Pangkalansusu - Sejumlah pelanggan PDAM Tirta Wampu di Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, menggelar aksi demonstrasi di kantor Unit PDAM Jalan Pelabuhan, Kelurahan Beras Basah, Selasa, 2 Juni. Aksi itu dilakukan karena warga
Pangkalansusu - Sejumlah pelanggan PDAM Tirta Wampu di Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, menggelar aksi demonstrasi di kantor Unit PDAM Jalan Pelabuhan, Kelurahan Beras Basah, Selasa, 2 Juni. Aksi itu dilakukan karena warga mengeluhkan pasokan air bersih yang disebut sering tidak lancar.
Mayoritas peserta aksi berasal dari kawasan pesisir Lingkungan IX dan X, Kelurahan Beras Basah. Mereka menyampaikan kekecewaan karena gangguan distribusi air bersih dinilai sudah berlangsung lama dan belum tertangani secara tuntas.
Air bersih menjadi kebutuhan utama warga untuk keperluan rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga menjaga kebersihan lingkungan. Karena itu, gangguan pasokan yang berulang membuat warga merasa pelayanan PDAM perlu segera diperbaiki.
Polisi dan Camat Turun ke Lokasi
Aksi warga mendapat pengamanan dari Polsek Pangkalansusu. Kapolsek Pangkalansusu AKP Dedi YP Ginting diwakili Wakapolsek Iptu W. Situmorang turun ke lokasi untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib.
Camat Pangkalansusu Cut Jamilah juga hadir menemui warga. Kehadiran unsur kecamatan dan kepolisian menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus membuka ruang dialog antara pelanggan dan pihak terkait.
Koordinator aksi, Zulkarnain alias Iyong, menyampaikan bahwa warga sudah lama mengeluhkan pasokan air bersih yang tidak stabil. Menurut dia, persoalan tersebut telah menjadi keluhan berulang, terutama bagi pelanggan di Kelurahan Beras Basah.
“Air adalah kebutuhan primer, karenanya kami minta masalah ini menjadi perhatian Bupati Langkat, termasuk anggota DPRD Langkat,” kata Zulkarnain.
Warga Keluhkan Biaya Tambahan
Gangguan pasokan air bersih tidak hanya berdampak pada aktivitas harian, tetapi juga menambah beban pengeluaran warga. Sebagian pelanggan mengaku harus membeli air bersih dari pedagang eceran saat air PDAM tidak mengalir normal.
Kondisi ini dinilai memberatkan karena pelanggan tetap memiliki kewajiban membayar tagihan. Salah seorang warga mengaku kecewa karena merasa telah membayar rekening air, tetapi layanan yang diterima belum sesuai harapan.
Keluhan semacam ini menunjukkan bahwa masalah distribusi air bersih bukan hanya persoalan teknis jaringan. Bagi warga, pasokan air yang tidak stabil dapat berdampak langsung pada ekonomi rumah tangga dan kualitas hidup sehari-hari.
PDAM Siapkan Distribusi Air Tangki
Menanggapi aksi tersebut, Direktur PDAM Tirta Wampu Suherman melakukan dialog dengan koordinator aksi melalui sambungan video call. Dialog juga melibatkan anggota DPRD Langkat bernama Zulkarnain.
Sebagai langkah sementara, pihak PDAM disebut akan mendistribusikan air bersih ke wadah yang disiapkan pelanggan, khususnya di Lingkungan IX dan X. Distribusi dilakukan menggunakan armada mobil tangki.
Langkah ini diharapkan dapat membantu kebutuhan mendesak warga sambil menunggu perbaikan layanan distribusi. Namun, penyebab teknis gangguan pasokan air di kawasan tersebut belum dijelaskan secara rinci dalam keterangan yang tersedia.
Warga Beri Waktu Satu Minggu
Dalam aksi itu, warga meminta perbaikan layanan segera dilakukan. Koordinator aksi menyampaikan bahwa warga akan kembali menggelar demonstrasi dengan jumlah massa lebih besar jika dalam waktu satu minggu distribusi air bersih tetap tidak lancar.
Menurut warga, aksi serupa sudah pernah dilakukan sebelumnya, tetapi perbaikan yang dirasakan belum optimal. Karena itu, mereka berharap respons kali ini tidak hanya berupa penanganan sementara, melainkan juga solusi yang lebih jelas.
Setelah mendapat respons dari pihak PDAM, massa membubarkan diri dengan tertib. Warga menyatakan tetap menunggu tindak lanjut dalam beberapa hari ke depan.
Persoalan air bersih di Pangkalansusu menjadi pengingat bahwa layanan dasar publik membutuhkan penanganan yang cepat, terbuka, dan berkelanjutan. Bagi pelanggan, kepastian pasokan air tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga kebutuhan hidup sehari-hari.