Manchester – Erik ten Hag akhirnya buka-bukaan mengenai masa penuh konfliknya bersama Cristiano Ronaldo di Manchester United. Mantan pelatih Setan Merah itu menilai sang megabintang tidak mempersiapkan diri dengan baik hingga disebut gagal menjadi prioritas utama klub.
Dalam wawancara dengan The Athletic, Ten Hag mengungkapkan bahwa Ronaldo mengecewakannya sekaligus tim. Padahal, sebelum resmi menangani United, pelatih asal Belanda itu sempat terbang ke Portugal khusus untuk membicarakan rencananya bersama sang penyerang.
"Dia mengecewakan tim, dan mengecewakan saya, karena kami merencanakan semuanya bersamanya. Dia jelas salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola, dan saya sangat menghormatinya. Tetapi sebagai pelatih, saya harus mengambil keputusan yang rasional," ujar Ten Hag.
Diminta Hemat Tenaga Saat Latihan
Ten Hag juga mempertanyakan profesionalisme Ronaldo yang selama ini dikenal sangat disiplin menjaga kebugarannya. Menurutnya, Ronaldo justru meminta rekan-rekannya untuk menghemat tenaga selama sesi latihan, padahal kondisinya sendiri belum berada di level kebugaran yang seharusnya.
"Saya beberapa kali menghadapinya: 'Ronnie, semua orang ingin bekerja untukmu dan menempatkanmu di posisi yang tepat, tetapi kalau kamu tidak bisa masuk ke kotak penalti, kamu tidak akan mencetak gol'. Dia tidak mampu melakukan itu. Dia tidak berlari, baik saat menguasai bola maupun tidak, karena dia tidak mempersiapkan diri," tutur Ten Hag.
Penilaian Ten Hag disebut sejalan dengan performa Ronaldo di Piala Dunia 2026, ketika penyerang 41 tahun itu kesulitan masuk ke kotak penalti dan memberi dampak bagi timnas Portugal.
Usai Wawancara Kontroversial
Ronaldo meninggalkan Old Trafford pada akhir 2022 setelah kontraknya diakhiri menyusul wawancara kontroversial dengan Piers Morgan yang merusak hubungannya dengan Ten Hag. Sang pemain kemudian menolak tawaran Eropa dan bergabung dengan klub Arab Saudi, Al Nassr, pada awal 2023. Sejak itu ia mencetak 134 gol dalam 157 penampilan.
Ten Hag juga menyinggung trio mantan pemain Real Madrid—Ronaldo, Raphael Varane, dan Casemiro—yang dinilainya tidak cocok dengan fase yang dijalani United saat itu.
"Para pemimpin klub ingin sepak bola menyerang yang dinamis, sementara para pemain itu ingin bermain sesuai gaya mereka sendiri," katanya.
Buru Rice dan Kane
Dalam kesempatan yang sama, Ten Hag mengungkap penyesalannya gagal mendatangkan dua target besar: Declan Rice dan Harry Kane. Ia menilai United seharusnya berupaya lebih keras menguji keteguhan West Ham melepas Rice yang kini membela Arsenal.
"Saya berkata kepada mereka, 'Saya hanya menginginkan satu pemain — dan kalian tahu siapa'. Saya memperjuangkannya. Saya dengar dia sangat positif, tetapi saya tidak pernah bicara langsung dengannya soal itu. Saya tidak tahu bagaimana proses keputusannya dengan John, Richard, dan keluarga Glazer," ungkap Ten Hag soal Kane.
Ten Hag dipecat Manchester United pada Oktober 2024 setelah timnya terpuruk di peringkat ke-14 Liga Inggris. Kini ia menjabat sebagai direktur teknik klub masa kecilnya, FC Twente.
Sumber: OneFootball


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda