Manchester – Erik ten Hag melontarkan kritik keras kepada pemilik Manchester United. Mantan pelatih Setan Merah itu menuding Sir Jim Ratcliffe dan INEOS justru meneruskan "budaya beracun" yang selama ini membayangi Old Trafford.
Dalam wawancara dengan The Athletic, Ten Hag menilai proses pengambilalihan klub oleh INEOS membawa kegaduhan, ketidakpastian, dan gangguan yang membuat pekerjaannya sebagai pelatih menjadi sangat sulit.
"Proses pengambilalihan membawa banyak kegaduhan, ketidakpastian di kalangan orang-orang, dan gangguan. Bagi manajer, bagi pelatih, itu sulit dijalani. Jelas, itu sangat rumit," ujar Ten Hag.
Janji Struktur yang Tak Kunjung Jelas
Ten Hag mengungkapkan kekecewaannya setelah pertemuan pertama di Carrington, ketika Ratcliffe membahas struktur baru di klub dengan peran pelatih yang lebih mirip kepala pelatih. Ten Hag mengingatkan bahwa kontraknya berbeda, namun tidak pernah mendapat tindak lanjut.
Sejak itu, nyaris setiap konferensi pers, ia ditanya soal perubahan struktur tersebut. Menurutnya, klub butuh strategi bersama soal filosofi, model permainan, hingga profil pemain—sesuatu yang terbiasa ia jalani, tetapi tak ada komunikasi dari pemilik baru.
"Saya selalu ingin bekerja sama di sebuah klub — ini tidak bisa dilakukan sendirian. Kita perlu menemukan strategi soal filosofi, model permainan, profil tim, profil individu. Dengan mereka, tidak ada komunikasi," katanya.
Soal Rashford dan Disiplin
Ten Hag juga merasa tidak mendapat dukungan penuh dalam urusan disiplin pemain, termasuk kasus yang melibatkan Marcus Rashford dan Jadon Sancho. Ia menilai INEOS justru memperkuat budaya beracun dengan memberi kekuasaan lebih kepada para pemain.
"Mereka meneruskan budaya beracun itu; mereka memupuknya, mereka memberikan kekuasaan kepada para pemain. Rashford adalah pemain luar biasa jika pola pikirnya tepat. Saya selalu menunjukkan kepercayaan kepadanya, memainkannya. Tetapi ketika standar sudah ditunjukkan, kadang kita harus melakukan koreksi," tutur Ten Hag.
Bela Michael Carrick
Ten Hag menyampaikan simpatinya kepada Michael Carrick yang kini menangani Manchester United dan tengah tertekan setelah hanya meraih satu kemenangan di Liga Inggris musim ini. Ia menegaskan memecat Carrick bukan solusi.
"Bukan solusi untuk memecatnya. Seratus persen bukan. Suporter akan menuntut itu kalau hasil tidak membaik — itu keluar dari emosi. Kita harus mengambil keputusan rasional. Dia menunjukkan kemampuan melatih yang bagus di Middlesbrough dan musim lalu. Biarkan dia menjalani prosesnya. Saya rasa dia punya staf yang bagus," kata Ten Hag.
Meski penuh kekecewaan, Ten Hag mengaku tetap mencintai klub tersebut. "Saya menikmati setiap menit di Manchester United; saya punya banyak kenangan indah. Rasanya saya terhubung; saya seorang penggemar. Saya benar-benar ingin United menang dan sukses kembali," pungkasnya.
Ten Hag dipecat Manchester United pada Oktober 2024 saat tim terpuruk di peringkat ke-14 Liga Inggris. Kini ia menjabat sebagai direktur teknik FC Twente, klub masa kecilnya di Belanda.
Sumber: OneFootball


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda