Michigan — Calon Senator Muslim dari Michigan, Amerika Serikat, Abdul El Sayed, buka suara setelah dituduh Partai Republik terikat dengan kelompok Ikhwanul Muslimin, yang dianggap sebagai teroris oleh AS.
Dalam rapat umum di Flint, Minggu (18/10), El Sayed menuding serangan itu dijadikan strategi kampanye penutup oleh lawan-lawannya.
"Saya ingin membahas mengapa mereka ingin menjadikan ini sebagai strategi kampanye penutup mereka," kata El Sayed.
Ia menyebut Partai Republik menggunakan taktik tudingan kesetiaan ganda, serupa dengan perlakuan yang pernah diterima John F. Kennedy saat mencalonkan diri sebagai presiden dan Barack Obama.
Serangan Berakar pada Masa Lalu Keluarga
Partai Republik menyoroti unggahan El Sayed pada 2012 yang menandatangani surat terbuka mendukung Mohamed Morsi, presiden Mesir saat itu. Mereka juga memanfaatkan cuitan lama saudara tiri El Sayed, Eman Abdel Hedi, soal aktivisme ibunya di Ikhwanul Muslimin pada awal 1970-an.
El Sayed menjelaskan orang tuanya bercerai saat ia berusia tiga tahun dan ia dibesarkan di Michigan bersama ayah dan ibu tirinya, sehingga ia tidak mengetahui aktivitas ibunya di Mesir pada masa itu.
Dalam debat dengan pesaingnya dari Partai Republik, Mike Rogers, El Sayed juga ditanya soal tudingan bahwa ibunya bekerja untuk Islamic American Relief Agency yang ditetapkan AS sebagai pendukung terorisme.
"Apakah Anda mengincar ibu saya? ... Ibu saya bekerja di kamar dagang dan industri kecil," jawab El Sayed.
Dalam pertemuan publik di Caro, salah satu peserta juga menantangnya soal Ikhwanul Muslimin. El Sayed menolak keras.
"Anda berasumsi karena saya Muslim, entah bagaimana akan punya kesetiaan kepada sesuatu yang bukan Konstitusi kita. Bagi saya, Konstitusi itu adalah pedoman hidup," ujarnya.
Pemilihan sela di Amerika Serikat dijadwalkan digelar pada 3 November mendatang.
Sumber: CNN Indonesia


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda