Breaking
Memuat breaking news...

Topan Terkuat Tahun Ini Terjang China Selatan, Lebih dari 800 Ribu Warga Guangdong Direlokasi

Redaksi
Redaksi
Rabu, 29 Juli 2026 - 6.47 AM WIB
Topan Terkuat Tahun Ini Terjang China Selatan, Lebih dari 800 Ribu Warga Guangdong Direlokasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

QAPLO - Topan Noul menghantam pesisir selatan China pada Minggu dini hari, 26 Juli 2026, membawa angin kencang dan hujan deras yang melumpuhkan sebagian wilayah Guangdong dan Hong Kong. Ratusan ribu orang terpaksa mengungsi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan otoritas setempat menaikkan status siaga banjir ke level tertinggi di sejumlah provinsi.

Pusat Meteorologi Nasional China mencatat Noul mendarat di pesisir Kabupaten Huidong, Kota Huizhou, Provinsi Guangdong, sekitar pukul 03.50 waktu setempat. Kantor berita resmi Xinhua menyebut Noul sebagai topan terkuat yang mendarat di daratan China sepanjang tahun ini, mengalahkan intensitas Bavi dan Maysak yang lebih dulu menerjang negara itu bulan lalu.

Evakuasi Massal dan Status Siaga Tertinggi

Angka pengungsi terus bertambah seiring topan bergerak mendekat. Pada Sabtu malam, otoritas setempat sempat melaporkan sekitar 340 ribu orang telah dievakuasi. Namun begitu Noul benar-benar mendarat, Xinhua melaporkan jumlah itu melonjak menjadi lebih dari 801 ribu jiwa di seluruh Provinsi Guangdong. Layanan kereta di provinsi tersebut turut dihentikan sepanjang Minggu.

Pemerintah setempat menaikkan status tanggap darurat bencana Guangdong dua kali dalam satu pagi—dari level ketiga langsung ke level kedua tertinggi—menandakan seberapa cepat kondisi memburuk begitu topan mendekati daratan. Kementerian Sumber Daya Air China juga menaikkan status siaga banjir, termasuk untuk Guangdong, mengingat tingginya risiko banjir bandang di kawasan pegunungan.

Badan Meteorologi Hong Kong mencatat kecepatan angin maksimum Noul mencapai 110 kilometer per jam saat mendekati kota tersebut, sebelum melemah secara bertahap begitu bergerak masuk ke pedalaman Guangdong. Pusat topan sempat melintas hanya sekitar 80 kilometer dari Hong Kong—menjadikannya topan ketiga terdekat yang pernah tercatat menerpa kota itu sejak tahun 2000, setelah Saola pada jarak 40 kilometer serta Hato dan Wipha yang masing-masing melintas pada jarak 60 kilometer, menurut catatan South China Morning Post.

Dampak di Hong Kong dan Sekitarnya

Di Hong Kong, otoritas bandara membatalkan sekitar 350 penerbangan pada Minggu, dengan sekitar 2.000 penumpang terdampak dan sempat tertahan di terminal. Penerbangan baru berangsur pulih pada Minggu sore setelah kondisi cuaca membaik.

Sebelum topan benar-benar mendarat, sebagian rangka perancah bangunan tinggi di Hong Kong ambruk pada Sabtu. Kepolisian setempat menyatakan tidak ada laporan korban jiwa dari insiden tersebut. Pemerintah kota juga menerima lebih dari 100 laporan pohon tumbang akibat terjangan angin.

Soal jumlah korban luka, laporan dari berbagai sumber sedikit berbeda—sebagian menyebut sembilan orang terluka selama periode topan, sementara laporan yang lebih belakangan menyebut angka 21 orang. Perbedaan ini kemungkinan mencerminkan pembaruan data seiring waktu, dan belum ada angka final resmi yang bisa dipastikan.

Di Provinsi Guangdong sendiri, stasiun televisi CCTV menyiarkan rekaman pohon-pohon tumbang di Kabupaten Huilai, kawasan pesisir yang terpapar langsung terjangan angin topan.

Bergerak ke Pedalaman, Ancaman Hujan Belum Reda

Meski sudah melemah menjadi badai tropis begitu masuk ke daratan, Noul diperkirakan tetap membawa hujan lebat ke provinsi-provinsi di pedalaman seperti Jiangxi, Hunan, dan Hubei. CCTV bahkan memperkirakan hujan susulan bisa menjangkau wilayah sejauh Henan dan Shandong di utara, dengan potensi curah hujan bertahan hingga Selasa.

Pusat Meteorologi Nasional memperingatkan bagian selatan Guangdong dan tenggara Fujian berpotensi mengalami hujan ekstrem hingga eksepsional dalam beberapa hari ke depan. Otoritas mendesak pemerintah daerah untuk mewaspadai kawasan rawan banjir, termasuk daerah pegunungan, lokasi proyek konstruksi, lembah, dan area sekitar jembatan.

Taiwan turut merasakan imbas tidak langsung. Badan Cuaca Sentral Taiwan melaporkan Noul membawa hujan ke bagian selatan dan timur pulau itu saat topan melintas di perairan selatan Taiwan, sebelum akhirnya menjauh.

Jejak Kerusakan dari Filipina hingga Dana Pemulihan

Sebelum mencapai China, Noul lebih dulu melintasi ujung utara Filipina dan meninggalkan jejak kerusakan di sana. Badan penanggulangan bencana Filipina melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan satu orang hilang akibat topan ini, dengan lebih dari 9.300 warga mengungsi dan 235 rumah rusak.

Menyusul dampak di Guangdong, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China mengalokasikan dana sebesar 100 juta yuan atau sekitar 14,8 juta dolar AS untuk mendukung pemulihan pascatopan di provinsi tersebut, termasuk perbaikan jalan dan infrastruktur yang rusak.

Topan Ketiga dalam Sebulan

Noul menjadi topan ketiga yang menerjang China hanya dalam kurun sebulan terakhir, setelah Bavi dan Maysak. Topan Bavi mendarat di China bagian timur pada 11 Juli dan memicu evakuasi lebih dari dua juta orang, sementara Maysak menghantam China selatan lebih awal pada 3 Juli.

Rentetan topan kuat yang datang beruntun ini menggambarkan betapa aktifnya musim topan di kawasan Pasifik Barat tahun ini. Bagi warga Guangdong dan Hong Kong, pola ini juga berarti masa pemulihan dari satu topan kerap tumpang tindih dengan persiapan menghadapi topan berikutnya—sebuah tantangan tersendiri bagi otoritas setempat dalam mengelola logistik evakuasi maupun perbaikan infrastruktur.

Hingga berita ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai total kerugian ekonomi akibat Topan Noul di China maupun perkiraan waktu pemulihan penuh layanan kereta dan penerbangan di kawasan terdampak.

Artikel ini disusun berdasarkan laporan Associated Press, Reuters, Agence France-Presse, Xinhua, dan liputan media termasuk Al Jazeera, CBS News, CBC News, ABC News, The Japan Times, Hong Kong Free Press, serta South China Morning Post.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait