Breaking
Memuat breaking news...

Update Gempa Kumamoto: Dua Tewas di Mal Aeon, 43 Fasilitas Kesehatan Terdampak, Sembilan Pekerja Pabrik Kertas Hilang

Administrator
Administrator
Rabu, 29 Juli 2026 - 6.25 AM WIB
Update Gempa Kumamoto: Dua Tewas di Mal Aeon, 43 Fasilitas Kesehatan Terdampak, Sembilan Pekerja Pabrik Kertas Hilang
Yusuke Ogata/AP
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

QAPLO - Jumlah korban jiwa akibat gempa 6,8 magnitudo yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, Selasa sore, 28 Juli 2026, kini terkonfirmasi menjadi dua orang. Keduanya adalah perempuan berusia 20-an tahun yang ditemukan tewas di reruntuhan Aeon Mall Kumamoto, kompleks perbelanjaan yang sebagian bangunannya runtuh dan meledak tak lama setelah gempa terjadi. Selain dua korban tewas tersebut, satu orang lain yang ditemukan di lokasi yang sama dilaporkan sempat mengalami henti jantung-paru, meski kondisinya belum dipastikan hingga laporan ini disusun.

Data terbaru dari United States Geological Survey (USGS) menyebutkan gempa terjadi pukul 16.27 waktu setempat pada kedalaman 10 kilometer, dengan pusat gempa berada sekitar 5,2 kilometer di sebelah barat Kota Uto, atau sekitar 14 kilometer di barat laut Kota Kumamoto. USGS memperkirakan hampir dua juta orang di kawasan itu merasakan guncangan pada tingkat kuat hingga sangat kuat.

Di Aeon Mall Kumamoto—mal yang berlokasi di kawasan Kashima ini—sekitar 200 pengunjung dan karyawan sempat berhasil dievakuasi sebelum ledakan terjadi. Polisi pada awalnya menerima laporan bahwa 20 hingga 30 orang terjebak di dalam bangunan, namun belakangan otoritas menyebut jumlah itu tampaknya lebih kecil dari perkiraan awal. Tim penyelamat sempat kesulitan masuk ke lokasi karena belum ditemukan jalur yang aman menuju bagian bangunan yang runtuh.

Penyebab pasti ledakan di mal tersebut hingga kini belum dipastikan. Seorang pejabat senior pemerintah Jepang mengatakan kepada wartawan bahwa memang ada laporan soal kebocoran gas di lokasi, tetapi belum bisa dipastikan apakah itu yang memicu ledakan. Menurutnya, katup gas utama sudah ditutup, dan operasi penyelamatan terus dilakukan oleh kepolisian, pemadam kebakaran, serta Pasukan Bela Diri Jepang.

Selain insiden di mal, ada satu kejadian serius lain yang juga tengah ditangani tim penyelamat, yakni robohnya cerobong asap di Pabrik Yatsushiro milik Nippon Paper Industries. Dua orang ditemukan dalam kondisi henti jantung-paru di lokasi tersebut, sementara sembilan pekerja lainnya masih belum diketahui keberadaannya. Kejadian ini terpisah dari insiden di Aeon Mall dan menambah daftar lokasi yang menjadi fokus operasi pencarian dan penyelamatan di Kumamoto malam itu.

Yang tak kalah mengkhawatirkan adalah tekanan besar yang dialami sistem layanan kesehatan di Kumamoto. Rumah Sakit Saiseikai Kumamoto menerima 84 pasien luka-luka, termasuk satu orang yang tidak sadarkan diri. Yatsushiro Northern Regional Medical Center menangani sekitar 80 pasien, sementara Uki General Hospital menerima 40 pasien—10 di antaranya luka serius—sebelum akhirnya terpaksa menghentikan sementara penerimaan pasien gawat darurat baru karena kapasitas yang sudah penuh. Palang Merah Kumamoto turut menangani 57 pasien lainnya.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang mencatat setidaknya 43 fasilitas medis di seluruh Kumamoto mengalami gangguan operasional, mulai dari pemadaman listrik, kekurangan pasokan air, hingga ketidakmampuan mengoperasikan sistem gas medis yang biasa dipakai untuk perawatan pasien kritis. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak gempa tidak berhenti pada kerusakan fisik bangunan, tapi ikut mengganggu kapasitas sistem kesehatan tepat saat kebutuhan penanganan medis sedang memuncak.

Dari sisi kelistrikan, Kyushu Electric Power Transmission and Distribution mencatat lebih dari 46 ribu rumah tangga di Kumamoto sempat kehilangan aliran listrik, meski sebagian layanan mulai berangsur pulih. Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan pemerintah akan bekerja penuh untuk membantu warga terdampak, termasuk menjanjikan penyaluran kebutuhan pokok seperti makanan dan air bersih, serta pendingin ruangan portabel dan generator listrik—mengingat gempa ini terjadi di tengah musim panas Jepang yang berisiko memicu masalah kesehatan akibat sengatan panas bagi warga yang mengungsi.

Bagi warga Kumamoto, gempa ini kembali membuka ingatan lama. Wilayah ini terletak di ujung selatan Sesar Median Jepang (Median Tectonic Line), zona tektonik terpanjang di negara itu, yang membuat Kumamoto memang tergolong rawan gempa dalam skala besar. Satu dekade lalu, rangkaian gempa yang melanda kawasan ini pada April 2016—dengan gempa utama berkekuatan 7,0 magnitudo tepat di bawah Kota Kumamoto—menewaskan 277 orang, baik akibat dampak langsung gempa maupun cedera terkait bencana. Kala itu, puluhan ribu warga di Kota Mashiki, salah satu wilayah paling parah terdampak, terpaksa mengungsi.

Hingga laporan ini disusun, proses evakuasi dan pencarian korban di Aeon Mall Kumamoto maupun Pabrik Yatsushiro masih berlangsung. Otoritas setempat kemungkinan akan terus memperbarui data korban dan kerusakan seiring perkembangan di lapangan, sehingga angka-angka dalam laporan ini berpotensi berubah pada pembaruan berikutnya.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait