Tersesat di Puncak, 4 Pendaki Gunung Lokon Dievakuasi Selamat Dini Hari

Tim SAR gabungan menemukan empat pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Lokon, Sulawesi Utara, Minggu dini hari. Keempatnya selamat.
"Semua pendaki ditemukan selamat setelah operasi pencarian intensif," kata Juru Bicara Basarnas Sulawesi Utara Nuriadin Gumeleng di Manado, Minggu.
Mereka adalah Luis (21), Rainford (19), Julio (21), dan Valerio (20).
Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado menerima laporan awal pada Sabtu pukul 22.16 WITA. Laporan itu datang langsung dari salah satu pendaki, Julio, yang mengabarkan rombongannya tersesat di gunung.
Begitu laporan masuk, Basarnas Manado langsung koordinasi dengan instansi setempat dan kelompok relawan. Tim diberangkatkan pukul 22.36 WITA, hanya 20 menit setelah laporan.
Perjalanan menuju kaki gunung ditempuh di tengah malam. Tim tiba di base Gunung Lokon pukul 02.00 WITA Minggu. Di sana sudah ada personel Polsek Kinilow dan keluarga pendaki yang menunggu cemas.
Setelah briefing singkat, tim gabungan mulai menyisir jalur menuju titik terakhir rombongan diketahui berada.
Pencarian berakhir pukul 04.05 WITA. Keempat pendaki ditemukan dalam kondisi selamat di puncak Gunung Lokon. Tidak ada yang luka berat.
Mereka kemudian dikawal turun dan tiba di pos SAR pada pukul 06.30 WITA sebelum diserahkan kembali ke keluarga.
Operasi ini melibatkan personel Kantor SAR Manado, Polsek Kinilow, PMI Tomohon, kelompok relawan komunikasi RAPI Tomohon, organisasi pecinta alam lokal, keluarga, dan peralatan rescue khusus.
Gunung Lokon memang bukan gunung sembarangan. Dengan ketinggian sekitar 1.580 mdpl di Kota Tomohon, gunung ini termasuk gunung api aktif yang statusnya bisa berubah. Jalurnya relatif pendek tapi rawan kabut tebal dan angin kencang, terutama malam hari. Tidak sedikit pendaki pemula yang kehilangan orientasi di dekat kawah.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado George Mercy Randang mengingatkan pendaki untuk tidak menganggap enteng persiapan.
Ia meminta pendaki membawa perlengkapan esensial, menghindari pendakian saat cuaca buruk, dan mengecek status aktivitas vulkanik sebelum naik. Informasi itu bisa dipantau lewat PVMBG dan Basarnas setempat.
Laporan cepat dari Julio lewat telepon pada Sabtu malam menjadi kunci. Karena titik terakhir bisa diperkirakan, tim tidak perlu menyisir seluruh lereng.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda