TNI AD Kirim Bantuan Darurat untuk Korban Gempa NTT Lewat Jalur Laut

Kapal bermuatan 70 ton logistik meninggalkan Jakarta menuju Nusa Tenggara Timur (NTT). Bukan kapal biasa — di dalamnya ada dua ambulans, lima truk, dan fasilitas rumah sakit lengkap dengan tenaga medis. Tujuannya satu: membantu warga yang terdampak gempa di NTT.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Maruli Simanjuntak mengonfirmasi kapal logistik ADRI-XCII BM itu berangkat Rabu dari markas Satuan Angkutan Air (Satangair) Pusat Perbekalan dan Angkutan Angkatan Darat di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Maruli hadir langsung menyaksikan keberangkatan kapal tersebut.
Isi Kapal: Dari Beras sampai Susu Bayi
Sebanyak 70 ton logistik pangan yang dibawa terdiri dari kebutuhan pokok — beras, gula, minyak goreng, mi instan, air minum, susu bayi, bubur bayi, hingga ransum tempur militer. Selain pangan, kapal juga mengangkut dua ambulans dan lima truk untuk kebutuhan operasional darurat di lapangan.
Untuk infrastruktur darurat, TNI AD memuat 100 tangki air berkapasitas 1.100 liter, 13 generator listrik, 30 tenda serbaguna, dan 900 tempat tidur lipat, ditambah pakaian dan perlengkapan medis.
Rumah Sakit Terapung, Siaga 20 Hari
Yang membedakan pengiriman ini dari bantuan logistik biasa adalah keberadaan fasilitas kesehatan di atas kapal. Maruli menjelaskan bahwa kapal dilengkapi fasilitas rumah sakit dengan dua dokter dan delapan tenaga medis, yang siap memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga yang membutuhkan perawatan langsung di atas kapal. Kapal ini rencananya akan siaga di lepas pantai NTT selama 20 hari.
Kapal logistik tersebut dijadwalkan tiba di wilayah terdampak dalam tiga hari, untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar pangan, sandang, tempat tinggal, dan layanan kesehatan bagi warga yang mengungsi akibat gempa.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda