan sejumlah orang yang berada di lokasi, Nelson menyatakan telah membantah keterlibatannya dalam penulisan berita tersebut. “Bukan saya yang membuat berita tersebut,” kata Nelson, sebagaimana ia sampaikan dalam keterangannya, Senin, 8 Juni 2026. Namun, klarifikasi tersebut menurut Nelson tidak membuat suasana mereda. Ia menyebut N marah, memukul meja, dan membuat situasi di lokasi menjadi tegang. Situasi disebut semakin mengkhawatirkan ketika N, menurut Nelson, mengeluarkan benda yang menyerupai pistol dari tas sandang. Nelson menyebut benda itu sempat diarahkan dalam situasi yang membuat orang di lokasi merasa terintimidasi, sebelum