Breaking
Memuat breaking news...

Update Gempa Kumamoto 7,1 Magnitudo, Korban Meninggal Jadi 34 Orang

Redaksi
Redaksi
Jumat, 31 Juli 2026 - 2.31 PM WIB
Update Gempa Kumamoto 7,1 Magnitudo, Korban Meninggal Jadi 34 Orang
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Jumlah korban meninggal akibat gempa kuat di Jepang barat daya terus bertambah.

Pemerintah Prefektur Kumamoto mengonfirmasi per Jumat ini korban tewas naik menjadi 34 orang, dari sebelumnya 25 orang. Enam orang lainnya dilaporkan luka berat. Angka itu disampaikan setelah operasi pencarian masih berlangsung di sejumlah titik.

Laporan Al Jazeera yang mengutip otoritas setempat menyebut gempa bermagnitudo 7,1 itu mengguncang wilayah Kumamoto pada Selasa lalu, dengan pusat gempa dekat Kota Uki. Guncangannya memadamkan listrik sekitar 40.000 rumah, menghentikan layanan kereta, dan memicu peringatan tsunami untuk sebagian wilayah Pulau Kyushu.

Detail yang paling disorot: hampir setengah dari total korban meninggal terkait dengan dua insiden spesifik.

Insiden pertama adalah kerusakan struktur di pabrik kertas milik Nippon Paper Industries. Kedua, dugaan ledakan gas di sebuah toko Aeon.

Foto-foto dari lokasi pada 30 Juli memperlihatkan tim penyelamat menyisir puing di Aeon Mall di Kashima Town, Prefektur Kumamoto. Atap dan fasad pusat perbelanjaan itu rusak berat. Dokumentasi Reuters / Kim Kyung-Hoon ini menjadi salah satu titik pencarian utama sejak gempa terjadi.

Belum ada rincian resmi soal identitas seluruh korban. Pemerintah prefektur masih mendata kerusakan dan penyebab pasti kematian di kedua lokasi tersebut.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meminta warga tetap waspada. Potensi gempa susulan kuat masih ada.

Tantangan di lapangan bertambah. Komunitas di Kumamoto menghadapi kekurangan air bersih di tengah cuaca panas musim panas. Kombinasi itu membuat upaya bantuan dan pemulihan tidak mudah, terutama bagi pengungsi yang masih bertahan di luar rumah.

Kumamoto bukan wilayah asing bagi gempa besar. Sepuluh tahun lalu, gempa besar di prefektur yang sama menewaskan 275 orang. Jepang memang berada di salah satu zona seismik paling aktif di dunia.

Hingga Jumat siang, operasi pencarian dan pemulihan jaringan listrik serta transportasi masih berjalan. Otoritas Kumamoto belum mengumumkan kapan status darurat akan dicabut.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait