Breaking
Memuat breaking news...

Utang Pemerintah Tembus Rp10.293 Triliun per Juni 2026, Menkeu Purbaya Klaim Masih Aman

Redaksi
Redaksi
Rabu, 12 Agustus 2026 - 4.45 PM WIB
Utang Pemerintah Tembus Rp10.293 Triliun per Juni 2026, Menkeu Purbaya Klaim Masih Aman
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan terus berupaya menekan tingkat utang hingga akhir tahun, meski data terbaru menunjukkan utang pemerintah justru naik ke level Rp10.293,69 triliun per akhir Semester I-2026, atau setara 41,26 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Meski angkanya terus membesar, Purbaya menegaskan rasio utang terhadap PDB sebesar 41,26 persen itu masih jauh di bawah batas maksimal yang diatur Undang-Undang Keuangan Negara, yakni 60 persen terhadap PDB. Rasio ini merupakan ukuran yang biasa dipakai untuk menilai seberapa besar beban utang suatu negara dibandingkan total kekayaan ekonominya dalam setahun.

"Nanti kita lihat akhir tahun pertumbuhannya seperti apa. Harusnya kan bisa turun lagi sedikit dan kalau kita lihat kan masih di bawah 60% jauh," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menurut Purbaya, dari sisi rasio, kondisi utang saat ini masih relatif aman. Sebab, seiring naiknya nilai utang, ukuran ekonomi Indonesia — yang tercermin dari pertumbuhan PDB — juga ikut membesar.

"Jadi kita lihat seperti itu. Kalau kita melihat sustainability hutang atau fiskal seperti itu, itu kita lihat relatif terhadap size ekonomi," paparnya.

Untuk menekan level utang pemerintah pusat, Purbaya mengatakan pemerintah sudah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya membatasi defisit anggaran — selisih antara belanja negara dan pendapatan negara — agar tidak melebar terlalu jauh. Strategi lainnya adalah mengefektifkan pengumpulan pajak, yang menurutnya bukan berarti menaikkan tarif pajak, melainkan membenahi cara kerja sistem perpajakan itu sendiri.

"Strateginya kita akan batasin defisit supaya nggak tinggi amat. Terus kita akan efektifkan tax collection kita bukan naikin pajak ya. Tapi kita bersihkan cara kita beroperasi menggunakan pajak," ujar Purbaya.

Berdasarkan data resmi, total utang pemerintah per 30 Juni 2026 sebesar Rp10.293,69 triliun itu bertambah sekitar Rp373,27 triliun dibanding posisi akhir Maret 2026 yang tercatat Rp9.920,42 triliun.

Komposisi utang hingga akhir kuartal II-2026 terdiri dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) — surat utang yang diterbitkan pemerintah dan dibeli investor sebagai bentuk pinjaman ke negara — senilai Rp8.966,79 triliun, serta pinjaman senilai Rp1.326,90 triliun.

Dari dua komponen itu, nilai SBN tercatat naik sekitar Rp313,9 triliun dalam tiga bulan, dari posisi akhir kuartal I-2026 sebesar Rp8.652,89 triliun. Sementara nilai pinjaman bertambah Rp59,38 triliun, dari sebelumnya Rp1.267,52 triliun.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait